Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Membahas pernikahan 2


__ADS_3

"hahaa.. kamu benar, aku juga begitu. meskipun Aku punya 2 putra. tapi tetap saja aku tak bisa melepas semua tanggung jawab itu.. sebenarnya bukan mereka tak sanggup tapi aku juga tak tega " ucap pak yudi


"Berarti kita sama saja hahaa...." timpal pak Alvaro yang masih tertawa.


"Nak,,,,,, apa kalian berdua ingin ngobrol berdiri disana, ayok ajak tuan varo masuk kedalam" suruh Oma megan


"ouhh iya ya,, ayokk mari masuk, kita ngobrol di dalam sambil makan malam sepertinya lebih baik" ajak pak yudi.


pak Alvaro dan Istripun menurut masuk tak lupa bersalaman dan mencium tangan Oma megan, bentuk menghargai yang lebih tua


"Kami sangat senang, kalian bisa datang untuk memenuhi undangan kami" ucap pak yudi dengan senang sambil berjalan


"ah,,, kami yang sangat berterima kasih kalian sudah mengundang dan melibatkan keluarga kami dalam hal pernikahan Rendi dan Syifa


"Bagaimana kami tak mengundang orang tua dari calon menantu kami" ucap bu Fitri


"iya. kamu benar sayang.. kita tak mungkin tak mengundang keluarga calon menantu kita"


"ini semua karena Syifa, sehingga kita bisa berkumpul makan malam bersama disini" ucap pak yudi lagi.


"Syifa memang membawa keberuntungan bagi kami, Syifa sudah seperti putri kami sendiri, bukan begitu kan pi" ucap bu Lita sambil menatap ke arah suaminya pak Alvaro


"iya, sejak aku bertemu dengan nya, aku merasa sangat dekat dengan nya, dan setelah Dimas membawanya kerumah, sejak itu kami ingin bertanggung jawab atas Syifa, kami ingin mengambil Alih sebagai tanggung jawab orang tuanya, dan akan menjadi orang tuanya" ucap pak Alvaro tersenyum dengan bangga dia menceritakan awal pertemuan nya dengan Syifa lalu Dimas juga membawanya kerumah.


"Ya Allah, aku tak menyangka, Aku seberuntung ini, semua orang disini menyayangiku, bahkan papi dan maminya dimas benar-benar menganggap ku seperti keluarga nya" Batin Syifa sambil menahan air mata agar tidak tumpah.


"Dan kami sangat senang saat mengetahui Syifa bertunangan dengan salah satu putramu. dan itu berarti aku akan menjadi besanan dengan sahabat ku" ucap pak Alvaro lagi tersenyum


"Hahahha..." mereka berdua tertawa seakan-akan yang ada di meja makan saat ini hanya mereka.


"hahaa.. kamu benar, Dunia memang sempit ya, kita lama berpisah dan tak bertemu tapi berkat anak-anak kita, kita bisa bertemu dan makan bersama seperti ini" ucap pak yudi.


"hahahaaaa" lagi-lagi mereka tertawa sedangkan yang lain hanya saling pandang lalu menatap ke mereka berdua


"Kalian kenapa menatap kami seperti itu" tanya pak yudi saat sadar


"Iya, apa ada yang aneh atau kami melakukan kesalahan?" tanya pak Alvaro dengan muka tak bersalah


"Gak salah pi, cuma kami merasa seperti angin yang tak terlihat disini" ucap Dimas

__ADS_1


"iya Dimas benar Dad, kalian hanya ngobrol berdua, saja" Rendi membenarkan ucapakan Dimas


"hahhaah... maaf kan kami, maklum kami lama tak bertemu" ucap pak yudi.


"Bisakah kita makan sekarang dad, Rendi udah lapar aja nih" izin Rendi


"Ayokk lebih baik kita makan dulu, nanti ngobrol nya di lanjutin ya Dad, kesian tuh anak-anak udah pada menahan lapar" ucap Bu Fitri lalu tersenyum


Akhirnya mereka semua menikmati makan malam.


"silangkan nambah ya, jangan sungkan-sungkan. ini semua masakan Fitri mommy Rendi yang masak" ucap Oma megan


"Benar nih bu Fitri yang masak, daging Rendang nya enak banget, rasanya ngalahin masakan di restoran-restoran mewah puji bu Lita.


