
Syifa menatap Rendi dengan tajam, sekarang dia sudah paham dia sadar jika Rendi sedang mengerjai nya.
Rendi yang melihat tatapan membunuh Syifa jadi takut
"Maaf hehe..." ucap Rendi lalu dia tersenyum
"Gak lucu ya Ren..." Syifa pun ngambek lalu dia masuk ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.
"Ren.. wajah mu kenapa, kok merah-merah memar gini" tanya Tika khawatir yang tiba-tiba menyentuh wajah Rendi, tapi dengan Repleks Rendi menghidar
Tika adalah Teman baik nya waktu kuliah dan juga salah satu karyawannya yang sudah lama bekerja di butiknya dan membantu mengelola, sebagai asisten nya di butik.
"ini memar biasa kok, udah gak usah khawatir, nanti juga sembuh" ucap Rendi
"ya sudah, itu calon istrimu ngambek ya?" tanya Tika
"Tau ah,,, ini semua gara-gara anak buah kamu tuh, ngapain dia muji-muji syifa tadi, jadinya kan ketahuan" kesal Rendi tapi bukan benar-benar marah
"hehe, sudah lah Ren, wanita kalu ngambek paling sebentar saja." ucap Tika
"Beruntung sekali wanita itu mendapatkan Rendi yang sudah kaya dan tampan dari lahir. Andai saja aku yang akan menjadi istrimu Ren, pasti aku sangat bahagia" Batin Tika yang ternyata sudah lama menyimpan perasaan pada Rendi
"iya kamu benar,, semoga saja dia tidak benar-benar marah padaku" ucap Rendi
"kamu itu ganteng Ren, pasti banyak wanita yang menyukaimu di luar sana, jadi jangan takut dia marah padamu, dia tidak akan berani marah dan meninggalkanmu." ucap Tika
"Ahh kamu ini bisa saja, aku tak peduli dengan wanita manapun, aku hanya peduli pada satu wanitaku, yaitu dia, Syifa" dengan bangga Rendi menyebut nama Syifa
"Sepertinya kamu sangat mencintai nya Ren, apakah karena dia cantik" tanya Tika
"kalu aku menyukai nya karena dia cantik. Di luar sana banyak yang lebih cantik bukan..??dan mungkin aku tidak akan sampai sejauh ini dengan nya. lagian yang namanya GOOD LOOKING itu hanya pemanis di awal saja dan sisanya RASA NYAMAN yang menentukan. Dan kecantikan seseorang itu RELATIF tergantung siapa yang memandangnya, tidak semua hal bisa di lihat dari COVER nya bukan begitu!!" jelas Rendi bukan sok bijak, tapi semua keluar dari hati nurani nya yang tulus.
"hehe iya Ren, kamu benar" ucap Tika
"Hemmmmm" tiba-tiba Syifa sudah keluar dari ruang ganti, dan dia tidak menyukai Rendi berdekatan dengan Tika
"Ayokk kita pulang" ajak Syifa, dia menarik tangan Rendi dan menatap tak suka pada Tika
"Entah kenapa aku gak suka dengan wanita itu, aku merasa dia menyukai Rendi, terlihat sekali dengan tingkah nya itu, seperti ada modusnya" batin Syifa
Rendi tersenyum melihat tatapan sinis Syifa pada Tika, dia merasa jika Syifa cemburu pada Tika.
"Aku senang jika kamu cemburu Fa, itu berarti kamu cinta padaku, Sekarang aku semakin yakin jika kamu tidak akan pernah berkhianat pada ku" batin Rendi lalu dia tersenyum bahagia
__ADS_1
Rendi dan Syifa berjalan keluar dari butik
"Sekarang, kamu mau langsung ikut kerumah atau gimana?" tanya Rendi pada Syifa
"Aku mau pulang kerumah dulu aja Ren, lagian ini masih sore, aku mau mandi dulu" ucap Syifa
"kenapa kamu gak langsung ikut kerumah aja Fa, di suruh mommy louh ini" ucap Rendi
"Tapi aku gak enak, masa aku seharian gak mandi sih" Syifa protes
"kan bisa mandi di rumahku Fa, kayak kami gak punya kamar mandi aja" ucap Rendi
"Ren,, gak gitu. aku gak enak aja belum apa-apa aku udah kaya seenaknya disana. kita kan belum nikah" jelas Syifa
"Siapa bilang kamu seenaknya, kan aku yang suruh, mommy yang suruh Fa" ucap Rendi
"oke-oke aku ikut kamu kesana, tapi mampir ketempat ku dulu ya, aku mau bawa baju ganti" pinta Syifa
"Gak perlu, kita ambil baju disini aja" ucap Rendi lalu dia mengajak Syifa masuk lagi kedalam butik.
