
Serlina dan Dodi sudah sampai di halaman Rumah, Dodi memarkirkan mobilnya terlebih dulu baru mereka masuk ke rumah barengan
"Nah itu sepertinya mereka udah datang bu" ucap ibu Fitri saat mendengar suara mobil datang.
"Iya, kamu benar.. Fit" oma megan mengiyakan
"Tapi apakah dia sudah tau tentang kejutan nanti malam?" tanya oma megan
"Yang lain sudah Fitri kasih tau bu, kecuali Dia, semoga saja dia tidak tau dan lupa. biar jadi surprise" harap Bu Fitri
"Iya ibu juga harap begitu" ucap oma megan.
Serlina dan Dodi memasuki Rumah
"Assalamu'alaikum" ucap Serlina dan Dodi bersamaan lalu mereka salim dan tak ketinggalan cipika cipiki.
"Akhirnya yang di tunggu-tunggu sudah datang" batin bu Fitri.
"kalian kok cuma berdua sayang, Syifa sama Rendi mana" tanya Bu Fitri sambil melihat-lihat ke arah pintu
"oh kak Rendi dan Syifa tadi mau ke Bu..)
"Mau belanja mom, iya belanja beli jajan" ucap Dodi yang tiba-tiba langsung memotong omongan Serlina
Sedangkan Serlina diam dan bingung, sambil berpikir
"iyakan Lin, tadi Rendi sama Syifa bilang mau beli jajan dulu kan baru pulang" ulang Dodi lagi agar adiknya yang Lola itu mengerti
"iya mom" ucap Serlina
"muka mu kok merah-merah seperti memar gitu sayang, kenapa??" tanya Oma yang ternyata dari tadi memperhatikan wajah Dodi
"iya kenapa, kamu habis berantem ya, sama siapa?" tanya bu Fitri yang baru menyadari wajah anaknya memar.
"Ouhh ini mom, ini cuma habis ke jedot pintu tadi" bohong Dodi "Iya kan Lin" Dia meminta dukungan adiknya
"iya mom" Serlina terpaksa mengiyakan
"Kenapa sih kak Dodi harus berbohong mulu dari tadi, kan aku jadi ikut bohong juga" Batin Serlina
"Kok aneh ya" Bu Fitri bingung
"Aneh kenapa mom?" tanya Dodi
__ADS_1
"Kalu ke jedot pintu kan biasanya di jidat ya, ini kok pipi mu yang merah" ucap Bu Fitri
"Sudah lah Fit, biarkan mereka istirahat dulu, suruh mandi sebentar lagi magrib" ucap Oma megan yang tak sengaja sudah menyelamatkan cucu-cucu nya dari interogasi menantunya itu
"Syukurlah Oma sudah mengalihkan topik, Oma memang yang terbaik" Batin Dodi
"Ya udah, Dodi mau keatas dulu ya oma, mom mau mandi" pamit Dodi
"Serlin juga ya" ucap Serlina
Mereka berdua pun berlalu dari hadapan mommy dan omanya itu, Saat mereka menaiki tangga, ternyata berpapasan dengan Daddy nya .
"Kalian baru datang?" tanya pak Yudi
"Iya Dad" jawab mereka barengan
"ya sudah kalian mandi sana cepat, setelah itu langsung ke musholla ya, bentar lagi magrib. kita sholat berjamaah" suruh pak yudi
"baik Dad" ucap Dodi
"siap Daddy sayang" ucap Serlina
Tak lama kemudian Rendi dan Syifa datang. lagi-lagi pertanyaan yang sama di berikan kepada Rendi dan Syifa. apalagi saat melihat wajah Rendi yang merah memar melebih wajah Dodi, bahkan ada belas luka di bibir nya membuat Bu Fitri dan Oma megan khawatir.
"iya bu, Fitri pikir juga begitu, apakah mereka berdua bertengkar lalu berkelahi" ucap Bu Fitri mencoba menebak-nebak.
"Ya sudah lah Fit, kita tidak usah terlalu mengkhawatirkan, mereka sudah besar. ayok kita ke musholla aja" ajak oma megan pada menantu nya itu.