"Ahh bu Lita, bisa aja... jangan berlebihan gitu" ucap bu Fitri merasa malu


"Aku serius bu Fitri, tadi aku mau nanya resep nya tapi gak enak hehe" jujur bu Lita


"Masakan mommy memang enak-enak tan" puji Serlina


"Tan cobain deh, ayam gulai bikinan mommy juga tak kalah enak dengan Daging Rendang nya. tante pasti juga suka" ucap Serlina sambil menawarkan ayam gulai bikinan mommy nya.


"Gimana tan, enak kan" tanya Serlina dengan tersenyum


"Wahh tuh anak, emang caper bangat ya, jangan-jangan dia sengaja ingin cari perhatian maminya Dimas" Batin Rendi


"Iya sayang, kamu benar masakan mommy mu memang sangat enak" lagi-lagi bu lita memuji masakan bu fitri


"kan apa Serlin bilang, masakan mommy memang enak the best." ucap Serlina


"Serlina jangan berlebihan gitu sayang...." tegur bu Fitri


"Memang benar kok, masakan mu dari tadi ku coba enak semua, boleh dong ajarin masak nanti" pinta bu Lita


"Boleh saja, kalu bu Lita mau. kapan aja" ucap Bu Fitri sambil tersenyum.


"hahaa... Beneran ya bu Fitri.. setelah pernikahan Syifa dan Rendi nanti ajarin aku ya" pinta Bu Lita


"iya nanti di ajarin, besok pun kalu mau boleh hehehe" ucap bu Fitri

__ADS_1


Bu Fitri dan Bu Lita pun akhirnya ngobrol tentang masakan dan resep-resep nya di meja makan, saking asiknya mereka lupa jika tak hanya mereka berdua yang ada disana.


"inih emak-emak berdua kenapa mereka tiba-tiba asik berdua saja tadi para suaminya, sekarang para istrinya.. terus kapan bahas tentang pernikahan kami" keluh Batin Rendi


"ehemm.. hemmmm.. hemmm" Rendi berdeham seakan memberikan kode pada pada emak-emak yang asik ngobrol membahas masalah masakan tadi


"kenapa Ren, nih minum dulu" Syifa mengambilkan air lalu memberikan nya pada Syifa, yang sebenarnya mengira Rendi keselak makanan.


"kamu kenapa Ren, makanya kalu makan tuh pelan-pelan sayang" ucap bu Fitri


"Aku bukan keselek makanan mom, tapi ini karena dari tadi aku nungguin kapan kalian bahas tentang pernikahan kami, dari tadi ngobrol mulu gak suami, gak istri." umpat Rendi dalam hati


"itu dia bukan keselek makanan mom, dia ngasih kode ke kalian kapan kalian merundingkan tentang pernikahan nya" ucap Dodi yang seperti mengerti dan tau isi pikiran adik kembar nya itu.


"iya Dodi benar, dari tadi kalian asik ngobrol saja. kapan kita mulai membahas tentang pernikahan anak-anak kita" ucap Bu megan yang juga sudah menunggu.


"ouhh iya.. kami jadi lupa tentang tujuan kita ngumpul disini itu ngapain hahaaa" ucap pak yudi lalu tertawa


"sepertinya anak-anak kita sudah tak sabar ya yud. hehee" ucap pak Alvaro, dengan masih basa basi


"Begini varo, sebenarnya aku minggu depan ingin keluar negeri, ada yang di urus. jadi aku ingin pernikahan mereka kita percepat saja 3 hari atau 2 hari kedepan" usul pak Yudi


"Bagaimana ya, aku setuju-setuju saja terserah pada pihak kalian. besok pun kalu sudah siap aku setuju.. gimana Mi, dimas??" ucap pak varo sambil meminta persetujuan istri dan putra nya


"setuju..." ucap Bu lita dan Dimas barengan


"Nah, kami semua setuju, sekarang terserah pada pihak laki-laki nya bagaimana?" tanya pak Alvaro


"Setuju.." ucap Serlina antusias


"iya, saya setuju, kamu Fitri?" tanya oma megan


"Setuju bu" bu fitri setuju


"Aku juga setuju" Dodi menyahut


"Sekarang tinggal calon pengantin, apa kalian siap?" tanya pak yud


"Aku siap Dad" jawab Rendi semangat 45 dengan tersenyum bahagia

__ADS_1


sedangkan Syifa hanya mengangguk malu. tanda dia setuju dan siap.


__ADS_2