
dokter yang menangani aira kembali memberikan senyuman ramahnya kepada aira, dan senyuman itu sedikit menentramkan hati aira yang saat ini mulai gelisah. "tenang saja nona, kau tidak usah panik tuan muda sakti tidak memaksa nona untuk kembali masuk ke lift untuk bisa turun ke lantai bawah, tuan muda sakti hanya sedikit keberatan jika nona harus melewati tangga jika akan turun ke bawah,karena kondisi nona sekarang ini masih dalam pemulihan"ucap sang dokter dengan suara yang lembut kepada aira.
"tapi dokter aku ingin lewat tangga saja, aku tidak mau jika di paksa untuk masuk ke lift lagi"ucap aira dengan mata yang berkaca kaca."tenang nona,,, tenangkan dirimu,, karwna kau akan turun pakai tangga ke bawah, aku akan menyuntikan vitamin kepadamu sehingga kau akan merasa lebih kuat dan bertenaga, jadi kau tidak akan kecapaian setelah sampai ke lantai bawah"ucap sang dokter sambil memberikan kode kepada perawat yang ada di belakangnya.
sang perawat kemudian menyiapkan sebuah suntik yang sebelumnya telah di isi obat yang entah apa namanya,dan kemudian perawat itu menyerahkan alat suntik tersebut kepada. dokter."naah aku akan menyuntikmu sekarang dengan vitamin itu nona, tunggu sebentar yaah ini tidak akan terasa sakit sama sekali"rayu sang dokter sambil menusukkan jarum suntiknya ke selang infus aira yang saat ini belum di cabut dari tangannya.aira hanya bisa pasrah saja ketika menerima suntikkan karena sang dokter terus melemparkan senyum ramahnya kepada aira sehingga aira tidak merasa curiga sediktpun, bahkan ketika aira sedikit meringis sewaktu obat yang di suntikkan dokter terasa sedikit menyakitkan ketika masuk ke dalam nadinya,aira tetap tidak merasa takut hanya tuan muda sakti yang langsung bergerak maju mendekati aira ketika melihat ekspresi aira sedikit kesakitan.
__ADS_1
dokter kemudian segera mengelus elus urat yang ada di permukaan punggung tangan aira dan kemudian memberikan kode kepada aira untuk segera melakukannya sendiri karena tuan muda sakti memberikan tatapan tidak suka kepada sang dokter sehingga dokter langsung buru buru melepaskan pegangan tangannya pada aira.aira yang tidak begitu memperhatikan ekspresi tuan muda sakti kemudian menggenggam tangan sang dokter untuk mengucapkan terima kasih. "terima kasih banyak dokter, sudah memperhatikanku"ucap aira kepada sang dokter."sama sama nona, sudah jadi kewajiban kami untuk melayani pasien dengan baik"balas sang dokter sambil tersenyum dan kemudian buru buru melepaskan tangan aira karena dia tau tuan muda sakti pasti saat ini sedang menatapnya dengan tatapan mata yang ingin menelannya hidup hidup.sekretaris pram yang sejak tadi terus mengamati gerak gerik tuan muda sakti hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya dengan takjub.
"dokter apakah aku sudah bisa pulang. setelah habis disuntik? tapi kenapa infus di tanganku belum juga di lepas yah"?tanya aira sambil menguap."oh iya, tunggu sebentar nona suster akan membantu melepaskan infus yang terpasang di tangan nona dan setelah itu nona sudah boleh pulang"ucap dokter kemudian menoleh kepada perawatnya dan kembali memberi kode perawatnya untuk melepaskan infus pada aira.suster kemudian berjalan mendekati ranjang aira sambil membawa alat alat yang akan di gunakan untuk melepaskan infus.
aira yang sudah merasakan matanya terasa berat berusaha untuk tetap memperhatikan perawat yang saat ini sedang mencoba melepaskan infusnya,"suster masih lama yah?kok sepertinya susah banget siih melepaskan jarum infus itu dari tanganku?"tanya aira sambil terus terusan menguap."iya sebentar nona, sedikit lagi,harus di lakukan pelan pelan agar nona tidak merasakan kesakitan"jawab suster sambil terus menundukkan pandangannya."kalau begitu tolong bangunkan aku kalau sudah selesai yah sus, aku mau tidur sejenak"ucap aira yang kemudian menyerah dengan kantuknya.aira kemudian memejamkan matanya dan langsung tertidur pulas.
