Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Fitting baju pengantin


__ADS_3

..._Author_...


Ketika, hari Pernikahan semakin dekat, ada-ada saja ujian yang datang.


Berkat bujukan Syifa sekarang Rendi sudah mau membantu mengurus perusahaan. Dia menjadi HRD di salah satu cabang di perusahan keluarganya


Rendi pulang dari kantor, hari ini dia pulang sendiri tanpa Dodi maupun di temani supir. karena dia terbiasa nyetir sendiri, baginya tak masalah.


Dia melajukan mobil dengan kecepatan cukup tinggi.


"Aku harus cepat-cepat kebutik, sepertinya mommy, Syifa dan yang lain nya sudah disana untuk fitting baju. Aku yakin Syifa pasti terlihat sangat anggun cantik dan elegan" gumam Rendi dengan tersenyum sambil membayangkan betapa cantiknya Syifa saat memakai baju yang di rancang dan di desain oleh dirinya sendiri.


Tapi saat di perjalanan tiba-tiba ponselnya terus bergetar tanda ada pesan WhatsApp masuk.


Rendi mengambil ponselnya dan melihat ada pesan dari nomor tak di kenal mengirimkan pesan Foto, karena dia penasaran dia langsung membuka tanpa menghentikan mesin mobil


Saat Foto terbuka, betapa terkejutnya dia melihat foto Syifa makan bersama dengan lelaki lain di sebuah cafe.


Tidak cuma itu saja, adalagi foto Syifa tertawa bersama lelaki yang sama duduk di teras rumah kontrakan Syifa.


Rendi marah, sampai dia tak sadar jika sedang menyetir, saat matanya menatap kedepan dia melihat ada bapak-bapak mendorong gerobak. Seketika dia langsung menginjak pedal Rem.. hampir saja dia menabrak bapak-bapak penjual bakso.


"Sial" teriak Rendi


"tok..tok..." kaca mobil Rendi di ketuk oleh bapak-bapak penjual bakso. Rendi pun menurunkan kaca mobil nya


"Maaf pak, saya tidak sengaja,.. apakah ada yang sempat tertabrak??" tanya Rendi


"Tidak ada nak, lain kali hati-hati nyetirnya jangan sambil main handphone. ini sangat membahayakan orang lain dan kamu sendiri" ucap bapak-bapak itu saat melihat handphone di tangan Rendi


"iya pak, sekali lagi saya minta maaf" Rendi meminta maaf


bapak-bapak itu hanya mengangguk saja.


Rendi pun menutup kaca lagi lalu dia melajukan mobilnya dan berhenti persis di bawah naungan pohon pinggir jalan yang tak jauh dari tempat penjual bakso gerobak tadi.


Rendi kembali membuka ponselnya lagi. Rendi masih penasaran siapa lelaki yang bersama Syifa.

__ADS_1


Saat dia memperhatikan lelaki yang ada di foto itu, membuat nya semakin tak menyangka dan naik darah


"Dimas,, apakah aku tak salah lihat.. apakah karena lelaki ini Syifa sedikit dingin padaku bahkan menjaga jarak dengan alasan tidak enak di lihat orang lain hehchh... ternyata kalian munafik" Rendi sangat kesal


"Aku kira kamu menjaga jarak karena sekarang kamu sudah berubah, berhijab hingga tak pantas jika ada yang melihat berduaan dengan lelaki yang bukan mahram, tapi nyatanya kamu malah jalan dengan laki-laki lain di saat tanggal pernikahan kita sudah di tentukan, aku sungguh tak menyangka kamu selicik itu Fa" umpat Rendi


Rendi kembali menyalakan mobil, lalu dia pergi tapi bukan ke butik di mana keluarganya sudah berkumpul untuk petting baju. Dia malah pergi ke suatu tempat untuk menenangkan diri.


Sedangkan di tempat lain. Di butik Syifa memakai baju pengantin warna putih bersih dengan tempelan bunga-bunga cantik, baju nya di buat sedikit longgar, karena sekarang Syifa memakai hijab. Meskipun begitu tidak mengurangi kecantikannya, Malahan Syifa terlihat makin cantik bak wanita sholehah bidadari surga.


