Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
berjuang


__ADS_3

aira melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kerja tuan muda sakti dengan langkah yang gontai, isak tangis aira masih terdengar.aira lalu menyeret kaki kakinya yang terasa sangat berat untuk di gerakkan ke arah kamarnya, lalu setibanya di kamar aira langsung menghempaskan tubuhnya di tempat tidur dan menangis sekeras kerasnya. aira menutup wajahnya dengan bantal guling agar tangisannya tidak terdengar oleh siapa siapa.


"ooh tuhan mengapa aku harus mengalami kejadian seperti ini, mengapa aku harus bertemu dengan manusia yang tidak punya belas kasihan"? aira menangis sejadi jadinya sambil memukul mukul tempat tidurnya untuk melampiaskan semua beban yang menghimpit di dadanya."ooh tuhan semoga aku bisa kuat menjalani semua ini, yaah aku harus kuat agar aku bisa segera menyelesaikan hukumanku dan aku bisa mencari kerja di luar agar aku bisa membantu kehidupan orang tuaku yang ada di kampung".ucap aira dalam hati.


aira lalu mengeluarkan selembar foto dari dalam tasnya, aira lalu menciumi foto kedua orang tuanya itu.tak terasa air matanya kembali mengalir,kerinduannya begitu besar kepada orang tuanya dan kini aira merasa bersalah kepada mereka. "ayah, ibu maafkan aira kalau sekarang keadaan aira tidak seperti yang kalian harapkan, doakan aku semoga aku bisa kuat untuk melewati semua ini kata aira sambil mengecup foto kedua orang tuanya.


tiba tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar aira, hhmm pasti itu nia"ucap aira dalam hati sambil beranjak bangkit menuju pintu kamarnya, aira menyeka air matanya agar nia tidak banyak bertanya padanya.dan ternyata memang benar nia yang sedang berdiri di depan pintu kamar aira ketika aira membuka pintu kamarnya.nia lalu segera melangkah masuk ke kamar aira tanpa bersuara, dan aira kemudian menutup pintu kamarnya sebelum kembali berbalik ke tempat tidurnya.

__ADS_1


"kau kenapa aira? kenapa kau menangis? apakah sekretaris pram memarahimu"?tanya nia berentetan kepada aira.aira hanya menganggukkan kepala perlahan, lalu aira kembali terisak."bukan sekretaris pram yang memarahiku tetapi tuan muda sakti, aku di hukum tidak boleh keluar rumah dan aku di beri pekerjaan tambahan untuk mengatur semua keperluan tuan muda sakti" ucap aira sambil terisak.


"haahh,yang benar kamu "kata nia sembari melotot kepada aira, nia lalu menggoncang goncangkan tubuh aira untuk meminta penjelasan atas kata kata aira yang sepertinya kurang begitu di pahaminya."aira apa maksud ucapanmu tadi? aku belum mengerti"ucap nia sambil menatap lekat lekat wajah aira. "aku tidak boleh kemana mana walaupun pekerjaanku sudah selesai, dan aku dapat tambahan kerja untuk mengatur apa apa yang di butuhkah tuan muda sakti"tutur aira kepada nia."oh yah? asiik dong, kamu bisa sering sering ketemu dengan tuan muda sakti yang tampan, aku juga mau kalau di beri hukuman seperti itu, aku akan menangis bahagia"kata nia sambil tertawa perlahan.


