
tanpa terasa mobil yang di kendarai oleh sekretaris pram dan tuan muda sakti telah sampai di depan rumah mewah tuan muda sakti, penjaga pintu gerbang langsung berlari tergopoh gopoh membukakan pintu gerbang untuk mobil mereka dan kemudian mobil meluncur dengan pelan masuk ke dalam.sekretaris pram dengan segera turun dari pintu depan dan langsung berjalan cepat untuk membukakan pintu tuan muda sakti dengan aira yang masih tertidur pulas.
tuan muda sakti kemudian kembali membopong tubuh aira masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan tatapan heran kepala pelayan yang sejak tadi berdiri menunggu perintah darinya,sekretaris pram yang mengikuti langkah tuan muda sakti dari belakang hanya bisa mengangkat bahunya saja ketika tatapan matanya beradu dengan tatapan mata kepala pelayan yang seolah olah meminta penjelasan dari apa yang di lihatnya barusan.
tuan muda sakti kemudian membawa aira masuk kedalam kamar yang berada di samping kamarnya,kamar itu begitu luas di bandingkan kamar aira yang berada di bagian belakang rumah itu."istirahatlah aira, aku akan menjagamu disini"ucap tuan muda sakti sambil meletakkan tubuh aira perlahan di atas ranjang yang empuk. namun begitu tubuh aira bersentuhan dengan ranjang di kamar itu, aira kemudian kembali menggeliat dan kembali merangkulkan tangannya ke tubuh tuan muda sakti, sehingga untuk sejenak tuan muda sakti tidak bergerak dari posisinya yang sangat dekat dengan tubuh aira.
wajah tuan muda sakti tampak bersemu merah karena salah tingkah, napas aira yang begitu terasa berhembus di dekat telinganya membuat degup jantung tuan muda sakti terasa lebih cepat. "duh sialan, kenapa aku jadi gugup begini sih"rutuk tuan muda sakti dalam hatinya. "eehemm"terdengar suara sekretaris pram berdehem di belakang tuan muda sakti, dengan seketika tuan muda sakti merasa wajahnya menjadi memanas dan dengan seketika dirinya mendorong tubuh aira agar dirinya terlepas dari rangkulan aira."kalau lagi jatuh cinta ga usah pamer sampe segitunya kaliii,,tolong hargai perasaan jomlo mengganaskan ini"ucap sekretaris pram sambil melangkah mendekati tuan muda sakti."sialan kau pram, pikirmu aku sedang pacaran sekarang? aira masih berada dalam pengaruh obat tidur"sungut tuan muda sakti sambil meninju bahu sekretaris pram dengan keras."aduuhh,, sakit"ringis sekretaris pram dengan ekspresi yang di buat buat sehingga tuan muda sakti semakin bertambah kesal melihatnya.
__ADS_1
"oohh,, dimana aku? ucap aira dengan nada heran dan dengan serentak tuan muda sakti dan sekretaris pram menoleh ke arah datangnya suara."tu,, tuan muda apa yang kalian lakukan di ruangan ini? mengapa aku berada di sini? ini ada di mana? tanya aira dengan menatap heran ke arah tuan muda sakti dan sekretaris pram berganti gantian.
tuan muda sakti yang langsung berjalan ke arah aira seketika menghentikan langkah kakinya, dan wajahnya yang tampak ceria seketika berubah menjadi cemberut mendengar suara bentakan dari aira."jangan mendekatiku, apa sebenarnya maumu tuan muda? jika kau ingin mempermainkan diriku tolong jangan lakukan itu, aku mohon"ucap aira dengan suara lantang kemudian perlahan lahan terdengar isakan dari mulut aira.
