
amasya tersenyum senyum sendiri keluar dari ruang kerja tuan muda sakti,dirinya sudah membayangkan apa yang akan dilakukannya sebentar malam di apartemennya bersama tuan muda sakti.beberapa karyawan wanita yang melihat ke arah amasya langsung berbisik bisik mengomentarinya,namun amasya tidak mau ambil pusing,saat ini hatinya sedang berbunga bunga karena merasa sangat mudah untuk menaklukan hati tuan muda sakti.
begitu amasya keluar dari kantor tuan muda sakti,seorang satpam langsung menelpon sekretaris pram untuk memberitahukan kalau amasya sudah benar benar pergi.tak lama kemudian sekretaris pram keluar dari sebuah ruangan bersama tuan muda sakti dan mereka berdua kembali ke ruangan kerja mereka sebelumnya."sialan kau pram,mengapa kau lama sekali baru datang menyelamatkanku tadi?ucap tuan muda sakti sambil menendang kaki sekretaris pram dengan gemas."aah,,kulihat tadi kau sepertinya sangat menikmati ciuman tunanganmu itu"balas sekretaris pram dengan santainya karena memang sekretaris pram sengaja ingin membalas kejahilan tuan muda sakti kepada dirinya sebelumnya.
"awass kau pram,,aku akan potong gajimu jika kau mengulanginya lagi"ancam tuan muda sakti dengan kesal kepada sekretaris yang juga sahabat kecilnya itu.tuan muda sakti akhirnya masuk di ruang kerjanya dengan mood yang sudah tidak sebagus tadi,semangatnya hilang untuk melanjutkan pekerjaannya setelah dirinya duduk di kursi kerjanya lalu pikirannya melayang ke rumah mengingat aira yang tadi di tinggalkannya belum bangun dari tidurnya."pram,tolong kau handle dl pekerjaanku yaa please,,,,aku kurang enak badan niih,,pingin cepat cepat pulang rumah"ucap tuan muda sakti mencoba mengelabui sekretarisnya."huuhh,,bilang saja kau mau cepat cepat ketemu dengan nona aira,tak usahlah kau berbohong kepadaku tuan muda aku bukan anak kecil yang gampang kau bohongi"dengus sekretaris pram sambil mencibir ke arah tuan muda sakti.
"hehehe,,,tumben kau begitu pintar menebak pram,sebenarnya aku mau bilang begitu tapi aku tidak enak hati kepadamu takutnya nanti kau tersinggung HAHAHA"ucap tuan muda sakti tertawa senang karena kembali menjahili sekretarisnya."aahh,,,sialan kau sakti,nanti sakit kepala karena cinta baru tau rasa.jangan lupa urus juga tuuh mantan tunanganmu itu jangan sampai dia merusak kebahagiaanmu dengan nona aira,kasihan nona aira dia begitu baik utk di sakiti"ucap sekretaris pram dengan nada serius kepada tuan muda sakti."tak perlu kau khawatir sobat,aku sudah tidak menginginkan amasya lagi,kesempatan kedua tidak akan pernah dia dapatkan karena hatiku sudah milik aira"ucap tuan muda sakti sambil tersenyum dan menepuk bahu sekretaris pram dengan lembut.
__ADS_1
tiba tiba terdengar panggilan masuk d hp tuan muda sakti,begitu tuan muda sakti melihat siapa yang menelponnya tampak nama amasya terpampang."tuuhh,,mantan tunanganmu menelpon,ingat nona aira sakti jangan sampai kau masuk di dalam rayuan amasya karena dia itu wanita licik dia bisa menjebakmu agar kau mau mengikuti semua keinginannya."ucap sekretaris pram mengingatkan tuan muda sakti."terima kasih atas nasehatmu pram,aku juga merasa ada yang aneh dengan tingkah amasya.mungkin ada yang di inginkan lagi oleh amasya makanya dia berusaha merayuku kembali"ucap tuan muda sakti sambil terus menatap layar hpnya sambil menimbang nimbang apakah dia akan mengangkat telepon dari amasya ataukah membiarkannya,dan,,,,,"hallo,ada apa amasya?aku lagi sibuk nih"ucap tuan muda sakti yang akhirnya memutuskan menjawab panggilan telepon dari amasya.
"hallo,,sayaaaanngg,,,aaduuuhh,,tolong akuu,,sayanggg,,,kakiku terkilir niihh,aku tidak bisa berjalan,,tolong ke apartemenku yaah pleaseee,,sakit niihh"terdengar rintihan amasya di dalam telepon."astagaaa,,,kau ad di mana sekarang?di dalam kamar mandi???oke,,,oke,,tunggu aku akan kesana"ucap tuan muda sakti dengan nada panik karena entah mengapa dirinya langsung merasa iba dengan rintihan kesakitan amasya yang di dengarnya."sekretaris pram,aku pergi dulu yah amasya membutuhkan pertolonganku sekarang"ucap tuan muda sakti langsung bergegas pergi tanpa menunggu jawaban dari sekretaris pram.