"Cantik sekali sayang, baju nya pas untuk kamu pakai" puji bu Fitri


"iya, kamu benar sayang, Syifa terlihat sangat cantik" Oma megan ikut memuji Syifa


Dari jauh Dodi juga memuji "kamu cantik bangat Fa," gumam Dodi repleks mengakui kecantikan Syifa


"Etsss,, nyesal kan kak sudah mengabaikan cintanya" bisik Serlina saat mendengar ucapan Dodi


"Apa sih Lin, aku hanya kagum pada kecantikan nya di tambah sekarang dia berhijab" ucap Dodi tulus


"Ingat ka, sekarang dia adalah calon adik ipar kakak dan akan segera menjadi adik ipar hehe" ucap Serlina sambil mengingatkan kakak nya


"Auwww... sakit kak" keluh Serlina "tuh kan hidungku jadi merah gini" ucap Serlina saat melihat hidung nya memerah di cermin


"Biarin..." ucap Dodi


"Kalian berdua ngapain berdiri disitu, cepat pakai baju seragam kalian, mommy mau liat udah pas apa belum" ucap Bu Fitri.


"iya mom" jawab Dodi


"itu hidungmu kenapa merah gitu lin" tanya Bu Fitri


"Ini mom gara-gara kak Dodi hiks..hiks.." adu Serlina dengan wajah cemberut dan pura-pura menangis seperti anak kecil yang minta di manja.


"Dasar bocah manja" ucap Dodi lalu dia menjitak kepala adiknya lalu dia mengambil baju seragam dan pergi keruang ganti


"Tuh kan mom..." adu serlina lagi

__ADS_1


"Sudah-sudah... jangan ribut lagi, kalian gak malu apa diliat orang, udah gede pada bertengkar" tegur Oma megan


"Kak Dodi yang mulai Oma." keluh Serlina


"Sini sayang,, udah nanti juga hilang merahnya sayang.. " Oma megan memeluk cucu kesayangannya dan mengelus-ngelus hidung serlina


"sekarang kamu ambil baju mu, lalu di coba dulu nanti kalu gak pas, biar di perbaiki ya" suruh Oma megan


Pak yudi geleng-geleng kepala melihat sikap dan tingkah kekanak-kanakan Serlina dan Dodi


Sedangkan Syifa tersenyum melihat tingkah kakak beradik itu, dan tiba-tiba dia teringat dengan Rendi


"Rendi mana sih, kok belum datang-datang juga" batin Syifa sambil melihat-lihat ke arah pintu mencari keberadaan Rendi


"Kamu kenapa sayang, pasti nungguin Rendi ya???" tanya Bu Fitri


"iya mom, kok Dia belum datang juga ya" jawab Syifa bingung sekaligus khawatir


"Kenapa perasaan ku gak enak ya" batinnya lagi


"Tadi kata Dodi dia udah pulang dari kantor, sepertinya udah di jalan sayang, kita tunggu sebentar lagi ya" ucap Bu Fitri mencoba menenangkan Syifa.


Mereka pun terus menunggu, sudah 2 jam berlalu, Tapi tak ada tanda-tanda kedatangan Rendi


"Ini kenapa Rendi gak datang-datang juga sih" ucap pak yudi sambil memperhatikan jam di tangan nya


"Apakah Rendi ingat kalu hari ini ada petting baju" tanya pak Dodi pada semua orang disana


"Sudah Dad, tadi pagi sebelum dia kekantor mommy ingatkan lagi" jawab Bu Fitri


"Dodi coba kamu hubungi Rendi, tanyakan dia sudah dimana. Udah 3 jam lebih kita disini masa dia gak datang juga" suruh pak yudi


"Takut terjadi sesuatu padanya" sambung pak yudi lagi


Dodi pun langsung mengambil ponsel di kantong celana nya lalu dia mencari kontak nama Rendi dan langsung menelponnya.


..."Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan"...

__ADS_1


"Nomornya gak aktif Dad" ucap Dodi memberitahukan pada pak yudi kalu nomor Rendi tidak aktif


"Coba kamu tanyakan pada orang di kantor, apakah dia benar sudah pulang dari tadi" suruh pak yudi lagi.


__ADS_2