"nah sekarang kamu pilih mau yang mana" suruh Rendi
"Aku bingung Ren.. semuanya bagus, terserah kamu aja deh"ucap Syifa yang membiarkan Rendi memilihkan baju untuknya.
"Ada apa Ren, mau nyari baju buat calon is....)
"Syifa, panggil saja Syifa" ucap Syifa
"iya buat Syifa ya?" tanya Tika
"mau aku bantuin gak" tawar Tika
"Boleh Tik, sepertinya kamu lebih mengerti style fashion yang cocok buat Syifa" ucap Rendi
"Ini sepertinya bagus dan cocok, ini style model yang paling minati saat ini" ucap Tika lalu dia memberikan baju itu pada Rendi
"Kamu yakin ini bagus untuk Syifa" Rendi malah tak suka dengan model nya, karena menurutnya terlalu ketat, dan dia tau Syifa tidak nyaman memakai nya
"iya. ini bagus, kamu pasti suka kan" ucap Tika pada Syifa
"Maaf ya, bukan nya aku tak menghargai bantuan mu, tapi aku rasa itu lebih cocok kamu yang pakai bukan aku" jawab Syifa jujur dan tegas
"Dasar wanita kono, apa dia sengaja ingin menjatuhkan ku di hadapan Rendi. padahal kan ini style yang bagus" batin Tika
__ADS_1
"Ouhh begitu ya, ya sudah gak papa biar aku carikan yang lain aja ya" ucap Tika menahan emosinya di depan Rendi
"Nah, ini sepertinya bagus untukmu dan cocok" ucap Tika
"Ren, aku lebih suka yang itu" ucap Syifa yang sengaja tidak menghiraukan Tika
"yang ini ya" tanya Rendi
"Iya Ren, itu aja model nya kalem enak di pakai sepertinya." ucap Syifa
"Ya udah, Tik tolong kamu bungkusan yang ini aja ya" Suruh Rendi
"Baik Ren.... " Tika menurut saja, meskipun hatinya sebenarnya kesal dengan sikap Syifa terhadap nya.
Tika pun berjalan menuju meja kasir, untuk mengambil paper bag.
"kamu kenapa gitu sama Tika?" tanya Rendi
"Gitu gimana maksudmu" Syifa pura-pura tak mengerti.
"Sikapmu itu gak kaya biasanya" ucap Rendi
"Biasa aja kok Ren" ucap Syifa datar
"kamu seperti gak suka gitu sama dia, padahal dia baik aja kok atau kamu cemburu ??.hehe" kata Rendi Tersenyum
"Siapa bilang aku cemburu, biasa aja kok.. aku hanya gak suka liat dia dekat-dekat mau modus sama kamu" jawab Syifa jujur
"itu Artinya sama aja kamu cemburu sayang" ucap Rendi sambil mencubit hidup Syifa dengan gemes..
"Auww... sakit Ren" keluh Syifa
"hahaaa . soryy..." Rendi tersenyum
Dari jauh Tika merasa kesal, dan ada rasa cemburu melihat Rendi bersama Syifa
"Kenapa Ren...., kamu tidak bisa melihat sedikit saja padaku, apakah kamu tidak pernah menyadari perhatianku, sikapku padamu, bahkan aku mau bekerja denganmu itu karena aku menyukaimu sejak pertama kali kenal kamu. Apa kurang nya aku Ren, aku selalu ada di setiap suka dan dukamu, selalu memdukungmu di setiap kondisi apapun." batin Tika
Setelah mengambil paper bag yang berisi baju di kasir Rendi dan Syifa langsung keluar dari butik, tanpa menoleh sedikitpun pada Tika.
"kita langsung pulang kerumah ku ya Fa, bentar lagi mau magrib" ucap Rendi sambil melihat ke arah jam tangan nya.
Syifa hanya mengangguk tanda setuju.
__ADS_1