Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Rendi mulai sadar akan kesalahan nya


__ADS_3

"hemmmm..." Serlina berdeham


"Lin, tolong kamu ambil Air mineral dan obat di dalam mobil untuk Syifa" suruh Dodi


"iya kak" jawab Serlina


"Awas ya kak, kalu kamu nyakitin Syifa lagi" ancam Serlina pada Rendi, lalu dia berlalu pergi meninggalkan Syifa dan Rendi berdua di gubuk.. Sedang kan Dodi sudah lebih dulu keluar dan berjalan menuju mobil


"Maaf" ucap Syifa dan Rendi bersamaan


"Aku...." lagi-lagi mereka bicara barengan


"kamu aja duluan" suruh Rendi


"Ren,, aku minta maaf, jika aku melakukan kesalahan. maafkan aku jika sudah membuatmu marah padaku" ucap Syifa dengan mata berkaca-kaca menahan tangis


"hushhh.....🤫🤫 aku yang seharusnya minta maaf padamu Fa, aku yang tidak bisa kontrol emosiku" ucap Rendi sambil menyentuh bibir Syifa dengan jari telunjuknya agar Syifa tidak meminta maaf padanya.


Rendi merasa bersalah saat Syifa yang tetap meminta maaf meski dia tidak tau kesalahan nya.


"Ren, kamu sudah tidak marah lagi padaku?" tanya Syifa


"Sudah ya, kita gak usah bahas itu lagi. ini pasti masih sakit" Rendi menyentuh wajah Syifa yang memar akibat pukulan keras darinya.


"Ren,,, ini tidak seberapa sakitnya, bahkan luka yang tak terlihat jauh lebih menyakitkan. tapi aku tidak bisa menyalahkanmu, aku yakin kamu memiliki alasan kenapa kamu tiba-tiba marah dan menyalahkanku, meski aku tidak tau apa kesalahan yang ku perbuat". batin Syifa


"hehe sedikit, tapi pasti lebih sakit kamu, kamu tadi sampai berdarah." ucap Syifa menunduk menahan air mata


"Kenapa kamu masih khawatirkan aku Fa, padahal kamu juga terluka, bahkan aku sudah melukai dan menyakiti hatimu" ucap Rendi


"karena aku tidak ingin melihat kamu terluka" ucap Syifa jujur.


"Tapi aku sudah menyakitimu" ucap Rendi


"kamu pasti punya alasan nya, meski aku tidak tau alasan nya, itu sebabnya aku minta maaf padamu" ucap Syifa dengan mata yang berkaca-kaca.


********


"kak, obat nya dimana Sih" tanya Serlina


"obat apanya" jawab Dodi dengan tak tahu menahu


"kan tadi kakak nyuruh aku ngambilkan air mineral dan obatkan.. ini cuma ada Airnya obat nya dimana kakak!!" ucap Serlina


"memang gak ada obat di mobil, adanya di apotek lah" ucap Dodi


"kak, aku serius ini" kesal Serlina


"iya kakak juga serius Lin....." jawab Dodi

__ADS_1


"Terus ngapain kakak nyuruh aku ngambil obat, klu obatnya gak ada" Serlina tambah kesal


"ya biar kamu pergi dari sana" ucap Dodi sambil menunjuk gubuk tua itu.


"kenapa aku harus pergi, aku kan lagi nemani Syifa ka" jawab serlina dengan polusnya


"Dasar bocah gak pekaan, umur udah tua tapi di kasih kode gitu aja gak ngerti" ucap Dodi sambil menjitak kepala adiknya


"Sakit kak,, bisa gak tangan tuh diam, nanti lama-lama aku bisa bodoh keseringan di jitak gini" ucap Serlina


"hahaha.. kakak tuh lagi benerin itu otakmu, biar gak kaya bocah lagi" Dodi malah tertawa.


