Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
hari yang melelahkan


__ADS_3

aira yang belum selesai dengan tugasnya memakaikan dasi kepada tuan muda sakti,kini harus kembali kerepotan mengatur napasnya yang terasa sesak, seketika jantungnya langsung berdebar kencang karena tuan muda sakti memegang tangannya dan mengajarinya cara memakaikan dasi.aira langsung berkeringat dingin, tangannya gemetaran karena dia tau pasti setelah ini tuan muda sakti akan mengerjai dirinya.


tuan muda sakti hanya senyum senyum sendiri melihat aira yang pucat pasi di hadapannya, aira yang sekarang lagi berusaha konsentrasi dengan dengan dasi di tangannya tanpa sengaja mengikatkan dasi dengan kencang ke leher tuan muda sakti,sehingga membuat tuan muda sakti ngap ngapan kesulitan bernapas.dengan segera tuan muda sakti langsung mendorong tubuh aira ke belakang, dan dengan segera melonggarkan ikatan dasi di lehernya. "dasar cewek gila, kau mau membunuhku yah"? sentak tuan muda sakti kepada aira sambil memegang lehernya yang masih terasa sakit.


"astagaaaa,,,maaf tuan",,,aku tidak sengaja"ucap aira bertambah ketakutannya, aira semakin salah tingkah karena tidak tau apa yang harus dia lakukan untuk menenangkan tuan muda sakti yang saat ini sedang marah besar.tanpa pikir panjang aira langsung mendekati tuan muda sakti, memegang tangannya sambil berlutut. "tuan muda maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu, aku benar benar tidak sengaja,aku mohon maafkan aku"ucap aira dengan nada serak menahan tangis, pandangan matanya memelas kepada tuan muda sakti.

__ADS_1


sejenak tuan muda sakti tertegun menatap aira, entah mengapa tuan muda sakti langsung merasa kasihan menatap wajah aira yang sangat ketakutan saat ini."hhmm kasihan juga dia, sepertinya permintaan maafnya tulus,cewek ini sangat beda dengan tunanganku amasya, dia tidak sungkan sungkan untuk meminta maaf atas kesalahannya, sangat beda dengan amasya yang sangat angkuh.huuuh kenapa aku jadi kepikiran amasya"rutuk tuan muda sakti. dalam hatinya."aaahh kau itu bisamu hanya minta maaf saja, selalu kau mengulang membuat kesalahan dan setelah itu kembali meminta maaf, aku sampai bosan mendengarkan permintaan maafmu itu"semprot tuan muda sakti kepada aira sambil menatap wajah aira dengan tatapan mata seperti ingin menelan aira hidup hidup."sudah, sana cepat ambilkan sepatuku aku sudah telat ke kantor gara gara dirimu"bentak tuan muda sakti kepada aira.


aira kemudian mengambilkan sepatu yang akan di kenakan tuan muda sakti, tuan muda sakti yang saat ini sedang mengutak atik hpnya hanya melirik sekilas ke arah sepatu yang di bawakan aira, dan memberikan kode kepada aira untuk segera memasangkan sepatu itu kepadanya.aira kemudian berjongkok untuk memakaikan sepatu itu ke kaki tuan muda sakti dan kemudian mengikatkan tali sepatu itu,setelah selesai dengan tugasnya aira lalu beranjak bangkit. "maaf tuan sudah selesai"ucap aira dengan pelan kepada tuan muda sakti, tuan muda sakti kemudian memberikan kode kepada aira agar aira segera pergi dari situ.aira kemudian membungkukkan tubuhnya. sejenak sebelum berbalik meninggalkan tuan muda sakti sendiri.beberapa saat kemudian tuan muda sakti selesai dengan urusannya mengutak atik hpnya, dirinya beranjak bangkit dari duduknya namun sekilas tuan muda. sakti melirik ke arah sepatu yang di pakainya. sebuah senyuman tersungging di bibir tuan muda sakti setelah melihat cara aira mengikatkan sepatunya, "hhmm dasar cewek gila mau ikat sepatu saja pakai model aneh segala, tapi boleh juga siih"ucap tuan muda sakti sambil tertawa pelan.tuan muda sakti kemudian melangkah keluar kamar menuju ke arah sekretaris pram yang sedari tadi menunggunya di ruang tamu."ayo brerangkat"ucap tuan muda sakti sambil tersenyum kepada sekretaris pram, sekretaris pram hanya bisa menatap dengan tatapan heran kepada tuan muda sakti yang mendadak ceria, padahal tadi suasana hatinya lagi buruk.


