
...~Happy Reading~...
“Mas udah mandi?” tanya Grace saat memasuki kamar nya, dan melihat sang suami sedang mengunci pintu.
Kini jam sudah menunjuk angka sembilan malam.
Karena keasikan mengobrol, sehabis makan malam, mereka melanjutkan untuk ke ruang belakang untuk bicara, mengingat besok pak Samto juga harus pergi lagi. Jadi, selagi ada waktu mereka menyempatkan untuk berkumpul dan quality time dengan keluarga.
“Sudah!” jawab nya singkat sambil berjalan menuju tempat tidur.
“Tadi pulang jam berapa? Kok udah mandi aja?” tanya Grace lagi.
“Jam tiga, tapi kamu gak ada!”
“Lagian katanya datang besok, kenapa sekarang udah dateng. Tadi kan aku ke Bandara dulu, buat jemput si Audy, terus kita ke rumah Ryana. Dan keasikan ngobrol di sana, pikir ku kamu beneran datang besok. Makanya aku santai,” jelas Grace menghela napas nya berat.
__ADS_1
“Sini!” Wira merentangkan sebelah tangan nya di atas bantal, menyuruh agar Grace mendekat ke arah nya.
“Kamu mau perkosaa aku ya? Tapi aku masih dapet,” kata Grace sedikit cemberut, lagi lagi membuat Wira harus menghela napas nya panjang.
“Sini Grace!” panggil Wira sekali lagi namun kini terdengar seperti penuh paksaan, membuat Grace mau tak mau segera naik ke tempat tidur dan merebahkan kepala nya di atas tangan sang suami dan kaki nya ia lingkarkan di kaki sang suami dengan tangan yang langsung memeluk dada bidang suami nya.
“Mas .. “
“Hemm,” jawab ira mulai memejamkan matanya.
“Kamu mau kemana?” Seketika itu juga, wajah Grace langsung berbinar dan bersinar begitu terang. Memang sejak awal, ia sangat ingin menikmati honeymoon, hanya saja saat ia mengetahui jadwal suaminya yang begitu sibuk membuat nya mengurungkan niat itu dan bersabar menunggu hingga waktu yang tepat.
“Emang nya kamu udah gak sibuk?” tanya Grace mendongakkan wajah nya menatap sang suami, “Kalau sibuk ya gak usah gapapa, beneran kok aku gapapa. Aku kan mau jadi istri yang baik, gak mau maksa. Aku nurut kok, gak usah gapapa kalau kamu sibuk, aku—“
“Kamu mau kemana?” tanya Wira dengan cepat memotong ucapan Grace dengan penuh penekanan.
__ADS_1
“Jepang!” kata Grace dengan cepat.
“Jepang? Baby ada di sana.”
“Ya emang nya kenapa kalau ada Baby? Ya gapapa dong, kan biar sekalian kita tuh—“
“Cari tempat lain! Ada banyak negara di dunia ini, kenapa harus Jepang?” Wira menggelengkan kepala nya kurang setuju dengan permintaan istrinya.
Menghela napas nya berat, Grace pun kembali memanyunkan bibir nya kesal, “Ya udah terserah aja kalau gitu. Kan udah ku bilang, gak usah kalau gak bisa. Kerjaan kamu banyak, ya udah jadiin alesan itu aja, kenapa harus melarang selain Jepang gara gara ada Baby! Toh juga kalau kita berduaan kita gak akan ngajak Baby untuk ikut jadi wasit kok.”
Grace langsung berbalik dan memunggungi suami nya dengan perasaan yang begitu kesal. Baru saja ia merasa di terbangkan ke awan, karena suami nya setuju untuk honeymoon. Tapi hanya beberapa detik, harapan itu langsung di hempaskan begitu saja, hanya karena dirinya ingin ke Jepang.
Memang nya apa yang salah dengan jepang? Hanya karena ada Baby di sana, memang nya kenapa? Toh bukan kah mereka sekalian bisa melihat keadaan Baby di sana, apakah betah atau tidak dan apakah nyaman atau tidak tempat tinggal barunya.
‘Emang dimana mana, cowok itu gak punya perasaan!’ umpat Grace pelan namun masih mampu di dengar oleh suami nya.
__ADS_1
...~To be continue ......