Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
kemarahan tuan muda sakti


__ADS_3

aira melangkah gontai ke arah kamarnya di bagian belakang, tasnya yang besar itu di seretnya karena aira serasa sudah tidak mempunyai kekuatan lagi untuk mengangkat tasnya tersebut, sesampainya di depan kamar nampak nia sedang mondar mandir dengan wajah yang sangat tegang, begitu melihat aira datang nia langsung menarik tangan aira masuk ke dalam kamar. sepertinya nia sudah tidak sabar untuk bertanya kepada aira apa yang sedang terjadi.


"aira kamu kemana aja sih? kenapa telp dan smsku tidak kamu gubris sih? memangnya benar kamu mau melarikan diri dari pekerjaanmu di rumah ini karna kamu ketakutan? kenapa kamu berani sekali melawan perintah sekretaris pram? memangnya kamu tidak takut kalau nanti kamu di hukum"? nia bertanya kepada aira tanpa memberikan aira waktu untuk menjawab pertanyaannya satu persatu.


"maafkan aku nia, bukannya aku tidak menggubris teleponmu tapi aku ketiduran dan aku bangunnya kemalaman, smsmu juga aku baca ketika aku sudah selesai mandi dan makan,soalnya aku kelupaan kalau aku tuh di kasi batas waktu untuk kembali ke sini"ucap aira dengan pelan sambil menatap wajah nia dengan wajah yang memelas."astaga aira, bisa bisa kamu kena hukum oleh sekretaris pram"kata nia sambil menggeleng gelengkan kepalanya."lebih baik ketika di tanya nanti kamu tidak usah menjawab pertanyaan dengan berbelit belit aira, minta maaf saja untuk lebih aman"saran nia kepada aira sambil menepuk nepuk bahu aira dengan lembut."baiklah kamu istrahatlah sejenak, pasti tidak lama lagi kamu akan di panggil oleh sekretaris pram,aku mau ke kamarku. dulu yah"ucap nia sambil meninggalkan aira. sendiri di kamarnya.

__ADS_1


ketika nia menarik gagang pintu kamar aira,nampak kepala pelayan sedang berdiri di depan pintu."aira mana? dia di panggil sekretaris pram ke ruang kerja tuan muda sakti"kata kepala pelayan sambil membalikkan tubuhnya meninggalkan nia yanh masih berdiri di depan pintu.nia langsung berbalik lagi melangkah ke arah aira yang lagi terduduk di lantai di samping tempat tidurnya sambil menunduk. "aira ayo ku antar kau ke ruang kerja tuan muda sakti, kata kepala pelayan kau di tunggu sekarang"ucap nia sambil mengelus kepala aira, aira lalu bangkit dari duduknya dan langsung berjalan mengikuti langkah nia keluar dari kamarnya.


hati aira makin terasa tidak karuan ketika langkah kakinya semakin mendekati ruang kerja tuan muda sakti,aira hanya bisa jari nia seolah meminta bantuan kepada nia,dan nia hanya bisa balas lembut jemari aira seperti ingin memberi kekuatan kepada aira.sesampainya di depan pintu ruang kerja nia lalu mengetuk perlahan,"masuklah". terdengar suara dari dalam ruangan."masuklah aira, aku hanya bisa mengantarkanmu sampai di sini saja, aku tidak bisa turut masuk ke dalam menemanimu"bisik nia kepada aira yang saat ini tidak mau melepaskan pegangan tangannya pada nia."aku takut nia"bisik aira dengan wajah yang mulai pucat pasi."tak mengapa, ayo masuklah jangan kau menambah kemarahan sekretaris pram karena kau hanya berdiam diri di sini"ucap nia menepuk lembut pundak aira kemudian membalikkan badannya meninggalkan aira yang masih mematung di depan pintu.


sejenak hening di antara mereka ketika aira berhenti tepat di dapan tuan muda sakti, aira hanya bisa menundukkan wajahnya dan untuk berkata kata meminta maaf aira sudah tidak bisa, tenggorokannya tercekat dan aira seperti terlupa untuk bernapas."heii apa kau ku panggil ke ruangan ini hanya untuk datang memandang lantai di ruangan ini saja"?kata tuan muda sakti kepada aira, tetapi aira tetap berdiam diri tanpa berani menatap kepada tuan muda sakti.tuan muda sakti kemudian mendekat ke arah aira lalu menatap lekat lekat wajah aira"heii apakah kau tidak mendengar pertanyaanku tadi? atau kau. sengaja memancing kemarahanku hah"?tuan muda sakti mengangkat wajah aira dengan jari telunjuknya dan menatap kedua bola mata aira dengan tajam.

