Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Membahas pernikahan


__ADS_3

Pagi-pagi Syifa sudah bangun dari tidur nya, Dia langsung bergegas Mandi lalu kemudian dia mengambil Air whudu untuk sholat.


Sebelum Sholat dia membangunkan Sahabat nya dulu.


"Linn... bangun.. udah Azan Subuh" ucap Syifa


"emmmmm.....)


"kamu gak sholat...??" tanya Syifa. dan lagi-lagi tak di hiraukannya.


"hemmmmm.......)


"ya.. sudah lebih baik aku sholat duluan aja. dan mungkin Serlin lagi gak sholat." batin Syifa


Syifa pun mengambil mukena yang ada di dalam lemari milik Serlina, lalu dia Sholat.


"Acchhh....🥱🥱 kamu sudah sholat aja Fa, memang udah jam berapa sih?" tanya Serlina yang ternyata baru bangun saat Syifa sudah sholat Subuh.


Belum sempat Syifa menjawab tiba-tiba Serlina berteriak


"Aaaaaaaa....... udah jam 6" teriak Serlina saat matanya tertuju pada jam dinding di kamar nya.


"Kamu kenapa gak bangunin aku sih Fa?," tanya Serlina sambil bangun dari tidur nya


"Kan tadi udah ku bangunin, tapi kamu nya gak mau. aku pikir kamu lagi gak sholat. ya udah aku biarkan saja. hehee" jawab Syifa apa adanya lalu dia tersenyum.


"hehee... iya ya" ucap Serlina sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal, lalu bergegas masuk kedalam kamar mandi


"tok...tokk....."pintu di ketuk


" Syifa,, Serlin... Sayang..!! kalian udah pada bangun???" tanya Bi Fitri


"iya mom...." jawab Syifa lalu dia membuka pintu kamar


"Kamu lagi Sholat ya..?? maaf ya mommy ganggu" ucap Bu Fitri


"gak ganggu mom, udah selesai dari tadi kok" jawab Syifa


"Serlin udah bangun Fa, mana dia?" tanya Bu Fitri


"Iya mom udah bangun, itu lagi di kamar mandi" jawab Syifa "Silahkan masuk mom" Syifa menyuruh bu Fitri masuk


"Ya sudah biarkan saja, mommy kesini cuma mau nanya kamu sayang, kamu sudah kabari keluarga mu untuk membahas pernikahan kalian??" tanya Bu Fitri.

__ADS_1


"Udah mom, tadi malam Syifa Telpon, tapi mereka nanya jam berapa, terus Syifa belum jawab mau nanya ke mommy tapi udah malam takut mommy udah tidur dan ganggu" jawab Syifa


"Ya sudah kamu bilang aja ke mereka, kalu mereka gak keberatan. nanti malam aja biar ngumpul semua, kita akan undang makan malam bersama sekalian membahas tentang pernikahan kalian" jawab Bu Fitri


"iya mom" jawab Syifa


"kalu begitu, mommy tinggal dulu. mau ke dapur cek makanan di kulkas" ucap Bu Fitri sambil tersenyum lalu keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang dapur.


Syifa kembali menutup pintu kamar. lalu dia mencopot mukena dan menggantung nya kembali kedalam lemari khusus tempat mukena. Dan tak lupa dia mengabari keluarga baru nya, untuk mengundang makan malam sekalian membahas pernikahan nya dengan Rendi


"Siapa yang datang tadi Fa, mommy..??" tanya Serlina


"Iya." jawab Syifa singkat


"kamu mau kemana, udah pakai kerudung aja?" tanya Serlina saat melihat Syifa bercermin sambil memakai kerudung.


"Mau kedapur, nyusul mommy" jawab Syifa


"Ngapain..???" tanya Serlina


"Mau belanja..!!" jawab Syifa


"hahhh, belanja tuh ke pasar atau minimarket bukan dapur Fa.." ucap Serlina


Saat Syifa berjalan menuju dapur, tak sengaja dia bertabrakan dengan Dodi yang sedang membawa berkas dokumen kerjaan kantor.


"Maaf kak.." ucap Syifa sambil membantu membereskan dan mengambil berkas dan kertas dokumen yang berhamburan


"kamu gak salah kok.. aku yang gak liat soalny pengen cepat-cepat" ucap Dodi lalu dia juga ikut mengambil kertas Dokumen yang berhamburan itu.