"dasar cewek bodoh, siapa juga yang tergiur dengan dirimu yang udah kayak papan triplek itu, aku sengaja membawamu ke kamar ini karena kamar belakang akan di isi dengan barang barang perlengkapan rumah ini,dan kau sengaja ku tempatkan di kamar yang berada di samping kamarku agar aku bisa menyiksamu kapan aku mau.kau sudah begitu merepotkan aku seharian ini jadi aku akan menambah hukumanku untukmu.kau harus setiap saat terjaga ketika aku membutuhkanmu, paham"?? ucap tuan muda sakti sambil menjitak keras jidat aira."jangan pernah berpikiran macam macam,karena hanya membuat aku semakin Marah"omel tuan Muda sakti dengan berapi api sambil menatap tajam aira seakan akan ingin menelan aira hidup hidup.
"ma,, maaf tuan, aku hanya merasa sedikit bingung saja dan seperti sedikit berhalusinasi"ucap aira dengan takut takut dan menundukkan wajahnya dalam dalam.taun muda sakti hanya mendengus kesal mendengar ucapan polos aira, sedangkan sekretaris pram nampak berusaha keras menahan tawanya mendengar ucapan yang keluar dari mulut tuan muda sakti. "ciih dasar pintar memutar balikkan fakta"ucap sekretaris pram sambil ketawa perlahan dan segera memalingkan wajahnya ke arah lain agar tidak ketahuan oleh tuan muda sakti.
__ADS_1
"aira, beristirahatlah agar tenagamu kembali pulih, aku sudah tidak sabar ingin menjadikanmu asisten yang selalu melakukan apapun untukku tanpa bayaran sepeserpun, camkan itu.itu adalah hukuman bagimu karena kau sudah sangat merepotkanku"ucap tuan muda sakti tepat di wajah aira. aira hanya mampu menundukkan kepalanya tanpa berniat membalas ucapan tuan muda sakti, hatinya sangat sakit mendengar semua kata kata itu, ingin rasanya aira menanduk wajah tuan muda sakti agar wajahnya yang menawan itu menjadi lebam lebam sehingga hilang sedikit kesombongannya.tapi apa daya aira hanya bisa melakukan itu di dalam hayalannya saja, karena aira tidak punya keberanian lebih untuk melakukan itu.
beberapa menit kemudian terdengar ketukan di pintu kamar sebelum pintu terbuka dengan perlahan, tampak dari balik pintu wajah nia tersembul dengan takut takut."masuklah, dan tolong kau bantu aira untuk mengganti pakaiannya"ucap sekretaris pram kepada nia. nia kemudian masuk dan melangkah mendekati aira dengan wajah yang tegang, nampaknya nia merasa gugup dengan keberadaan tuan muda sakti dan sekretaris pram di kamar itu, terlebih lebih tuan muda sakti memandang tajam ke arahnya seolah olah ingin menelanjanginya dengan tatapan mata yang membuatnya jadi panas dingin.
tuan muda sakti kemudian berbalik meninggalkan aira bersama sekretaris pram, ketika nia sudah berada di dekat aira."aira sebenarnya apa yang terjadi? mengapa kau bisa berada dalam kamar ini? tolong ceritakan padaku dengan sejelas jelasnya sebenarnya apa yang terjadi sampai sampai tuan muda sakti harus membopongmu keluar dari mobil sampai ke kamar ini"tanya nia dengan beruntun setelah sosok tuan muda sakti dan sekretaris pram menghilang di balik pintu.
"aduuh,, niaaa,, mengapa pertanyaanmu ini sudah seperti detektif saja? aku jadi bingung mau menjawab yang mana dulu"keluh aira yang tiba tiba merasa pusing dengan pertanyaan bertubi tubi dari nia."sebenarnya aku juga bingung mengapa aku tiba tiba ada di kamar ini,,, eeh tunggu dulu, apa yang barusan kau katakan? tuan muda sakti membopong tubuhku dari mobil sampai ke kamar sini"????? tanya aira dengan mata yang melotot ke arah nia.
__ADS_1
bersambung.....
tolong koment dan likenya doonnkk biar author tambah semangat nulis ceritanya, luv u 😊😊😘😘😘