
Setelah kurang lebih 15 menit, mereka sudah sampai di apartemen.
"Ting.nong....ting.nong..." suara bel di pencet
"Kemana sih dia, kon gak di buka-buka" Dodi mulai khawatir
"tok..tok..." pintu pun di ketuk, tapi tetap saja pintu tidak di buka, hanya sekedar sahutan dari dalam saja tidak ada
"Apa mungkin dia ada di dalam kak" tanya Serlina
"Kita panggil dan tunggu aja dulu," jawab Dodi
"Ren.... Rendi apa kamu di dalam...??? ini kakak mau bertemu kamu sebentar" Dodi mencoba memanggil Rendi, tapi lagi-lagi tidak ada sahutan
"Ngapain kita manggil-manggil dan berdiri disini sih kak, kan kita punya kunci duplikatnya langsung buka aja kak" Serlina coba mengingatkan
"ouhh iya ya, kakak lupa. kok kamu baru bilang sih Lin" ucap Dodi malah menyalahkan adiknya
"kan Serlina juga baru ingat kak" Serlina malah membela diri
"Ya udah, sekarang mana kuncinya?" tanya Dodi sambil menengadahkan tangan pada Serlina meminta kunci
"kok minta ke aku sih kak, kan kakak yang pegang kunci nya" Serlina mulai kesal
"hehe.. maaf kakak lupa" ucap Dodi sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
Dodi segera mengambil Dompet yang ada dalam kantong nya mengeluarkan kunci yang berbentuk kartu atau di sebut 'key card' untuk membuka pintu hotel.
Setelah pintu terbuka, mereka bertiga langsung masuk kedalam.
"Ren.. Rendi..." panggil Dodi sambil membuka-buka pintu kamar dan yang lain mencari ke dapur atau mencek ruang kerja atau hanya sekedar cek balkon..
"Gimana, ada Rendi nya"Tanya Dodi pada Serlina dan Syifa
"Gak ada" jawab Serlina sambil mengangkat kedua bahu nya.
"Sepertinya dia tidak ada kak"ucap Syifa yang mulai tadi keliatan gelisah dan khawatir.
"Iya kak, Syifa benar.. apa lebih baik kita cari ketempat lain" ajak Serlina.
"Kemana ya kira-kira.." gumam Dodi sambil berpikir
" Lin, coba kamu tanyakan tasya, apakah dia ada disana siapa tau dia nemui Revan
"males bangat aku nanyain sama tasya ka, lagian kan kak Rendi memang udah jarang kontakan sama Revan semenjak kejadian itu" ucap Serlina
"kalu gitu coba tanya Dr. Rino, kamu ada nomornya kan." Suruh Dodi
__ADS_1
"Siap kak, ad kok" jawab Serlina dengan antusias
"Giliran dr. Rino semangat amat neng" sindir Syifa
"hehe... kamu kalu ngomong suka benar ya Fa.. wkwkwkk..." Serlina tertawa
Serlina mencari kontak Rino, lalu segera menghubungi nya
"Assalamualaikum dok" ucap Serlina dengan semangat padahal belum di angkat
"Assalamu'alaikum" suara dokter Rino dari seberang sana
"Walaikumussalam dok" Serlina jadi malu sendiri saat di tatap Syifa dan Dodi bersamaan
"Ada apa Lin, tomben nelpon?" tanya dr. Rino
"ini Dok, apakah kak Rendi bersama dengan dokter?" Serlina tanya balik
"Gak ada lin, Rendi gak sama aku. aku sedang di luar Rumah sakit, tidak ada Rendi disini" jawab dr. Rino
"Memang nya Rendi kemana?" Dokter Rino bertanya balik
"Gak tau Dok, makanya aku tanya ke dokter" ucap Serlina
"Udah gak usah panggil Dokter, udah berapa kali di bilang sih. gak usah formal gitu Lin, gak enak di dengarnya, panggil kakak aja kan bisa" kata Dr. Rino
"Iya Lin, maaf ya aku gak bisa bantu cari. aku sibuk Soalnya... silahkan tutup aja" kata dr. Rino
"Assalamu'alaikum kak" Serlina mengucap salam sebelum menutup telpon
"walaikumussalam" jawab dr. Rino
"Gimana Lin, ada Rendi nya" tanya Syifa setelah melihat Serlina memutuskan sambungan telpon
"gak ada juga" ucap Serlina sambil menggelengkan kepalanya.