"Ini kak" Syifa menyerahkan dokumen yang dia ambil itu.


"Makasih Fa," ucap Dodi tersenyum


"iya kak, sama-sama" jawab Syifa


"kamu pagi-pagi udah cantik aja Fa, makin hari makin cantik, kenapa dari dulu aku tak pernah melihatmu, Andai saja waktu bisa di ulang mungkin aku yang akan menikahi mu bukan Rendi," Batin Dodi.


"heyy.. kak. ngapain kamu mandang calon istri ku begitu,, awas ya kalu naksir" Ancam Rendi sambil menepuk bahu Dodi yang membuyarkan lamunan Dodi


"Apaan Sih Ren, ya gak mungkin lah.." bantah Dodi


"Terus tadi ngapain, ngeliatin Syifa senyum-senyum gitu.?" tanya Rendi cemburu

__ADS_1


"kamu cemburu?? bukan nya menjawab Dodi malah bertanya balik


"Ya jelas lah Cemburu, gitu aja masih nanya" jawab Rendi


"hahaha.. dasar bucin.. kamu gak usah khawatir!!" ucap Dodi


"Gimana gak khawatir, sekarang Syifa makin hari terlihat makin cantik, Apalgi Syifa juga pernah menyukaimu kak." Batin Rendi


Sedangkan Syifa yang di bicarakan, sudah tidak ada di depan mereka.


"Tadi aku cuma berterima kasih karna dia bantuin aku ngambil dokumen yang berhamburan, ya udah ya.. aku mau cepat- cepat kekantor banyak kerjaan" jawab Dodi dia pun berjalan meninggalkan Rendi


"ingat ya kak, jangan sampai Suka sama calon adik ipar sendiri" teriak Rendi mengingatkan.


"Kamu kenapa sih pagi-pagi udah teriak-teriak Ren" ucap pak Yudi


"gak papa Dad, Daddy mau kemana kok udah rapi juga. mau kekantor?" tanya Rendi


"Iya Ren, Daddy harus kekantor banyak kerjaan yang harus di selesaikan secepat nya" ucap pak yudi


"pantes tadi kak Dodi buru-buru kekantor. sepertinya memang lagi banyak kerjaan nih, terus kenapa aku gak di suruh Daddy ikut ya??? hemmmm...." Batin Rendi


"Dad, kalu begitu aku ikut kekantor juga" ucap Rendi


"kamu disini aja, nanti mommy mau ke pasar, kamu temani, masalah kantor biar Daddy dan Dodi saja, sudah cukup." Tolak pak Yudi


"Dan satu lagi Ren, Nanti malam kita akan bahas tentang pernikahan mu dengan keluarga Syifa, jadi kamu jangan pergi kemana mana" ucap pak yudi mengingatkan.


"Siappp Dad" ucap Rendi


********


Malam pun Tiba, keluarga Syifa yang di undang juga sudah datang.


"Assalamu'alaikum wr. wb.. " ucap pak Alvaro dan istri serta Dimas tak ketinggalan


"Walaikumussalam wr. wb.. silahkan masuk" jawab pak yudi dan bu Fitri dengan tersenyum


"Akhirnya yang di tunggu-tunggu sudah datang, bagaimana kabarmu varo, lama kita tak bertemu" tanya pak yudi sambil memeluk sahabat lama nya itu


"Alhamdulilah, aku baik-baik saja, kamu benar kita memang sudah sangat lama tak bertemu. dan kamu itu yang susah di ajak bertemu, selalu sibuk dengan urusan bisnis besarmu itu" jawab pak varo


"haha, bukan nya kamu yang sering pergi keluar negeri mengurus bisnis baru mu itu. apalagi aku dengar dari yang lain. kamu sering juga tak bisa ikut, jika ada reonian" ucap pak yudi tak mau kalah.

__ADS_1


"hahahaa.. mau bagaimana lagi. aku hanya punya 1 putra, meskipun dia bisa menghandle tapi aku tak tega jika menyerahkan tanggung jawab ku padanya sendirian" ucap pa Alvaro


__ADS_2