__ADS_1
tuan muda sakti kemudian mengangkat tubuh aira kemudian meletakkan di kursi roda, aira yang saat ini sedang dalam pengaruh obat tidur tidak merasakan sedikitpun apa yang sedang terjadi pada dirinya, bahkan aira tidak menggeliat sedikitpun hal itu membuat tuan muda sakti tersenyum puas."sekretaris pram ayo kita segera turun ke bawah sebelum aira terbangun"ucap tuan muda sakti sambil memberikan kode kepada perawat untuk segera mendorong kursi roda yang di duduki aira.mereka kemudian bergerak meninggalkan ruangan tempat aira di rawat menuju lift untuk turun ke lantai bawah.
jantung tuan muda sakti entah mengapa berdebar kencang ketika pintu lift di depannya terbuka, pikirannya kembali melayang pada kejadian beberapa saat lalu ketika aira begitu merasa ketakutan ketika berada di dalam lift.tuan muda sakti kemudian melirik ke arah aira yang saat ini masih tertidur lelap, dan ketika mereka bergerak masuk ke dalam lift tuan muda sakti semakin gelisah sehingga mengeluarkan keringat dingin, entah mengapa bayang bayang aira yang ketakutan begitu jelas terbayang kembali di pikirannya membuat tuan muda sakti merasa kegerahan dan dia segera melonggarkan dasinya untuk berusaha menghilangkan kegelisahannya. "tuan muda, apakah anda baik baik saja"?tanya sekretaris pram dengan kening mengkerut melihat sikap tuan muda sakti yang terasa aneh di matanya. "eh,, t,, ti,, tidak aku baik baik saja"ucap tuan muda sakti merasa terkejut dengan pertanyaan sekretaris pram kepadanya."tapi tuan muda dirimu tampak gelisah dan kau sepertinya pucat, apakah kau merasa pusing"?tanya sekretaris pram lagi sambil menatap.dengan seksama raut wajah tuan muda sakti. "tidak apa apa, aku hanya sedikit terbayang kejadian tadi ketika aira merasa ketakutan berada di dalam lift"ucap tuan muda sakti sambil matanya melirik ke arah aira yang berada di kursi roda.
tuan muda sakti menatap dalam dalam wajah aira yang begitu polos ketika sedang tertidur, aura kecantikan aira terlihat memancar keluar sehingga sejenak tuan muda sakti merasa terpesona dan debaran aneh itu kembali muncul membuat tangan tuan muda sakti tanpa sadar terulur mengelus wajah aira dan menyingkirkan rambut rambut halus yang menutupi wajah aira.namun seketika tangan tuan muda sakti berhenti mengelus pipi aira ketika tiba tiba aira menggeliat dan memiringkan posisi duduknya, mata tuan muda sakti seketika terbelalak lebar dan jantungnya langsung berdebar kencang, wajahnya seketika pias menatap ke arah sekretaris pram."celaka aira akan terbangun dan akan kembali merasakan ketakutan karena berada di dalam lift"ucap tuan muda sakti dengan bergetar, nampak jelas kepanikan di wajah tuan muda sakti.
__ADS_1
dan tak di sangka sangka oleh sekretaris pram dan perawat yang memegang kursi roda aira, tuan muda sakti langsung menunduk dan dengan segera mengangkat tubuh aira.tuan muda sakti memeluk tubuh aira dengan erat."tidurlah aira, jangan dulu kau terbangun dari tidurmu, aku akan melindungimu"bisik tuan muda sakti sambil mengecup pipi aira perlahan.