Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Menemui Dimas


__ADS_3

"Dan aku masih waras, aku masih tertarik sama wanita lah" Dodi tak mau kalah


"hahaaha" mereka tertawa barengan


Tawa mereka baru berhenti saat pelayan cafe datang menghampiri mereka.


"Maaf mengganggu, silahkan mau pesan apa mas?" tanya salah satu pelayan cafe sambil memberikan buku menu yang di jual disana.


"Aku Stik daging nya satu, dan es teh aja" ucap Dimas " kamu mau apa dod?" tanya Dimas


"Aku air mineral aja Dim" ucap Dodi


"Ada lagi mas?" tanya pelayan cafe itu


"Gak, itu aja" ucap Dodi


pelayan cafe itu pun pamit pergi dari hadapan mereka


"Kamu yakin, ngajak aku kesini terus kamu cuma mesan air mineral?" tanya Dimas


"Aku sudah makan dirumah, sebelum kesini. lagian tujuan aku ngajak kamu kesini bukan untuk makan aja, tapi ada hal penting yang ingin kutanyakan padamu" ucap Dodi


"Hal penting..??? soal apa??" tanya Dimas penasaran


"Ini soal Syifa" ucap Dodi


"Syifa.. )


"iya tentang Syifa" ucap Dodi lagi


"Syifa... Maksudmu Syifa putri ardiyanti" ucap Dimas memastikan


"yap... kamu benar, dan sepertinya kamu kenal dekat dengan nya"ucap Dodi


"Iya aku memang mengenal nya, dan cukup dekat" jawab Dimas jujur


"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, dan aku harap kamu jawab jujur" pinta Dodi


"Apa yang ingin di tanyakan Dodi, Apakah dia ingin menanyakan tentang Syifa padaku, sepertinya ini hal yang serius". Batin Dimas


"Iya silahkan" ucap Dimas


"Maaf sebelumnya, kalu pertanyaan ku tidak sopan, tapi ini memang harus aku tanyakan" ucap Dodi yang sebenarnya tidak enak


"tidak apa, jika jawaban yang ku berikan bisa membuat mu puas, aku tak masalah, sekarang katakan saja" ucap Dimas santai

__ADS_1


"Begini, aku mau tanya apa kamu sudah kenal lama dengan Syifa dan apa hubunganmu dengan nya?" tanya Rendi


"Haahaaa.. aku kira kamu mau menanyakan tentang apa, ternyata itu..." bukan nya menjawab Dimas malah tertawa


"Aku serius dim, tolong kamu jawab aja dengan jujur" pinta Dodi


"Aku baru mengenal nya baru sekitar kurang dari 2 bulan mungkin, kalu tentang hubungan kami memang tidak ada hubungan spesial" jawab dimas jujur.


"jadi selama ini, mereka memang tidak ada hubungan apa-apa. dan berarti Syifa tidak mengkhianati Rendi. Syukurlah kalu begitu.tapi aku harus tetap mencari kebenaran nya dulu." batin Dodi


"kamu yakin tidak ada hubungan apa-apa?" tanya Dodi lagi memastikan


"aku memang tidak ada hubungan Tapi.....)


"Tapi kenapa dim?" tanya Dodi penasaran


"iya.. tapi ntah kenapa aku ngerasa kenal lama dengan nya, seperti ada ikatan batin" ucap Dimas jujur


"Apa maksud Dimas, ikatan, ikatan batin apa.?? apakah dia mulai menyukai Syifa, tidak aku tidak akan biarkan itu.. aku akan katakan jika Syifa adalah tunangan Rendi yang itu artinya sebentar lagi akan jadi adik ipar ku. Aku tidak akan biarkan dia merebut kebahagian Rendi. batin dodi


"Sebagai teman baikmu, apakah aku boleh meminta sesuatu padamu, apa kamu bisa mengabulkannya?" tanya Dodi


"Ada apa dengan Dodi, tadi dia menanyakan sesuatu tentang Syifa, sekarang dia mau meminta sesuatu lagi. apa sebenarnya yang terjadi" batin Dimas


"Aku minta dan berharap mulai sekarang kamu lupakan Syifa dan jangan ganggu dia lagi, ini demi kebaikanmu dan Syifa." pinta dodi


