
Dari jauh terlihat seorang pengantin wanita yang cantik dengan pakaian yang sangat indah dan mewah pastinya. Syifa menuruni tangga yang di temani oleh Serlina sahabat sekaligus adik iparnya itu.
Syifa memakai baju pengantin dengan warna putih bersih di tambah dengan riasan bunga melati segar di jilbab nya yang menambah aura kecantikan Syifa yang membuat semua mata memandang kagum padanya
Rendi langsung berjalan menghampiri Syifa dan Serlina saat melihat mereka menuruni tangga.
"wouyyy kak, ngapain senyum-senyum gitu" tanya Serlina saat melihat kakaknya tersenyum memandangi istrinya
"ehh iya, ga.k.. papa.... cantikk...." puji Rendi lalu dia tersenyum lalu dia me raih tangan Syifa dan membawanya ke pelaminan.
Syifa tersenyum malu saat mendapatkan pujian dari lelaki yang sekarang sudah berstatus suaminya.
"wahhh ternyata istrinya juga cantik bangat" puji salah satu tamu undangan
"benar-benar pasangan serasi, yang satu ganteng dan satunya cantik" ucap tamu undangan yang ada di sana saat melihat Rendi berjalan bergandengan dengan Syifa menuju pelaminan
"Aduh,,, kamu sangat cantik sayang" puji mommy Fitri
"iya kamu benar-benar cantik sayang" puji mami Lita
"Makasih mom, mami" ucap Syifa tersenyum
"Selamat ya sayang, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, semoga hidup kalian selalu di beri keberkahan" ucap Oma megan.
"Aamiin,.." ucap Syifa dan Rendi barengan.
"makasih Oma" ucap Syifa lalu dia memeluk Oma megan
para tamu pun bersalaman mengucapkan selamat kepada Rendi dan Syifa
"Selamat ya....)
"Selamat....)
"Selamat ya Ren, sekarang kamu udah jadi suami, udah bukan bocah lagi" ucap Dodi
"hehee.. iya kak" Rendi tertawa
"Selamat ya Ren, jaga adek gue, awas kalu kamu bikin dia sedih heeeeee" ancam Dimas sambil bercanda
"heehe. jangan khawatir, aku janji tidak akan membuat nya sedih, atau meneteskan air mata" jawab Rendi Serius
"Selamat ya Ren, semoga kalian bahagia" ucap Revan memberikan Selamat
"Makasih van udah datang" ucap Rendi
__ADS_1
"Tasya mana kak, gak ikut?" tanya Syifa dengan polos nya
"ouhh iya lagi di luar negeri, tidak ada disini" ucap Revan seperti menyembunyikan sesuatu.
*******
"Mommy" ucap Serlina menghampiri mommy nya.
"Serlina kamu......) mommy Fitri kaget
"Gimana mom, serlina cantik gak kalu kaya gini" tanya Serlina
"Cantik sayang cantik bangat, mommy suka liat kalian berdua pakai hijab" mommy Fitri bahagia sampai matanya berkaca-kaca saat melihat anaknya memakai hijab
"Serlina, kamu cantik bangat" puji Bu Lita
"Hehee. makasih tan" ucap Serlina malu-malu
"Serlina mau kesana dulu ya mom, tan" izin Serlina lalu dia meninggalkan Bu Fitri dan Bu Lita berdua
"Aduhh Bu Fitri, anak gadismu cantik sekali. pengen bangat aku jodohin sama putra ku... gimna bu!!! hehee" ucap Bu Lita
"Hehee,... aku setuju-setuju saja bu Lita, asalkan mereka mau.. tuh akan jauh lebih baik. keluarga kita bisa lebih dekat lagi. Persahabatan suami kita pasti makin erat kan " jawab Bu Fitri.
"Daddy, ngagetin mommy aja" ucap mommy sedikit manja.
