Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Rendi dan Dodi baku hantam


__ADS_3

"Kamu tidak perlu berpura-pura baik Syifa, mungkin mereka berdua bisa tertipu dengan wajah polus dan air mata palsumu itu, tapi tidak dengan ku hech...." ucap Rendi dengan sinis


Dodi merasa sangat kesal dengan tingkah adik kembar nya itu. Tidak seharusnya Rendi bersikap kasar pada perempuan, bahkan keluarganya mengajari agar anak-anaknya menghargai perempuan


"plakkkkk.... " lagi-lagi sebuah tamparan mendarat di wajah Rendi


"Plakkkk,, " sebuah tamparan juga mendarat di wajah Dodi kali ini Rendi tak terima, dia membalas menampar balik kakak kembar nya itu


Sekarang Mereka berdua berkelahi bergulat, meskipun Rendi berusaha mengalahkan Dodi, tetap saja dia kalah telak, dia tidak bisa menandingi ilmu bela diri kakak kembarnya itu.


"Stop,,, cukup....kak" teriak Serlina


Syifa tidak tinggal diam melihat kakak beradik beradu hantam yang menyebabkan wajah Rendi memar dan bibir nya mengeluarkan darah akibat pukulan keras Dodi


Syifa berlari dan mencoba melerai Rendi dan Dodi, namun saat Syifa berada di tengah-tengah antara Rendi dan Dodi yang berusaha melerai perkelahian itu, Tiba-tiba sebuah hantaman keras mendarat mengenai wajah Syifa, dan seketika Syifa jatuh dan pingsan.


"Syifa....." Teriak Serlina


Rendi dan Dodi kaget, karena semua terjadi begitu cepat sehingga Rendi tidak bisa lagi mengendalikan hantamannya yang mengenai wajah Syifa


"kak, kenapa kalian diam saja,, Syifa pingsan" ucap Serlina


Rendi dan Dodi langsung mengangkat Syifa dan membawa nya ke gubuk.


Serlina langsung mengambil minyak kayu putih lalu di arahkan ke dekat hidung Syifa


"Fa, ayuk bangun Fa" lirih Serlina khawatir


"Fa, bangun Fa. maafin aku gak sengaja" Rendi pun mendekati Syifa dia khawatir pada keadaan Syifa


"Sekarang kalian berdua puas, apakah kalian sengaja membuat Syifa seperti ini" Serlina pun marah dan kecewa pada kedua kakak kembarnya itu.


"jika terjadi sesuatu pada Syifa, kalian berdua yang bertanggung jawab" ancam Serlina


"Fa, maafin aku Fa, kamu pasti baik-baik aja kan... Fa" lirih Rendi


"Ini semua karena ulah mu..., kenapa sekarang kamu ikut khawatir pada Syifa, padahal tadi marahi dia, bahkan kamu mengusirnya dengan berteriak" ucap Serlina sambil menjauhkan tangan Rendi yang menggenggam tangan Syifa.


"Kenapa kamu menyalahkan ku, ini tidak akan terjadi jika kak Dodi tidak menampar ku lebih dulu" ucap Rendi membela diri

__ADS_1


"Apa kamu sadar Ren dengan ucapan mu, jika kamu tidak berkata kasar padanya, aku tidak akan menampar lelaki pengecut sepertimu" Tegas Dodi


"Apa kamu bilang, aku pengecut hach...." Rendi tak terima di katakan pengecut


"Lalu apa namanya yang pantas untuk orang sepertimu, yang bisanya lari dari masalah, lalu menyalahkan orang lain begitu,!!!! apakah kamu tau, dari tadi Syifa sangat gelisah dan khawatir dengan mu, dia takut terjadi sesuatu padamu, mencari mu dan selalu menghubungimu. tapi apa yang di dapat setelah menemukan mu. kamu malah mengusirnya dan menyalahkan nya.. apakah itu tidak pengecut namanya" teriak Dodi


Rendi diam, dia bingung dengan perasaan nya, Sebenarnya dia percaya jika Syifa adalah wanita baik-baik, tapi logikanya berkata tidak setelah melihat bukti yang ada pada foto-foto yang di dapatnya dari pesan WhatsApp tadi siang.


