Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Grace & Wira 6


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Pyaarrrr!


Praangggg!


Melihat Wira yang tiba tiba melemparkan koper, Grace pun tak tinggal diam. Dia ikut melemparkan beberapa barang yang ada di dalam kamar nya. Tentu saja hal itu membuat Wira sedikit terkejut.


“Lempar lagi!” tantang Grace dengan nafas yang sedikit memburu, “Banting aja semua yang ada di sini. Seperti ini!” imbuh Grace yang langsung melemparkan sebuah botol parfum ke arah kaca rias hingga membuat kaca itu berhamburan.


“Grace!” gumam Wira mengepalkan tangan nya menahan rasa geram.


Gadis itu tidak perduli, untuk pertama kalinya, ia mendapatkan perlakuan yang sedikit menyakitkan. Dirinya hanya bertanya, dan berpura pura merajuk, apa salahkan laki laki itu membujuk nya. Lagipula ada apa dengan negara Jepang, hanya karena Baby ada di sana, lantas bisa membuat Wira langsung marah pada nya.


Jika memang ada sesuatu di sana, mengapa tak bicara baik baik saja. Mungkin saja dirinya bisa mengerti. Grace akui bahwa dirinya memang nakal, bar- bar dan pemberontak. Tapi dia juga punya hati dan perasaan. Jika dirinya di beritahu baik baik, pasti ia juga akan mengerti, tak perlu menggunakan emosi dan buang tenaga.

__ADS_1


“Mau kemana kamu!” Wira langsung mencekal pergelangan tangan Grace kala melihat Grace yang meraih kasar kunci mobil nya dari atas meja.


“Lepas!”


“Enggak, sebelum kamu bilang mau kemana!”


Grace semakin mengepalkan tangan nya, membuat air mata yang sejak tadi sudah ia tahan kini meluncur dengan begitu deras tanpa permisi.


Gadis itu langsung terduduk di lantai dengan posisi berjongkok, lalu menyembunyikan wajahnya di pergelangan tangan dan paha nya. Bahu nya naik turun, menandakan bahwa ia semakin terisak, membuat Wira langsung menarik napas nya panjang.


“Maaf mu gak akan buat hati ku sembuh Mas, hiks hiks hiks.” Jawab Grace terus menepis tangan Wira yang sedang berusaha membujuk nya.


“Apa yang harus ku lakukan, agar kamu memaafkan ku?”


“Tau! Pikir aja sendiri!” cetus Grace lalu ia mendorong tubuh suami nya dan segera berjalan cepat menuju kamar mandi.

__ADS_1


Ya, mandi adalah solusi terbaik untuk nya saat ini. Melanjutkan aksi menangis nya di bawah kucuran air shower sambil terus mengumpat suami nya yang memiliki temperamen cukup tinggi.


Sementara itu, Wira yang melihat Grace bersembunyi di dalam kamar mandi, hanya bisa menghela napas nya berat. Ia mendudukkan dirinya di sisi tempat tidur dan menyandarkan kepala nya pada head board.


“Tuhan, apa yang harus ku lakukan!” gumam Wira mengusap wajah nya kasar. Rasanya ia cukup frustasi menghadapi istri kecil nya, begitu sulit baginya memahami Grace yang masih sangat labil.


Ia juga merasa, semua yang ia lakukan serba salah. Bahkan, dia juga sangat sulit untuk mengontrol emosi nya. Terbiasa sendiri dalam waktu yang lama, membuat Wira sangat sulit menyesuaikan hidup nya yang sekarang, terlebih memiliki seorang istri yang masih sangat labil.


Drrrtt ... Drrttt ... Drrtt ..


Suara getaran ponsel berhasil membuyarkan lamunan Wira. Laki laki itu langsung mengerutkan dahi nya saat melihat sebuah nama yang tertera di layar ponsel nya.


Sebelum mengangkat nya, ia mencoba untuk mengontrol diri terlebih dulu. Tak ingin jika nanti, suaranya terdengar seperti masih sedang emosi, hingga setelah ia merasa sedikit tenang, barulah ia menjawab panggilan telfon tersebut.


“Halo Sayang ... “ ucap nya saat sudah mengangkat sambungan telfon itu.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2