"Udah ah, aku nyusul Syifa sama kak Rendi aja" ucap Serlina


"jangan Lin, kita tunggu disini aja" cegah Dodi


"Disini panas ka..." ucap Serlina


"Kan kalu panas tinggal masuk dalam mobil dan hidupkan AC nya." jawab Dodi sekenanya


"tapi ngapain kita tunggu disini sih kak, lebih baik kita susul mereka, bagaimana kalu mereka bertengkar lagi. dan Syifa di marahin lagi. aku harus kesana...." ucap Serlina mau berjalan menemui Syifa ke gubuk tapi lagi-lagi di cegat Dodi


"Apalagi sih ka??" tanya Serlina ketus


"Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka Lin, kamu tuh di bilangin ngerti gak sih" ucap Dodi tegas


"Tapi kalu mereka bertengkar lagi...??" ucap Serlina


"kakak janji...." tanya Serlina


"iya janji..." jawab Dodi


"Baiklah, jika terjadi sesuatu antara mereka, kakak yang akan bertanggung jawab hemmm..." Ancam Serlina


"iya.. iya.. bawel... kakak yang tanggung jawab" Dodi mulai kesal dengan tingkah serlina


Tak lama kemudian tiba-tiba ponsel nya Serlina berbunyi dan bergetar tanda ada panggilan masuk " my mommy" di ponselnya, tapi dia tidak langsung mengangkat.


"Siapa tuh yang telpon Lin" tanya Dodi


"mommy Kak" ucap serlina


"kenapa gak langsung angkat?" tanya Dodi


"Aku masih bingung, kalu tiba-tiba mommy nanya kita di dimana atau menanyakan tentang Rendi, Aku harus jawab apa? tanya Serlina


Dodi dan serlina berpikir mencari alasan jaga-jaga jika mommy mereka menanyakan hal yang tak terduga, tapi karena mereka berpikir kelamaan akhirnya panggilan telpon berhenti dan tak terjawab


"Sudah mati kak, apa harus telpon balik?" tanya Serlina

__ADS_1


Belum sempat Dodi menjawab tiba-tiba ponselnya juga berbunyi tanda ada panggilan masuk " my mommy" di ponselnya, dengan cepat dia menggeser tombol hijau di layar dan tak lupa men Loudspeaker panggilan.


"Hallo Assalamu'alaikum mom"


Dodi memberikan salam terlebih dulu


"Walaikumussalam,, Sayang kalian ada dimana?, masih dibutik ya?" suara ibu Fitri di seberang sana


"Kami udah pulang mom, tapi ini lagi mau keluar, mau makan"


"mau makan???" ucap ibu Fitri


"iya maksud Dodi mau nyari jajan buat di makan mom"


"ouhh iya, ya.. Serlina dan Syifa bersama kamu kan" bu Fitri bertanya keberadaan Serlina dan Syifa


"iya mom, iya ini dia ada di samping aku, ada apa mom"


"Gak, gak papa tadi mommy telpon dia gak ngangkat, kenapa???"


"tadi ponselnya gak sengaja ke silent mom, iya kan Lin" bohong Dodi


"Iya mom, tadi gak sengaja ke silent oleh serlin" serlina pun ikut bohong


"ouh iya, kalian ketemu Rendi, dia datang kebutik gak" tiba-tiba Bu Fitri menanyakan Rendi


"iya mom sudah" lagi-lagi Dodi berbohong


"ouh bagus lah, kalian pulang cepat ya. kita makan malam bersama di rumah, ajak Syifa kesini juga" suruh Bu Fitri


"Siap mom" Serlina menjawab


"ya sudah, kalian pulang hati-hati di jalan... mommy tutup dulu telponnya ya sayang.


Assalamualaikum"


"Walaikumussalam mom" jawab Dodi dan serlina bersamaan dan sambungan telpon pun terputus.


*****


"Kakak kenapa harus bohong segala sih, kan kak Rendi belum kebutik tadi" ucap Serlina


"kakak juga terpaksa Lin, ya kali... kakak bilang Rendi gak kebutik terus kita menemukan nya di sini, habis itu dia bertengkar dengan Syifa lalu berkelahi dengan kakak. kamu mau kakak jawab gitu" ucap Dodi


"hehe.. gak gitu juga maksud serlin kak." ucap Serlina


"Terus jawab apa lagi Lin, kan kamu tau mommy tuh ribet, cerewet juga sama kaya kamu bawel." ucap Dodi


"kok di sama'in sama aku sih kak" Serlina manyun gak terima

__ADS_1


"hahaha... memang kenyataan nya kan begitu"


__ADS_2