"bahagia jidatmu itu, boro boro mau menangis bahagia yang ada aku mau menangis darah nih"semprot aira."aah andai kau tau nia apa sebenarnya yang sedang menimpa diriku ini, pasti kau akan berpikiran lain, tapi biarlah cukup hanya aku saja yang tau tentang nasibku ini karena tak ada gunanya juga, tidak akan merubah keadaan"keluh aira dalam hati.


sepeninggal nia aira langsung kembali ke tempat tidurnya dan langsung membaringkan tubuhnya, aira bertekad dalam hati dia akan berjuang sekuat tenaga untuk menjalani semua pekerjaannya, dia bertekad akan menyelesaikan sesegera mungkin hukumannya dan akan mencari pekerjaan yang layak agar dirinya bisa segera memberikan tunjangan hidup kepada kedua orang tuanya yang ada di kampung. "ooh tuhan tolonglah hambamu ini, beri aku kekuatan agar aku bisa lebih kuat lagi menjalani semua ini"ucap aira seorang diri.tanpa aira sadari perlahan matanya mulai tertutup dan aira kini berada di alam mimpinya.

__ADS_1


pukul 04.30 aira terbangun dari tidurnya karena bunyi alarm di hpnya berbunyi tepat di telinganya, aira langsung tersentak bangun.aira kemudian menutup matanya kembali yang masih terasa berat untuk di buka, akan tetapi mengingat tugas berat yang harus dia kerjakan, dengan terpaksa aira bangkit dari tidurnya menuju ke arah kamar mandi.aira kemudian membuka pakaiannya dan mengguyurkan air keseluruh tubuhnya untuk menghilangkan rasa kantuk yang masih dirasakannya.


"bbrrrr dinginnya,ucap aira kemudian bernyanyi nyanyi kecil sambil menggosok gosokkan sabun ke seluruh tubuhnya, aira lalu mengguyurkan lagi air ke tubuhnya untuk terakhir kalinya sebelum aira keluar dari kamar mandi."ooh segernya", aira sedikit menggigil kedinginan dan segera membersihkan sisa sisa air yang masih menempel di tubuhnya, aira kemudian berpakaian dan berdandan seadanya sebelum keluar dari kamarnya dan bergabung dengan para pelayan di rumah mewah itu.


tok, tok, took aira,, airaa terdengar ketukan perlahan dari luar pintu kamar aira di sertai dengan suara nia memanggil manggil aira, aira lalu beranjak ke arah pintu kamarnya dan segera membukanya. "wah harumnya, aku kira kau belum bangun aira"sapa nia sambil tersenyum kepada aira.aira hanya tersenyum kepada nia yang saat ini juga sudah mandi,"ayo kita ke dapur aira, teman teman sudah menunggu"kata nia sambil menggandeng tangan aira.


setibanya di dapur aira dan nia langsung bergabung dengan para pelayan lainnya,dan aira juga turut membantu pekerjaan mereka dengan suka rela.kepala pelayan hanya memandang aira dari kejauhan tanpa mencoba mencegah apa yang di kerjakan aira.kemudian setelah beberapa saat kepala pelayan kemudian mendekati aira,dan memberikan kode kepada aira bahwa dirinya ingin berbicara empat mata dengan aira.aira langsung berjalan mengikuti langkah kepala pelayan,setelah jarak mereka agak jauh dengan pelayan lainnya kepala pelayan langsung memberikan instruksi kepada aira."aira mulai hari ini kau yang akan mengurus semua keperluan tuan muda sakti mulai dari sarapannya sampai dengan pakaiannya"kata kepala pelayan kepada aira. jangan sampai membuat kesalahan yang membuat tuan muda sakti marah besar kepadamu aira, dan juga kau jangan melupakan tugas utamamu membersihkan kebun belakang"kata kepala pelayan sambil menatap tajam aira.

__ADS_1


aira hanya mengangguk pelan tanpa berbicara, hari ini aira berjanji dalam hati akan bekerja dengan semangat dan bertekad tidak akan melakukan kesalahan sekecil apapun agar tuan muda sakti tidak marah lagi kepadanya, ''hhmm liat saja nanti aku akan bekerja secara profesional baru kalian tau yah kalau aira itu tidak selemah yang kalian pikir, lagian memangnya tuan muda sakti tidak khawatir kalau aku akan kepikiran mau meracuni makanannya?liat saja nanti"ucap aira dalam hatinya.


__ADS_2