"astagaa sakti,,,sakti,,semoga saja wanita ****** itu tidak membohongimu dan kalaupun wanita itu sampai membohongimu sakti ku sumpahin semoga saja kakinya nanti akan patah" umpat sekretaris pram dengan kesal karena tadi memang dirinya mendengar percakapan tuan muda sakti dengan amasya di telp karena tuan muda sakti sengaja membesarkan suara hpnya.
tak berselang lama kemudian terdengar suara sakti memanggil manggil namanya dan dengan seketika amasya langsung menjatuhkan dirinya di lantai kamar mandi yang sebelumnya telah di siraminya air sabun agar terasa lebih licin."aaduuuhhh,,,sayaaang,,,masuk ajaaaa,,aku di siniiii,,,aaduuuhhh,,,saakiiiittt"rintih amasya sambil berpura pura menangis.tuan muda sakti yang sudah menerobos masuk ke dalam langsung tertegun menatap amasya yang ada di hadapannya.amasya terus merintih sambil menatap wajah tuan muda sakti dengan pandangan yang memelas"sayaaaangg,,,tolong bantu akuu,,kakiku sakit sekali sayaaaanngg,,tadi aku buru buru mau mengambil hpku karena ada yang menelpon akhirnya aku kepeleset dan kakiku terkilir.bantu aku ke kamar sayaaanngg,,kakiku tidak bisa berdiri lagi sakiiitt sekali"rintih amasya sambil mengulurkan tangannya berusaha menggapai tubuh tuan muda sakti.akibat dari perbuatannya itu handuk yang menutupi tubuhnya langsung melorot sehingga memperlihatkan bentuk tubuh amasya yang begitu menggoda sehingga tuan muda sakti terpaksa menelan ludah menahan hasratnya yang tiba tiba datang.
__ADS_1
amasya yang melihat sakti hanya berdiam diri di tempatnya tampak sedikit kesal dan langsung berusaha menggapai tubuh tuan muda sakti dan kali ini berhasil."sayaaanggg,,,bantu aku saayaaangg,,,kakiku sakiiit sekali"ucap amasya sambil memeluk erat tubuh tuan muda sakti dan sengaja menempelkan tubuhnya agar tuan muda sakti tertarik untuk menjamahnya.tanpa bersuara tuan muda sakti kemudian membopong tubuh amasya untuk di taruhnya di atas ranjang dan amasya langsung bersorak di dalam hati karena selangkah lagi jebakannya akan berhasil.dan begitu tubuhnya di letakkan di atas ranjang amasya langsung menahan tangan tuan muda sakti agar tidak bergerak menjauhinya.
"terima kasih sayaaangg,,,kau sudah membantuku,,aku tidak tahu ingin meminta bantuan kepada siapa lagi karena seking paniknya"ucap amasya sambil tersenyum manis kepada tuan muda sakti."makanya lain kali berhati hatilah,aku pergi dulu kau beristirahatlah"ucap tuan muda sakti berusaha melepaskan genggaman tangan amasya,namun amasya tetap menahan tangan tuan muda sakti bahkan amasya menarik tangan itu dan meletakkan di dadanya kemudian wajahnya mendekati bibir tuan muda sakti lalu di lumatnya dengan penuh gairah.
tuan muda sakti yang sedari tadi bersusah payah menahan hasratnya akhirnya luluh juga mendapat serangan seperti itu dari amasya,dirinya kemudian membalas ciuman amasya dengan tidak kalah bergairahnya.mereka berdua kemudian larut dalam ciuman panas yang membuat tuan muda sakti hampir hilang kendali.
"permisi,,,,permisiiii,,,,tuan mudaaaa,,,tuan muda saktiiiii,,,aduuuhhhh kemana siihhh???"terdengar teriakan sekretaris pram dari ruang tengah.tuan muda sakti seperti tersadar dari hipnotis langsung menghentikan aktifitasnya bersama amasya dan dia langsung bergerak menjauhi tubuh amasya."sialannn,,,mau ngapain sih sekretaris begomu itu menyusulmu sampai di apartemenku dan teriak teriak kayak orang gila begitu?maki amasya yang langsung memuncak amarahnya karena jebakannya yang hampir berhasil harus gagal karena kedatangan sekretaris pram.
__ADS_1
"maaf amasya,,aku harus pergi sekretaris pram sudah menjemputku"ucap tuan muda sakti langsung bergegas meninggalkan amasya yang masih berada di atas ranjang."sayaaaangg,,,tungguuuu,,,usir saja dia sayaaanggg,,,huuuhh,,sialan memang sekretaris **** itu,,awas kau,selalu saja merusak rencanaku.lihat saja nanti aku pasti akan menyuruh sakti untuk memecatmu"maki amasya dengan penuh amarah sambil mengacak ngacak ranjangnya sehingga jadi berantakan.