"Terus kita harus cari dia kemana lagi kak" tanya Serlina
"Entahlah," jawab Dodi sambil mengangkat kedua tangannya🤷
"Aduh, kamu kemana sih Ren, bikin aku khawatir saja, kamu baik-baik saja kan" batin Syifa
"Fa, kamu tau sesuatu gak" tanya Dodi pada Syifa
"Aku gak tau kak" jawab Syifa seadanya.
"Kak, kakak ingat dimana biasanya Kak Rendi kalu ada masalah dan berusaha menenangkan diri, dia selalu pergi ke suatu tempat. tapi ketempat sepi bukan yang ramai.. pasti ingat kan!!!!. bukannya kakak sering cerita ke aku gitu" Serlina mengingatkan kakak nya
__ADS_1
Dodi berusaha berpikir dan mengingat-ingat tempat yang di maksud serlina.
"Kamu benar Lin, sekarang kakak ingat.. ayokk kita kesana" ajak Dodi
"Kemana kak?" tanya Syifa
"Iya ketempat dimana biasanya dia pergi menenangkan diri" jawab Dodi
"Ayokkkk,.." ajak Dodi lagi
Lagi-lagi Serlina dan Syifa mengikuti kemanapun Dodi mengajak.
Dodi mengemudikan mobil dengan kelajuan cukup tinggi, tapi tetap dengan hati-hati
"Kak, pelan-pelan ya, jangan ngebut" Serlina memperingati kakak nya, karena saat ini Dodi memang melajukan dengan kecepatan yang cukup tinggi dari biasanya.
Dodi tak menjawab, Dia diam fokus ke jalan dengan tidak mengurangi kecepatan. hanya saja dia benar-benar memperhatikan jalan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Setelah kurang lebih 20 menitan, Dodi mulai mengurangi kecepatannya karena memasuki jalan perkampungan yang sedikit lebih sempit dan banyak anak-anak bermain di pinggir-pinggir jalan.
"Kita kemana, ini bukan nya arah menuju villa kita kak" tanya Serlina
" iya searah" jawab Dodi singkat
"searah gimana maksud kakak" Serlina bertanya lagi
"Udah, kamu gak usah banyak tanya, kamu diam aja , nanti juga kamu tau" jawab Dodi dengan tetap fokus pada jalan
Dari jauh, sudah keliatan sebuah villa yang cukup besar, tapi mobil yang di kemudi oleh Dodi malah berbelok ke kiri jalan arah villa, bukannya lurus menuju arah villa.
Syifa diam, dia hanya berharap semoga kali ini Rendi benar-benar di temukan.
Sedangkan Serlina, ikut memperhatikan jalan tanpa bertanya lagi.
"Nah, sekarang kita sudah sampai" ucap Dodi saat dia menghentikan mobil dan memarkirkan nya di bawah sebuah pohon jati yang tinggi.
"Kakak yakin disini ada kak Rendi" tanya Serlina, saat memperhatikan alam sekitar.
Mereka berhenti di daerah pegunungan yang cukup jauh dari rumah orang, dengan pemandangan yang sangat indah, dan tak jauh dari mereka berdiri ada sebuah gubuk tua yang tidak kecil tapi juga tidak besar, mungkin kira-kira berukuran 6x6 meter.
"Iya, apa kamu gak liat itu ada mobil nya, ayok kita kesana" ajak Dodi
Saat mereka sudah berada di samping gubuk, mereka melihat ada seseorang duduk di bawah pohon persis di belakang gubuk
"Itu Sepertinya Rendi kak" ucap Syifa tersenyum senang. "Ayokk kita kesana" ajak Syifa dengan semangat lalu dia berjalan menemui Rendi tanpa menunggu Dodi dan serlina
"Ayok ka, kita kesana" ajak Serlina saat melihat kakaknya tak ikut menemui Rendi
__ADS_1