mengambil gelas dan menuangkan air putih ke dalamnya, tenggorokannya terasa begitu haus.dalam sekejap air minum segera berpindah ke dalam perutnya, aira lalu menghembuskan napasnya kuat kuat,dan kemudian aira berjalan menuju ke belakang, aira akan kembali membersihkan kebun belakang yang menjadi tugas utamanya.

__ADS_1


sejenak aira berdiri mematung memandangi kebun yang akan dia bersihkan itu, aira memutar otak bagaimana caranya agar kebun belakang yang menjadi tanggung jawabnya itu segera bersih dan dirinya segera terbebas dari hukumannya."hhmmm aku harus secepatnya menyelesaikan pekerjaanku ini agar aku bisa segera pergi dari rumah yang sudah seperti penjara ini"gumam aira.aira kemudian mulai bekerja membabat habis rerumputan di depannya, aira begitu bernapsu ingin segera menyelesaikan tugasnya itu,aira bekerja tanpa berhenti dalam waktu beberapa jam saja, sudah tampak perubahan di kebun belakang itu.


rumput rumput liar yang mengganggu pemandangan kini habis di babat aira, dan bunga bunga yang ada di kebun belakang itu makin jelas terlihat, sejenak aira berhenti untuk minum dan membersihkan keringatnya lalu melanjutkan kerjanya membersihkan kebun itu.dan kini, kebun belakang rumah sudah seperti disulap,yang tampak hanya bunga bunga dan beberapa pohon besar,sehingga membuat sejuk mata yang memandang."huuffft, akhirnya pekerjaanku mendekati rampung, semoga besok aku bisa menyelesaikan semuanya, ternyata ada gunanya juga diriku berasal dari kampung"ucap aira sambil mengedarkan pandangannya.aira kemudian duduk menjeplok di tanah begitu saja sambil memijat mijat pergelangan tangannya yang terasa sakit, "huuuhh pegelnya tangan ini, mungkin karena sudah lama tidak mengarit rumput yah"ucap aira sambil senyum senyum sendiri.


aira lalu teringat kepada kedua orang tuanya di kampung, dan aira kini kembali terisak isak, namun aira segera menghapus air matanya dirinya bertekad tidak akan menangisi keadaannya,aira bertekad akan segera menyelesaikan hukumannya dan segera pergi dari rumah tuan muda sakti.mengingat tuan muda sakti, aira kembali teringat ciumannya dengan tuan muda sakti.aira lalu memegang bibirnya, jantungnya kembali berdetak cepat membayangkan ciuman yang mereka berdua lakukan tadi."gilaa, kenapa aku bisa menikmati ciuman itu walaupun cuma sejenak,dasar kau aira malu maluin pasti tuan muda sakti semakin memandang rendah dirimu, dasar bodoh,,, bodohh"rutuk aira sambil memukul mukul bibirnya sendiri."aduuuh,sakiittt"aira meringis kesakitan karena tangannya memukul bibirnya terlalu keras.aira lalu mengelus bibirnya dan kemudian aira kembali mengingat ciuman yang di lakukan tuan muda sakti kepadanya, "aah kenapa otakku jadi mesum begini siih"rutuk aira sambil memukul mukul kepalanya."mungkin aku harus mandi dan beristirahat agar otakku ini kembali normal" ucap aira seraya bangkit dari duduknya dan kemudian melangkah masuk ke dalam rumah, aira memilih menghilangkan semua rasa lelahnya di dalam kamar mandi, aira mandi sambil bernyanyi nyanyi kecil, hatinya terasa gembira karena sebentar lagi dia akan segera terbebas dari hukumannya.

__ADS_1


__ADS_2