Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Pertengkaran Rendi dan Syifa


__ADS_3

"Tunggu Lin, kita di sini aja" Dodi mencegah Serlina dengan mencegat tangannya agar tidak menemui Syifa dan Rendi


"Kenapa kak" Serlina bingung


"Biarkan mereka bicara berdua dulu, entah kenapa aku yakin ada ke salah pahaman diantara mereka" jelas Dodi dengan yakin.


Serlina pun menurut tanpa membantah, mereka menunggu di gubuk sambil menikmati angin yang berhembus melewati wajah mereka.


"Kira-kira meraka lagi ada masalah apa ya!!" gumam Dodi


"Kan Syifa bilang mereka tidak ada masalah kak, sampai tadi malam mereka masih baik-baik aja" jawab Serlina


"Kamu yakin Syifa berkata jujur" tanya Dodi ingin memastikan bukan karena dia tidak percaya dengan Syifa, hanya saja dia merasakan sesuatu yang janggal


"yakin, kak..." jawab Serlina penuh keyakinan


"Berapa persen yakin mu" tanya Dodi lagi serius


"Serius amat ka, memang nya kakak gak percaya sama aku dan Syifa" ucap Serlina


"Kamu jawab aja, keyakinanmu berapa persen??" tanya Dodi lagi, kali ini makin serius.


"emmm,,, berapa ya.. 90% kak, aku yakin" jawab Serlina


"kenapa tidak 100%" tanya Dodi lagi


"kak Dodi kenapa sih,, kok aneh bangat" batin Serlina


"Kenapa bengong, jawab aja" ucap Dodi lagi


"ya karena sampai tadi malam mereka baik-baik saja.. tapi setelah itu tidak ada kabar dari kak Rendi lagi" jawab Serlina


"Nah itu maksud kakak Lin, Syifa memang tidak merasa ada masalah sampai tadi malam.. tapi dari pagi sampai dia mematikan ponselnya, kita tidak tau apa yang terjadi, bisa jadi kan ada yang merecoki atau ada orang yang sengaja ingin mengadu domba mereka berdua lewat Rendi sehingga menimbulkan ke salah pahaman diantara mereka" Jelas Dodi


"iya juga sih.. itu juga mungkin.. tapi bisa juga kan ini ada hubungan nya dengan urusan kantor" Serlina mencoba nebak-nebak


"Tidak Lin, ini bukan Urusan kantor, dia memang sudah mau ikut mengurus bahkan dia menawarkan diri. makanya aku sangat yakin tidak ada masalah dengan urusan kantor. ini kan tentang petting baju, persiapan untuk pernikahan nya sendiri. Dia tidak mungkin membawa urusan kantor ke hal pribadi. aku sangat kenal dengan watak nya Lin. jika dia tidak datang berarti masalah nya pada Syifa" jelas Dodi lagi dengan sangat yakin.

__ADS_1


Serlina mulai mengerti dan paham, apa yang di katakan Dodi memang benar. Mungkin karena Dodi dan Rendi kembar jadi banyak sedikit nya ikatan dan perasaan mereka masih terikat.


Sedangkan di tempat Syifa dan Rendi sedikit ada kecanggungan dan sedikit mulai memanas


"Hey,, Ternyata kamu disini Ren, kenapa kamu tidak datang ke butik" tanya Syifa sambil duduk di samping Rendi dengan jarak sekitar setengah meter.


"Kamu kenapa kesini" bukannya menjawab malah Rendi bertanya balik saat dia menoleh ke arah Syifa yang lalu duduk di sampingnya


"Aku kesini nemui kamu lah" jawab Syifa


"Untuk apa, lebih baik kamu pulang" usir Rendi dengan nada tak suka


"Kamu kenapa Ren, apa masalah apa sih??" tanya Syifa


"Lebih baik kamu pulang Fa, jangan sampai aku makin kesal" usir Rendi lagi dengan sedikit berteriak sambil melempar batu ke jurang yang ada di depan dia duduk, tanpa menatap ke arah Syifa.


