
sepeninggal aira, tuan muda sakti yang merupakan seorang presdir di perusahaan export import itu mengajak kekasihnya untuk duduk.sakti memandang tajam ke wajah kekasihnya lalu meraih tangan amasya, sayang ayo kita menikah kata sakti sambil mengecup tangan amasya dengan lembut.
seketika amasya lalu menarik tangannya dari genggaman sakti, sayang aku kan sudah bilang kalau aku ini belum mau menikah kata amasya, karirku sekarang ini sedang di puncaknya.kalau aku akan menikah sekarang lalu aku akan segera hamil apa yang bisa aku banggakan? aku hanya bisa mengurus anak di rumah dan aku tidak bisa menjadi seorang model lagi.
apa katamu amasya??? apa aku ga salah dengar???? sakti memandang tajam ke arah amasya matanya seakan menembus bola mata amasya mencari kebohongan yang tersembunyi di dalam tatapan gadis itu.kamu ga salah dengar sakti dan aku berkata jujur padamu, saat ini aku begitu menikmati kepopuleranku aku tak ingin menikah secepatnya, aku masih ingin pergi kemana mana untuk show dan menikmati ribuan mata yang memandangku penuh kekaguman ucap amasya penuh semangat.jadi tolong jangan menghalangi keinginanku ini sakti, kata amasya.cintamu sungguh membuat tidak nyaman, karena membuatku tidak bebas untuk bergerak.
apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi amasya?ucap sakti mulai berubah nada bicaranya, wajahnya merah padam menahan amarah kedua tangannya di kepal dan tatapan matanya tak berkedip ke wajah kekasihnya. apa kau lupa kalau aku yang membuat karirmu menjadi secemerlang ini, aku juga yang membuat kau menjadi seorang model terkenal karena kau adalah kekasih sakti pratama presdir perusahaan pratama wijaya yang terkenal itu.
__ADS_1
apa aku harus menghacurkan karirmu??? agar kau tau apa yang bisa aku lakukan pada dirimu jika menolak keinginanku kata sakti sambil menatap wajah amasya, menikahlah denganku amasya dan aku akan memenuhi semua kebutuhanmua, kau tak perlu capek capek cari duit lagi.tugasmu hanya menjadi istriku,ibu dari anak anakku kata sakti kembali melembut bicaranya pada kekasihnya.
oohh tuhaaann,, kenapa aku begitu tidak suka mendengarkan kata kata yang selalu di ucapkan sakti padaku kata amasya di dalam hati.aku tidak ingin menjadi seorang ibu sekarang ini, aku masih ingin berpetualang dan masih menikmati ketika ribuan mata memandang penuh kekaguman padaku.heii sayang kenapa kau diam saja? kata sakti menarik tangan amasya untuk di genggamnya lagi dan di ciumnya penuh kelembutan, apakah kau sudah menyetujui permintaanku? kalau begitu aku akan mengatur tanggal pernikahan kita secepatnya kata sakti dengan semangat.
sakti kamu sudah gila yaa??? sentak amasya kepada sakti, loh memangnya kenapa? sakti balik bertanya pada amasya. aku kan sudah bilang aku belum mau menikah dan aku masih ingin bebas kemanapun aku pergi kata amasya dengan nada suara yang tinggi.kalau begini lebih baik kita putus saja, aku tidak mau karirku jadi hancur berantakan, aku tidak mau selalu dalam pengawasanmu, aku ingin bebas menentukan hidupku, aku benci selalu berada di bawah tekananmu, aku benci semua paksaanmu padaku. aku sudah tidak ingin menjadi kekasihmu lagi, biarkan aku hidup tenang, dan kalau kau memang mencintaiku janganlah kau menghancurkan karirku kata amasya dengan amarah yang tiba tiba meledak.
sakti terdiam mendengar perkataan amasya, hatinya begitu sakit tapi dia berusaha untuk menahan amarahnya.amasya apa kau sadar dengan perkataanmu itu? ucap sakti bergetar, nada bicaranya penuh penekanan tanda dia lagi berusaha menahan emosi. matanya memerah menatap ke arah amasya, tatapannya menghujam ke jantung amasya seolah olah ingin menemukan penyebab mengapa amasya bicara seberani itu pada dirinya.
