Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Mencoba memberikan pengertian pada Rendi


__ADS_3

"Gimana udah taukan jawabannya!!" ucap Rendi datar


yang tiba-tiba sudah duduk di sebelah Dodi entah dari kapan.


"Aku sudah liat semuanya" kata Dodi lalu dia tersenyum


"kamu......) Rendi seperti heran melihat ekspresi Dodi


"ya,,, kenapa dengan ku??" tanya Dodi


"Bagaimana bisa kamu masih terlihat biasa-biasa saja setelah melihat foto-foto itu" ucap Rendi tak suka


"Terus kamu mau nya aku seperti apa, ngamuk, teriak-teriak atau kamu mau aku juga ikut marah sepertimu memarahi Syifa atau kamu mau aku gimana??" Tanya Dodi


"Tau ah,, terserah kamu saja" jawab Rendi


"Rendi... Rendi.. kamu sudah mau menikah, bersikaplah seperti seharusnya" ucap Dodi


"Apa kamu mau aku menikahi wanita yang bermuka dua hach... " Rendi mulai kesal dengan ucapan Dodi


"Bagaimana kamu bisa menyimpulkan seseorang bermuka dua dengan hanya melihat sebuah Foto!!!" ucap Dodi


"Tidak sebuah, tapi banyak...!!" Rendi tambah kesal


"oke,, oke,, oke. iya banyak. aku tau....) belum selesai Dodi ngomong langsung di potong Rendi


"bagus lah, terus kalu tau kenapa kamu masih bisa tersenyum begitu, kamu mau aku hidup bersama wanita munafik sepertinya" ucap Rendi makin ngegas.


"Maksud aku begini, kita tidak bisa menyimpulkan karakter seseorang hanya dengan melihat foto, karena apa yang terlihat tidak selalu sama dengan apa yang terjadi, cobalah kamu berpikir dulu, selidiki dulu. Setelah semua sudah jelas terbukti baru terserah kamu mau lanjut atau gimana!!. jika pun dia benar mengkhianatimu bukan berarti kamu harus memperlakukan seperti tadi, mengusir, memakinya dengan kata-kata yang tak pantas dan tidak nyaman di dengar. ingat Jangan jadikan dirimu orang yang jahat hanya karena kamu merasa di jahati orang lain" Dodi mencoba memberi pengertian dan menasehati adik kembar nya itu.


"Coba kamu bayangkan, jika ini terjadi pada Serlina kita, apa kamu Rela adikmu di perlakukan seperti tadi.. aku yakin tidak kan????.. Begitu juga dengan Syifa, Seandainya orang tuanya masih hidup atau keluarganya tau pasti mereka juga tidak terima melihat Syifa di perlakukan seperti tadi, Apalagi kita belum tau kebenaran nya bagaimana" Sambung Dodi dengan harapan adiknya sedikit tenang.

__ADS_1


"Sekarang kakak tanya, apa kamu benar-benar mencintainya.?? kamu ingin hidup bersamanya.?? Tapi karena kamu merasa di khianati kamu rela kehilangan orang yang kamu cintai. Terus bagaimana jika suatu hari kamu tau kebenaran nya, dan Syifa tidak pernah mengkhianati mu!!. Apa kamu bisa tidak menyesalinya..????" tanya Dodi


"Yang di katakan kak Dodi memang benar, Aku tidak seharusnya memperlakukan Syifa seperti tadi, bagaimana jika Syifa tak bersalah. Aku bisa akan kehilangan nya selamanya. tidak ... aku tidak mau.. Aku sangat mencintai nya, aku tidak ingin menyesal nanti nya.. Syifa maafkan aku" Batin Rendi.


"Ren.. Rendi" panggil Dodi


"I...iy.....iya... kak,," jawab Rendi


"kenapa diam, apa kamu tidak dengar aku ngomong" tanya Dodi


"Aku dengar kak, kakak benar.. sekarang aku harus apa kak.. aku sudah terlanjur marah padanya." ucap Rendi mulai merasa menyesal


"Sekarang kamu temui Syifa, minta maaf padanya sebelum terlambat" jawab Dodi


"Kakak yakin, aku harus lakukan ini" Rendi berdiri ingin pergi menemui Syifa tapi langkahnya terhenti, lagi-lagi Rendi merasa ragu


Ingatan nya tentang lelaki yang mengangkat telpon Syifa saat dia menelpon beberapa hari yang lalu terngiang di telinganya, di tambah lagi dengan bukti-bukti foto itu, yang membuatnya semakin yakin Syifa berkhianat Meski sebenarnya hatinya pun juga sakit berada di situasi ini.


