
aira yang sedari tadi berdiam diri tiba tiba melangkah pergi meninggalkan amasya,aira memilih masuk ke dalam mobil daripada membalas ocehan amasya yang membuat telinga aira terasa panas.namun belum sempat aira duduk di dalam mobil amasya telah menarik tangan aira untuk keluar dari dalam mobil dan "plaakk"pipi aira langsung memerah dan terasa panas karena tamparan amasya."rasakan!!!,itu baru peringatan pertama karena kau sudah berani melawanku,dan aku tidak akan segan segan menyakitimu jika kau masih berani menggoda tunanganku"bentak amasya dengan tatapan bengisnya kepada aira.
"heii,,siapa yang melawanmu?aku justru tidak ingin melawanmu makanya aku memilih masuk ke dalam mobil"ucap aira dengan mimik menahan kesakitan."huuh berani sekali kau membantahku,dasar jalang"maki amasya sambil kembali mengangkat tangannya ingin menampar aira.namun sebelum tangan amasya mengenai pipi aira tuan muda sakti terlebih dahulu menahannya."hentikan amasya,,aku tidak suka kau menyakitinya"kata tuan muda sakti sambil memghempaskan tangan amasya.
"oohh,jadi sekarang kau malah membela wanita murahan ini?"tanya amasya kepada tuan muda sakti dengan tatapan penuh kekesalan."dia bukan wanita murahan,dia adalah calon istriku jadi jangan kau berani macam macam kepada dirinya"bentak tuan muda sakti sambil menatap tajam kepada amasya."sayaanng,,rupanya otakmu sudah di cuci oleh wanita murahan itu,apa.sih yang membuatmu berpaling kepadanya?sepertinya dia hanyalah seorang wanita miskin dan dia sudah menjebakmu sayaang,apa yang sudah dia berikan kepadamu sampai sampai kau begitu membelanya haah?apakah dia sudah merelakan tubuhnya untuk di tiduri olehmu?atau dia sudah mengaku hamil karena perbuatanmu?"tanya amasya berapi api kepada tuan muda sakti.
aira yang mendengar perkataan amasya semakin naik kekesalannya,namun aira juga merasa senang karena tuan muda sakti membelanya sehingga dengan begitu amasya mendapatkan balasannya."eehhmm,,sayaangg ayoo kita pulang,aku ingin beristirahat"ucap aira dengan manja kepada tuan muda sakti,aira lalu mendekati tuan muda sakti dan memeluk tubuhnya kemudian mengecup bibir tuan muda sakti sekilas."sekretaris pram yang melihat aira bermanja manja pada tuan muda sakti langsung terkekeh perlahan karena dirinya tahu pasti aira ingin membalas amasya dengan cara seperti itu.
__ADS_1
"ciiihh,,,dasar jalang!!!,lepaskan tangan kotormu itu dari tubuh tunanganku"maki amasya dengan kemarahan yang meledak ledak melihat aira yang sengaja memanas manasinya,amasya lalu menarik tubuh aira agar menjauh dari tubuh tuan muda sakti namun aira malah mendekap erat tubuh tuan muda sakti sehingga amasya merasa sedikit kesulitan untuk menarik aira."dasar jalang!!!,,kau rupanya menantangku haah???teriak amasya tiba tiba langsung menjambak rambut aira dengan kerasnya."aawwww,,,sakiiittt,,teriak aira langsung melepaskan pelukannya di tubuh tuan muda sakti."amasya lepaskan!!!atau aku juga akan menjambakmu"bentak tuan muda sakti sambil memberi kode sekretaris pram untuk memisahkan mereka.sekretaris pram kemudian langsung berusaha mengeluarkan rambut aira dari jambakan amasya,namun hal itu terasa begitu sulit karena amasya seperti tidak ingin melepaskan jambakannya.
"nona amasya tolong lepaskan jambakanmu,kasian nona aira dirinya sangat kesakitan"ucap sekretaris pram berusaha membujuk amasya,namun amasya seperti tidak mendengarkan apa yang di katakan oleh sekretaris pram,dirinya malah menjambak rambut aira semakin kuat sehingga aira semakin merasa kesakitan."amasya lepaskan jambakanmu itu atau aku akan menjambakmu juga!!!"bentak tuan muda sakti,dan tanpa menunggu lebih lama tuan muda sakti langsung menjambak rambut amasya sehingga amasya langsung berteriak kesakitan."aaduuuhhh,,,saakkiiitt,,sakiiittt,,lepaskan bisa rusak rambutku nanti"teriak amasya sambil melepaskan jambakannya di rambut aira.