__ADS_1
sekretaris pram yg berada di belakang tuan muda sakti langsung bergerak mencegah langkah nona amasya, mau kemana nona? sekretaris pram berkata dengan sopan. tuan muda masih ingin berbicara dengan nona, kata sekretaris pram sambil membentangkan tangannya mencegah amasya pergi. jangan menghalangiku bodoohh,, ucap amasya kesal menatap wajah sekretaris pram lalu mendorong tubuh sekretaris itu agar tidak menghalangi jalannya,tapi nona anda sungguh tidak sopan kepada tuan muda dia masih ingin berbicara dengan nona tapi nona malah meninggalkannya kata sekretaris pram masih tetap mencegah amasya pergi.
plak,,, plakk tamparan itu begitu keras mengenai kedua pipi sekretaris pram, sehingga sekretaris pram sedikit terhuyung ke belakang. itu akibatnya kalau berusaha menghalangiku, kata amasya dengan kasar kepada sekretaris pram. jangan menghalangiku atau aku akan memukulmu lebih keras lagi ancam amasya dengan mata melotot ke arah sekretaris pram.
biarkan wanita itu pergi pram, kata sakti terdengar dari tempat duduknya. biarkan dia melakukan apa yang dia mau, lepaskan dia kata sakti lagi. amasya hanya menoleh sejenak ke belakang kemudian mendorong tubuh sekretaris pram kesamping, lalu amasya berlalu pergi setelah keluar di jalan raya amasya lalu menaiki mobilnya yang terparkir tidak jauh dari kafe tersebut.rupanya diam2 amasya mengirim pesan kepada supirnya untuk datang menjemputnya di kafe itu.
maaf tuan muda aku tidak bisa mencegah nona amasya pergi,ucap sekretaris pram menundukan pandangan dihadapan sakti. apakah aku harus menyuruh orang untuk mengikuti mobil nona amasya tuan? kata sekretaris pram bertanya pada sakti.sudahlah pram biarkan saja, biarkan dia pergi tak usah kau menyuruh orang mengikutinya.aku ingin tau apa yang bisa dia lakukan tanpa campur tangan dariku ucap sakti pelan.ucapan amasya masih terngiang ngiang di telinga sakti dan itu sangat membuatnya sakit hati, amasya beruntung dirimu adalah wanita yang sangat aku cintai, dan cinta ini masih begitu besar untukmu kalau tidak sudah habis hidupmu kuhancurkan kata sakti dalam hati.
__ADS_1
ayo kita pergi dari tempat sialan ini pram, kata sakti bangun dari duduknya.aku ingin mendinginkan hatiku, bawa aku berputar putar, aku ingin rileks kepalaku ini serasa mau pecah kata sakti pada sekretaris pram.baik tuan, kata sekretaris pram mengikuti langkah sakti menuju mobil yang terparkir di depan kafe.setelah membukakan pintu mobil, sekretaris pram lalu masuk kedalam mobil dan menghidupkan mobil, lalu mobil mereka melaju membelah keramaian kota.
aah kenapa bisa ada kejadian seperti ini, kata sekretaris pram dalam hati.sekretaris pram lalu menatap wajah tuan muda sakti dari spion tampak sakti sedang menatap ke arah jalanan yang mereka lalui, tapi sekretaris pram tau tuan muda sakti saat ini pikirannya lagi memikirkan kekasihnya amasya. dasar wanita licik bisanya hanya memanfaatkan kebaikan hati dan rasa cinta tuan muda saja, rutuk sekretaris pram dalam hati.