"Ayokk, sebelum terlambat. Nanti urusan Dimas biar kakak yang cari tau kebenarannya, sekarang temui Syifa minta maaf lah sebelum terlambat" Ucap Dodi sambil menepuk bahu Rendi.


"Iya kak, terima kasih kak" ucap Rendi lalu dia berlari menuju gubuk.


*****


"Kamu sudah sadar Fa" tanya Serlina saat melihat Syifa sudah membuka matanya.


"Lin, Rendi sama kak Dodi mana, mereka masih berkelahi.. ayokk kita hentikan mereka" ucap Syifa setelah dia siuman.


"Auwww" Rintih Syifa tiba-tiba kepalanya masih terasa puyeng saat dia memaksakan diri untuk bangun


"Fa, kamu tenang dulu, kepalamu pasti masih puyeng kan,,, tenang ya" Serlina mencoba mencegah Syifa untuk bangun

__ADS_1


"Tapi Lin, bagaimana aku bisa tenang kak Dodi dan Rendi berkelahi, kak Dodi..... kak Dodi... memukuli Rendi, iya dia memukuli Rendi sampai berdarah hiks.. hiks.. aku tidak ingin jika Rendi terluka hiks.. kasian Rendi hiks.. aku takut kehilangan nya Lin hiks... hiks.." ucap Syifa dengan Air mata yang bercucuran.


"Biarkan saja mereka, mereka sudah besar Fa. kamu diam saja disini tidak perlu perdulikan mereka apalagi khawatir pada mereka yang telah membuatmu seperti ini" Bentak Serlina karena Syifa tetap ingin memaksakan diri untuk bangun


"Tidak, aku tidak akan biarkan mereka berkelahi karena aku Lin.. hiks.. hiks.. aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu pada mereka apalagi pada Rendi hiks... hiks.." ucap Syifa lemah


"kamu tenang ya Fa, mereka tidak akan berkelahi lagi, aku janji... hiks...." Serlina memeluk Syifa dan tak terasa dia juga ikut mengeluarkan air mata


"Kamu yakin Lin, mereka sudah tidak berkelahi kan??" tanya Syifa memastikan


"Iya Fa.. aku yakin mereka sudah tidak berkelahi lagi.


Sedangkan di balik pintu gubuk, Rendi berdiri dia mendengar semua percakapan antara Serlina dan Syifa lalu dia juga menyaksikan dua wanita yang dia sayangi berpelukan menangis


"Ini semua salah ku, bagaimana mungkin aku bisa menyalahkan nya, tanpa aku tau kebenarannya. Bahkan tidak mungkin rasanya dia akan mengkhianati ku, sedangkan dia saja takut kehilangan ku bahkan tidak ingin melihat aku terluka dan di pukuli kak Dodi. Sekarang aku sangat yakin Fa, kamu tidak mungkin mengkhianati ku. Aku minta maaf hiks..hiks..."


Batin Rendi


"Ren, Rendi...." ucap Syifa saat matanya melihat ada Rendi di dibalik pintu


"Masuk lah, Dia sudah melihatmu.. berdamailah dengan hatimu, semua akan baik-baik saja... sana pergi..." ucap Dodi yang sudah ada di belakang Rendi


Rendi masuk kedalam lalu menghampiri Syifa dan Serlina


Serlina menatap Rendi dengan tatapan membunuh, seperti singa betina yang sedang kelaparan.Terlihat jelas jika Serlina sangat sayang pada sahabatnya itu.


"Ya Allah Lin, kakak kesini ingin tau keadaan Syifa dan mau minta maaf, bukan ingin menyakitinya lagi" Batin Rendi yang bergidik ngeri melihat Serlina


"bagaimana keadaanmu Fa, masih sakit" tanya Rendi lemah


"Ren, kamu gak papa kan.. kamu.. kamu tidak terluka lagi kan" bukan nya menjawab Syifa malah mengkhawatirkan Rendi sambil memperhatikannya dari ujung kepala sampai kaki.

__ADS_1


__ADS_2