"kalian lagi ngeliatin siapa sih, anak-anak?" tanya pak Yudi
"Iya Dad, mommy ngeliatin Serlina sama Dimas, seperti nya mereka cocok ya" ucap Bu Fitri
"hehee.. istrimu benar yud, seperti nya Dimas dan Serlina cocok" sambung pak varo
"haruskah kita jodohkan mereka juga?" tanya pak yudi dengan tersenyum
"Aku setuju saja, apa kita coba dulu. tapi jika mereka tidak mau, kita jangan memaksanya Dad" ucap Bu Fitri
"iya Bu Fitri benar, kita coba aja, jika mereka saling menyukai maka kita nikahkan dan jika tidak, tak jadi masalah kita tetap sudah menjadi keluarga juga kan" ucap Bu Lita
"Dad, ayok kita foto keluarga sudah di tunggu" ucap Dodi yang datang menghampiri para orang tua nya
"ouhh iya, ayok varo, kita foto-foto sama pengantin " ajak pak yudi dengan tersenyum
"Iya ayokk" ucap pak varo "Ayok mi" ajak varo lalu menggandeng tangan istrinya
"Ayok mom" ajak pak yudi yang tak mau kalah juga menggandeng tangan istrinya.
__ADS_1
Mereka berempat pun berjalan barengan menuju pelaminan, sudah seperti pasangan muda saja.
"Ya ellahhh.. ngenes bangat nasib gue" batin Dodi meratapi nasibnya yang jomlo sambil berjalan di belakang para pasangan ABG tua
"makanya,, cari pasangan biar gak jomlo lagi" bisik Serlina seakan-akan tau isi pikiran Dodi.
"Ehh kamu Lin, aku kira siapa" ucap Dodi
"hahaha, emang kakak ngarep nya siapa.. Tasya ya?" ledek Serlina
"ya gak lah, ngapain aku ngarep dia lagi" ucap Dodi jujur
"Ya kan mana ku tau kak, siapa tau kan" ucap Serlina
"hemmmmm...)
"Ingat ya kak, aku gak bakal setuju jika kakak masih suka sama Tasya" tegas Serlina
"Maafkan aku Lin, aku memang sampai saat ini belum bisa melupakan Tasya, entah kenapa aku masih berharap dia akan berubah menjadi wanita baik seperti Syifa, dan dia bisa melupakan dan mengikhlaskan Rendi" batin Dodi
"kok diam kak?,, masih kepikiran Tasya pasti" ucap Serlina tak suka
"kamu gak usah khawatir" jawab Dodi.
"Coba liat Dad anak-anak kita pakai hijab, makin tambah cantik kan" bisik bu Fitri pada suaminya
"Iya sayang, mereka sangat cantik, Serlina kalu pakai hijab mirip sekali seperti mommy waktu muda dulu" puji pak Yudi
"Iya Dad, mommy senang akhirnya putri kita satu-satunya sudah mau berhijab, ini karena Syifa dia memang membawa keberuntungan di keluarga kita" ucap mommy Fitri
"Daddy juga tak menyangka, Syifa membawa energi positif pada anak-anak kita, terutama Rendi, dia sekarang punya semangat hidup" ucap pak yudi.
Semua keluarga berfoto-foto tak ada yang ketinggalan. Terlihat kebahagian di keluarga mereka terasa sangat sempurna.
Sedangkan dari jauh ada seorang gadis yang menatap tak suka, pada pasangan pengantin iri, dan tak terima dengan kebahagian yang di lihat nya barusan
"kalian nikmati saja sepuas nya, setelah ini tak akan ada lagi kebahagian yang kalian terima" gumam gadis itu
"kalian akan membayar betapa sakit hatinya aku, aku pastikan hidup kalian akan menderita jauh dari tawa bahkan bahagia hehcc..." gumam nya lagi dengan sambil menggenggam tangan nya tak terima
"Neng, kalu mau masuk, masuk sekalian jangan berdiri di tengah jalan" tegur ibu-ibu tamu undangan pada gadis itu.
"i.iy...iya bu" jawab gadis itu tergagap dan ibu yang menegurnya hanya geleng-geleng kepala.
"Lebih baik aku pergi saja dari sini, sebelum ada yang melihat dan mengenali ku" ucap gadis itu pada dirinya sendiri lalu dia pergi dari perta pernikahan Rendi dan Syifa.
__ADS_1