"Apa tujuannya ini, kenapa makin kesini makin aneh, apakah dia menyukai Syifa, hingga harus memintaku menjauhi nya" batin Dimas


"Kenapa aku harus menjauhi Syifa??" Tanya Dimas


"Iya karena dia sudah bertunangan, dan Sebentar lagi dia akan menikah" ucap Dodi dengan lantang dan jelas


"Ouhh tentang itu, aku sudah tau" jawab Dimas santai


"Apa, Dimas tau jika Syifa bertunangan, lalu kenapa dia masih mendekati Syifa" Batin Dodi


"Kamu tau siapa tunangan nya?" tanya Dodi


"Tidak tau" jawab Dimas sambil menggelengkan kepalanya


"Dia tidak cerita denganmu siapa tunangan nya?" tanya Dimas lagi


"Iya, belum sempat" jawab Dimas


"Belum sempat gimana maksudmu?" Dodi bingung

__ADS_1


"Iya belum sempat dia cerita sejauh itu, kamu kenapa posesif gitu, tadi aku sempat berpikir kamu menyukai Syifa, atau mungkin kamu tunangan nya, tapi itu tidak mungkin karena tidak ada cincin tunangan di jari mu" ucap Dimas


"Iya, aku memang menyukai Syifa, tapi sebagai calon adik ipar" jawab Dodi


"Ipar,,??, maksud kamu, dia...)


"Iya, dia adalah calon istri Rendi adik kembaran ku, makanya aku memintamu untuk menjauhi nya. karena kemarin sempat salah paham di antara mereka hanya karena melihat foto kamu berduaan dengan Syifa, itulah sebabnya aku mengajakmu bertemu disini dan memastikan tidak ada hubungan apa-apa antara kamu dan Syifa" jelas Dodi


Dodi menjelaskan panjang kali lebar, tentang kesalahpahaman Syifa dan Rendi hingga perkelahiannya dan Rendi tadi siang.


"Haahaa.... " Dimas tertawa mendengar cerita Dodi


"kalian salah paham Dod, kamu tenang saja, aku tidak ada niat mau merebut Syifa dari Rendi" jujur Dimas


"Aku dan orang tuaku sudah menganggap nya bagian dari keluarga kami" sambung dimas


"Maksud kamu bagaimana?" Dodi tak mengerti


Dimas pun juga menjelaskan bagaimana awal pertemuannya dengan Syifa sampai kedua orang tuanya menganggap nya bagian dari keluarga Argantara


"Syukurlah, sekarang aku sudah lega" ucap Dodi lalu dia tersenyum, setelah mendengarkan penjelasan Dimas.


"iya, untung saja kamu tidak ikut salah paham Dod, sekarang sudah clear ya.. " ucap Dimas


"Tapi aku bingung, siapa yang memberikan foto-foto aku dan Syifa dengan Rendi,?" tanya Dimas lagi


"Aku juga tidak tau, tidak ada nama pengirimnya" jawab Dodi


"Aku rasa memang ada orang yang mau mengadu domba Rendi dan Syifa" ucap Dimas


"Aku rasa juga begitu, tapi siapa????" tanya Dodi bingung


"Yang pasti orang itu tidak ingin pernikahan antara Syifa dan Rendi terjadi" ucap Dimas


"Itu sudah pasti Dim, yang aku khawatirkan, jika cara ini tidak berhasil apakah dia akan mencari cara lain lagi" gumam Dodi


"sudah jelas dod, dia pasti mencari cara sampai berhasil menggagalkan pernikahan itu." ucap Dimas dengan yakin


"Kamu benar. aku harus cari tau siapa orang nya, karena dia lah aku sampai berkelahi dengan Rendi, dan aku juga tidak ingin pernikahan ini gagal" kesal Dodi


"Apa aku boleh menawarkan diri untuk membantu mu menyelidiki nya?" tawar Dimas


"jangan dulu Dim, aku lakukan sendiri, aku tidak ingin merepotkanmu. ini masalah keluargaku, jika aku butuh bantuanmu, aku akan memintanya nanti" tolak Dodi


"Bagaimana mungkin, aku membiarkanmu menyelidiki sendiri Dod, Syifa sudah seperti adikku sendiri, aku juga tidak akan membiarkan ada orang yang merusak kebahagian nya" ucap Dimas tak mau kalah.

__ADS_1


__ADS_2