"Aku tidak akan pulang, sampai kamu cerita ke aku, ada masalah apa" ucap Syifa lemah dengan mata berkaca-kaca


"Kamu kenapa sih Fa, keras kepala sekali" ucap Rendi mulai melemah saat dia sadar melihat mata Syifa yang mulai berkaca-kaca


"Kamu yang keras kepala Ren, kamu kenapa ada masalah apa Ren, coba kamu cerita ke aku. jangan seperti ini" ucap Syifa


"Maksud kamu apa Ren" tanya Syifa


"Kamu mau tau kan masalah nya apa, iya masalah nya ada di depan ku.." Teriak Rendi


Meskipun hatinya tak tega berkata kasar pada Syifa, tapi Rasa sakitnya dan tak terima atas perlakuan Syifa lebih besar, membuatnya tak bisa menahan Amarah nya. Bagaimana tidak???. Rendi merasa di permainkan oleh Syifa, Rasa cintanya di balas dengan penghianatan.


"Apa.. maksudmu aku Masalah mu??" Air mata Syifa sudah menetes di pipi nya saat Rendi berteriak padanya


"Iya kamu adalah Masalah nya Fa, kamulah masalahku. apa masih kurang jelas" Teriak Rendi


"Sekarang, lebih baik kamu pergi dari Sini Fa" usir Rendi lagi


"Tapi, apa sebenarnya salah ku Ren.. hiks.. hiks..." Syifa mulai menangis


"Kamu tidak usah munafik Fa, aku kira kamu jauh berubah lebih baik sekarang, tapi ternyata kamu hanya ingin menutupi kemunafikanmu itu" ucap Rendi tanpa ingin melihat Ke arah Syifa

__ADS_1


"maafkan aku Fa, aku sudah berusaha baik padamu, tapi kamu khianati aku. lebih baik kamu pergi Fa dari pada kamu tersakiti karena kata-kata kasar ku.. Andai kamu tau Fa, aku tidak sanggup melihat air matamu. Rasanya sangat sakit Fa.. sakit.." Lirih batin Rendi


"Ren maaf kan aku, aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu, munafik!!!, kenapa kamu katakan itu" tanya Syifa lemah dengan bercucuran Air mata.


Dari gubuk Serlina dan Dodi Mendengar Rendi berteriak pada Syifa.


"kak, kakak dengar gak, kak Rendi seperti berteriak, apa mereka bertengkar???" tanya Serlina


" Iya Lin, sepertinya mereka bertengkar." jawab Dodi


"Ya udah kak, lebih baik kita susul kesana aja" ajak Serlina


"Iya lin, ayokkk" ucap Dodi


Mereka berdua pun berjalan menuju dimana Rendi dan Syifa berada.


"Ada apa ini Ren, kenapa Syifa menangis" tanya Dodi


Rendi diam, tak menjawab pertanyaan Dodi


Serlina langsung membawa Syifa ke pelukannya, sambil memusut belakang Syifa


"kamu tenang ya, semua akan baik-baik saja" Serlina mencoba menenangkan sahabat baik nya itu.


"Ren, apa kamu tidak dengar, kamu apakan Syifa hingga dia menangis" sekali lagi Dodi bertanya dengan sedikit menahan amarah


"Aku tidak ngapa-ngapain dia kok, dia nya aja cengeng" jawab Rendi ketus


"Ren, kamu ini kenapa sih" Dodi mulai kesal


"Udah, kalian gak usah tertipu dengan air mata buaya nya itu" ucap Rendi


"plakkk......." Sebuah tamparan mengenai wajah Rendi


"auwww..... hanya karena membela dia, kakak menampar ku.. bahkan kalian percaya dengan Air mata palsu itu hechh.." ucap Rendi kesal sambil menunjuk kearah Syifa.


"cukup kak, kakak ada masalah apa, sampai kaka bersikap seperti ini" ucap Serlina dengan lantang, dia tidak terima sahabat nya di hina oleh kakaknya sendiri

__ADS_1


"kalian tanyakan saja padanya, kenapa aku jadi bersikap seperti ini" ucap Rendi dengan senyum licik


"Apa yang harus ku katakan Ren, aku saja tidak tau, apa maksudmu.. kesalahan apa yang kubuat" ucap Syifa sambil menangis.


__ADS_2