__ADS_1


sejenak aira terpesona memandang wajah tuan muda sakti yang begitu tampan di hadapannya, namun aira kemudian kembali pada kesadarannya bahwa saat ini dirinya lagi dalam masalah bukan waktunya untuk mengagumi sosok yang sekarang ada di hadapannya.aira lalu kembali menundukan kapalanya,ketakutan kembali menghantui aira."heii rupanya kau memang sengaja yah menentangku"kembali terdengar suara tuan muda sakti namun suara tersebut sudah terdengar naik beberapa oktaf."kau harus membayar semua kekurang ajaranmu ini,mulai saat ini kau bekerja di rumah ini tidak boleh kemana mana, tidak ada alasan untuk keluar rumah, tempatmu di kebun belakang, selesai bekerja di kebun belakang kau harus menyiapkan keperluanku dan selalu ada ketika aku memerlukan tenagamu, paham"?tuan muda sakti berkata kepada aira dengan wajah yang merah padam tanda kemarahannya memuncak karena aira tidak juga mengeluarkan suara untuk menjawab pertanyaannya.


aira sejenak tersentak dengan perkataan tuan muda sakti, tapi kemudian aira kembali menundukan pandangannya,tak lama kemudian terdengar isak tangis dari bibir aira. "ampuun tuan, aku bukannya melawan perintahmu, aku juga tidak bermaksud melarikan diri dari hukumanku, tapi aku tidak sengaja ketiduran ketika aku kembali ke kossanku, dan aku bangunnya kemalaman"tutur aira tersendat sendat. "maafkan aku tuan, aku tidak akan melawan perintahmu, tapi bolehkah aku setelah bekerja di kebun belakang dan setelah menyiapkan kebutuhanmu aku mencari kerja di luar? aku masih mempunyai orang tua yang harus aku biayai hidupnya di kampung.tangis aira masih saja terdengar bahkan hati aira bertambah sedih ketika menyebut orang tuanya,aira sudah membayangkan bagaimana sulitnya kehidupan orang tuanya di kampung jika dirinya tidak mengirimkan uang untuk membantu mereka.bagaimana bisa mengirimkan uang jika kerja di luar tidak di perbolehkan tuan muda sakti, sedangkan bekerja di rumah mewah ini aira hanya mendapatkan bayaran makan gratis dan tempat untuk tidur alias aira tidak mendapatkan bayaran sama sekali, yah aira memang bekerja di rumah tuan muda sakti karena sedang menjalankan hukuman bukan untuk mencari uang.


sejenak tuan muda sakti terdiam mendengar kata kata aira, dirinya lalu saling bertatapan dengan sekretaris pram.lalu tuan muda sakti kembali menatap tajam wajah aira seolah olah sedang mencari kebenaran dari kata kata aira tadi."aahh, aku tidak percaya dengan kata katamu pasti kau sengaja mengarang cerita agar aku menaruh iba kepadamu kan"?pokoknya semua keputusanku bersifat mutlak tidak ada pengecualian dan aku tidak akan merubah keputusanku, mengenai keadaan kedua orang tuamu aku tidak perduli karena itu bukan urusanku,dan aku rasa sudah tidak ada lagi yang harus aku katakan,segeralah keluar dari ruangan ini sebelum aku berubah pikiran menambah lagi hukuman untukmu"ucap tuan muda sakti sambil membalikkan tubuhnya membelakangi aira.sekretaris pram yang sedari tadi hanya berdiam diri saja segera bangkit dari duduknya,dan memberikan kode kepada aira untuk segera keluar dari ruangan kerja tuan muda pram.

__ADS_1


__ADS_2