"heeiii,,ada apa ini?apa yang sedang terjadi?"tiba tiba terdengar suara seseorang dari arah belakang tuan muda sakti.serentak semua mata langsung tertuju kepada sosok pemilik suara barusan."eh,,kau,,kita barusan ketemu tadi kan?tanya laki laki yang baru datang itu kepada tuan muda sakti."dia ini tunanganku aska apa kau kupa?"kata amasya kepada aska,dan seketika itu juga aska langsung terperanjat kaget"pantas saja aku seperti merasa mengenalinya tapi lupa di mana"ucap aska dalam hati sambil memandang wajah tuan muda sakti dan kemudian menoleh ke arah wanita yang ada di dekat tuan muda sakti."looh,ini kan aira,kenapa rambutmu jadi semrawut gitu?"tanya aska keheranan namun kemudian aska langsung mengerti kalau telah terjadi pertengkaran antara mereka karena rambut amasya juga tampak awut awutan.
"tak perlulah kau repot repot mengarang cerita,karena aku tidak akan mempercayainya"ucap tuan muda sakti lalu meraih tangan aira dan langsung menariknya masuk ke dalam mobil."sayaanng,,tunggu dulu,kita harus bicara kau harus mendengarkan apa yang di katakan aska tentang wanita murahan itu teriak amasya seraya mengedor ngedor kaca mobil.tuan muda sakti hanya berdiam diri tak bergeming dengan teriakan amasya dan langsung memerintahkan sekretaris pram untuk langsung menjalankan mobilnya.
__ADS_1
"siall,,kenapa juga sih harus bertemu dengan dua manusia itu"maki tuan muda sakti dengan ekspresi wajah yang sedang menahan amarahnya."sayaang,,kau tidak apa apa kan?"tanya tuan muda sakti kepada aira sambil membelai pipi aira dengan lembut.aira tidak menjawab namun air mata tiba tiba mengalir di pipinya menandakan saat ini aira tidak sedang baik baik saja."maaf sayaang,aku tadi tidak sempat melindungimu,tapi aku janji amasya tidak akan pernah menyakitimu lagi"ucap tuan muda sakti sambil menyeka air mata aira dan kemudian melumat bibir aira dengan lembut.
sementara itu,amasya yang di tinggal begitu saja oleh tuan muda sakti langsung menumpahkan kemarahannya kepada aska yang berada di sampingnya."aska sebenarnya kau kenal tidak dengan wanita murahan tadi itu siih?"teriak amasya dengan kesal kepada aska."iya,iyaaa,,aku kenal dengan wanita itu,dia adalah mantan pacarku"jawab aska seraya menjauhi aira karena tidak tahan mendengar suara aira yang melengking tinggi."tuuuhh kaann,,,kenapa kau tidak langsung cerita yang sesungguhnya kalau wanita itu sudah kau tiduri berulang ulang,dengan begitu tunanganku akan segera sadar bahwa wanita murahan itu sedang menjebaknya"teriak amasya lagi seking kesalnya kepada aska.
"aska,mulai hari ini kau harus membantuku menyingkirkan mantan pacarmu itu dari tunanganku,dan aku akan memberikan imbalan yang besar kepadamu asal kau mau berterus terang kepada tunanganku kalau wanita itu bukanlah wanita baik baik"ucap amasya dengan berapi api kepada aska."hhhmmm,,bagaimana yaah,,setahuku aira itu wanita baik baik bahkan dirinya adalah wanita lugu dan polos"jawab aska sambil menggaruk garuk kepalanya dan bertingkah seperti sedang berpikir keras."tutup mulutmu itu,aku akan membayar dirimu mahal jika kau bersedia memfitnah wanita murahan itu,bahkan aku akan bersedia kau tiduri asal kau membantuku"ucap amasya tanpa ragu ragu.
"haah,benarkah?coba,,coba kau ulangi lagi kata katamu tadi amasya,aku seperti merasa ada yang salah dengan pendengaranku"ucap aska sambil pura pura mengorek ngorek telinganya."dasar brengsek kau aska,selalu saja mengambil kesempatan dalam kesempitan.yang aku katakan tadi,aku akan membayar mahal dirimu,,,"bukan,bukan yang itu"sanggah aska cepat."aku bersedia tidur denganmu asal kau menyingkirkan wanita murahan itu dari tunanganku"ucap amasya sambil menggertakkan giginya menahan rasa marah."hahaha,,jangan marah begitu doong,,kan kau sendiri yang menawariku jika kau tidak ingin,aku juga tidak akan memaksamu,tapi alangkah baiknya kalau kita berdua sama sama untung kan?ucap aska sambil tertawa licik."yaah,aku akan tidur denganmu asal kau membantuku aska"ucap amasya sekali lagi dan langsung melumat bibir aska."hhmm,,bagaimana kalau kau menyemangatiku di apartemenmu saja"ucap aska sambil mengedipkan matanya."ayoo,,siapa takut"tantang amasya
__ADS_1