"Kenapa kamu diam, apa kamu sudah sadar akan kesalahan mu itu. Menyalahkan orang lain tanpa dia tau kesalahan nya apa" ucap Dodi lagi


"kesalahan,,, kesalahan apa.!! aku tidak melakukan kesalahan" ucap Rendi tetap saja dia keras kepala tak mau mengakui kesalahan nya


"Kamu ya Ren.. benar-benar..keras kepala, ingin rasanya aku tinju muka yang tak merasa bersalah itu sampai babak belur... bisa-bisanya aku punya kembaran keras kepala seperti dia" batin Dodi yang berusaha menahan Amarahnya


"Bisa gak sih kalian berdua diam, gak usah bertengkar, kalian gak kasian sama Syifa." ucap Serlina


Dodi dan Rendi pun diam. sekarang mereka bingung Syifa belum sadarkan diri.


"Ren... kamu ikut aku yok sebentar" ajak Dodi dengan pelan.


Rendi mengangguk, dia pun berjalan mengikuti Dodi dari belakang, Sampai akhirnya Dodi berhenti di bawah pohon jadi yang tak jauh dari mereka memarkir mobil.


"Ada apa??" Tanya Rendi


"Aku ingin kamu jujur padaku, sebenarnya apa yang membuatmu marah pada Syifa, kesalahan apa yang di perbuat nya sehingga kamu sangat marah padanya" tanya Dodi dengan pelan dan berusaha meredakan emosi adik kembarnya itu.


Rendi tak menjawab, tapi dia berjalan ke menuju mobil dan mengambil sesuatu dari dalam mobil


"Ini kamu liat saja" Rendi menyerahkan ponselnya pada Dodi


"Apa ini,??" Dodi tak mengerti


"kamu hidupkan saja ponsel nya nanti kamu juga tau jawaban nya" ucap Rendi


Dodi tak bertanya lagi, dia langsung menghidupkan ponsel yang sengaja di matikan Rendi.


"password-nya????"


"Tanggal lahir kita" jawab Rendi

__ADS_1


"Sudah,, terus???" tanya Dodi saat dia sudah membuka ponsel Rendi


"Kamu buka pesan foto di whatsApp paling atas, dari nomor yang tak ada namanya" ucap Rendi, setelah itu dia pergi berlalu dari hadapan Dodi


Setelah melihat Foto-Foto yang di kirim oleh nomor yang tak di kenal, Dodi pun mulai mengerti, kenapa Rendi marah sekali dengan Syifa. Dodi sangat mengenal watak Rendi, dia tidak akan pernah memaafkan dan menerima orang yang berkhianat padanya sekalipun itu orang yang paling dekat padanya.


"Jadi ini alasan nya, apakah ini Dimas, lalu kenapa dia bersama Syifa?? apakah mereka saling kenal?? aku harus mencari tahu ada hubungan apa sebenarnya di antara mereka? Tapi jika dilihat-lihat, aku rasa ini hanya salah paham dan sepertinya tidak ada hubungan spesial diantara Syifa dan Dimas" gumam Dodi


"Hanya saja Rasa cemburu Rendi yang membuatnya tak bisa memperhatikan dengan jelas, dan sikap kekanak-kanakan nya membuat dia tidak bisa membedakan apa yang sebenarnya terjadi" lagi-lagi Dodi bicara sendirian


"Aku harus bertanya langsung pada Dimas, agar tau, ada hubungan apa dia dengan Syifa" ucap Dodi


Dodi mengambil ponsel nya, dan mencari kontak Dimas di kontak WhatsApp nya lalu mengirimkan pesan pada Dimas


^^^Dodi^^^


^^^Assalamu'alaikum dim, nanti malam kamu sibuk gak, apa kita bisa ketemuan sebentar^^^


Tak lama kemudian Dimas membalas chat Dodi


Dimas


walaikumussalam, ouhhh iya bisa Dod, mau ketemu dimana????


^^^Dodi^^^


^^^kita ketemu di cafe 'love story' aja gimana???^^^


Dimas


Baiklah, tapi ngomong-ngomong tomben kamu ngajak aku ketemu, sepertinya ada yang mau di bahas ya


^^^Dodi^^^


^^^iya, kamu benar. ada yang ingin kutanyakan hal penting padamu Dim, nanti jam setengah 9 malam ya!!^^^


Dimas


okey.... siap pak Derektur.

__ADS_1


__ADS_2