Setelah semua berkumpul di musholla semuanya sholat magrib berjamaah yang di imami oleh Rendi
"Ren, hari ini giliran kamu yang jadi imam ya" Suruh pak yudi
"jangan hari ini Dad, aku grogi nih" tolak Rendi dengan sedikit berbisik pada Daddy nya.
"Udah gak papa, ayok sana maju" suruh pak yudi
Akhirnya Rendi pun menjadi imam. Dia melakukan nya dengan hati-hati dan berusaha sepenuh hati.
"Ternyata Rendi selain baik, dia juga bisa jadi imam sholat yang baik, dengan bacaan quran nya juga bagus.. pah, mah, sekarang aku telah menemukan lelaki yang terbaik, yang insyaAllah secepatnya akan jadi suami ku. Restui doakan Syifa selalu ya" Batin Syifa setelah mereka selesai Sholat
"Kamu kenapa? kamu menangis sayang" tegur bu Fitri saat melihat ada air mata yang menetes mengenai tangannya sendiri.
"Ehh, gak kok mom" ucap Syifa dengan Repleks Syifa menghapus Air matanya.
__ADS_1
"kamu jangan bohong, mommy tau kalu kamu habis menangis, kamu kangen orangtuamu ya" ucap bu Fitri mencoba menebak-nebak
Syifa hanya mengangguk saja, lalu bu Fitri merangkul Syifa dengan penuh kasih sayang.
"Sekarang mommy akan segera menjadi mertuamu sekaligus orang tua pengganti buat kamu, jadi kamu jangan sedih lagi ya" ucap Bu Fitri. dan lagi-lagi Syifa hanya tersenyum dan mengangguk
"Sudah lama rasanya aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dan merasakan kehangatan seperti ini" Batin Syifa
Setelah mereka selesai sholat magrib dan di sambung sholat isya lalu mereka menuju ruang makan, untuk makan bersama.
"Wahhh... banyak sekali makanan nya. makan enak nih kita," ucap Serlina kesenangan karena banyak bermacam-macam masakan ada di atas meja makan
"Iya sayang, mommy kalian sengaja masak banyak" ucap oma megan
"memang nya ada acara apa nih" tanya Serlina
"memang nya harus nunggu ada acara dulu baru mommy boleh masak banyak??" tanya bu Fitri
"Gak gitu juga mom, kalu pun tiap hari begini Serlina sangat senang, apalagi masakan mommy enak-enak semua" ucap Serlina
"Ayok kita makan,," ucap Serlina bersemangat. apalgi ada daging Rendang masakan kesukaan nya
"Tunggu dulu sayang, sabar kita makannya bareng-bareng ya..." tahan Bu Fitri sambil tersenyum
"memang nya kita mau nunggu siapa lagi mom?" tanya Rendi
Tanpa menjawab pertanyaan dari anak nya Bu Fitri memanggil pembantu-pembantu yang ada di rumah nya, tak ketinggalan para sopir mereka juga.
"Bi ijah,, kesini sebentar" panggil bu Fitri
"Iya bu, " sahut bi ijah. " ada apa bu?" tanya bi ijah
"Bi, sekarang bibi panggil yang lain nya, malam ini kita makan bareng semuanya di sini ya, tanpa kecuali" suruh Bu Fitri
"Baik bu" ucap bi ijah lalu dia pergi memanggil yang lain nya
Serlina bingung, dia langsung menatap ke arah Rendi dan Dodi, Sedangkan Rendi dan Dodi juga pura-pura ikut bingung dan mengangkat bahu merekaš¤·.
Sedangkan Syifa hanya diam dan tersenyum saja melihat ke kebingungan Serlina.
"Nah sekarang kan sudah ngumpul semua nih mom jadi boleh dong serlina langsung makan, udah ngiler ini" ucap Serlina saat melihat para pelayan dan sopir di rumahnya sudah berdatangan dan ngumpul.
"Boleh sayang" ucap bu Fitri dengan tersenyum.
__ADS_1
Tapi ketika Serlina ingin mengambil makanan dan meletakkan ke piring makan nya. tiba-tiba mati lampu.