
tuan muda sakti terbangun dari tidurnya yang lelap pukul 06.30,dirinya lalu bergegas mandi untuk menyegarkan tubuhnya.segarnya air pagi ini membuat tuan muda sakti merasa tubuhnya kembali vit dan pikirannya menjadi segar, sejenak tuan muda sakti melupakan kegalauan hatinya yang sedari malam tidak bisa dia hilangkan.
selesai mandi dan berganti pakaian,tuan muda sakti lalu keluar dari kamarnya.dirinya menuju ruang makan yang khusus untuk dirinya sendiri.tuan muda sakti lalu memakan sarapan paginya yang telah di sediakan oleh kepala pelayan."hhmm mungkin sebaiknya aku melemaskan otot ototku dulu sebelum ke kantor" ucap sakti dalam hatinya.sakti lalu mulai berjalan mengelilingi halaman rumahnya,sembari memperhatikan para pelayannya yang saat ini sedang melaksanakan tugas mereka masing masing.
"oh iya aku hampir lupa,aku harus melihat kerja pembantu baruku itu" kata sakti secara perlahan.tuan sakti kemudian berjalan menuju arah belakang rumahnya. "hhmm kemana cewek gila itu yah"ucap sakti sambil mengedarkan pandangannya.lalu seketika matanya melotot melihat pemandangan di hadapannya.
di jarak beberapa meter di hadapan tuan sakti tampak seorang wanita sedang berpegangan pada sebatang pohon mangga yang belum terlalu besar sambil meliuk liukkan tubuhnya, sambil menari ala penari balet wanita itu memungut sampah dari rumput rumput yang di cabutinya.sakti menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah laku wanita yang ada di hadapannya yang tidak lain adalah aira.
__ADS_1
"dasar cewek gila"kata sakti berbicara sendiri. awalnya sakti ingin langsung keluar dari balik rimbunan pepohonan, dan langsung memarahi wanita tersebut karena kerjanya yang tidak becus, tapi dirinya kemudian memilih untuk tetap berada di tempatnya semula karena sakti merasa penasaran apa yang akan di lakukan selanjutnya oleh wanita di depannya itu.
aira yang tidak menyadari bahwa saat ini ada yang mengawasinya masih terus saja menari dengan santainya, kemudian aira lalu mengubah cara menarinya kali ini dirinya menirukan penyanyi yang sedang mengadakan konser.aira lalu menyanyi menggunakan pacul yang ada di tangannya dirinya berjingkrak jingkrak seperti penyanyi metalica.
"hhmm ternyata memang benar dugaanku cewek ini benar benar gila" kata sakti sambil tetap menatap tajam ke arah aira dari persembunyiannya.tiba tiba aira berjongkok dan berbicara dengan rumput di hadapannya "wahai rumput yang liar,pergilah kau dari hadapanku,aku tak mau melihat kau merampas kecantikan bunga bungaku"kata aira lalu mulai mencabuti rumput di hadapannya."heiii kenapa kau tidak mau ku cabut wahai rumput yang nakal"kata aira mengajak bicara rumput yang sedang di cabutnya.
"apakah kau menantangku wahai rumput nakal"?jangan memaksaku untuk bertindak kasar yah" kata aira lagi.aira lalu mengambil posisi untuk mencabut rumput di hadapannya.hupp,, kena kau yah, kali ini kau tidak akan lolos dari cengkraman tanganku yang punya kekuatan super ini" kata aira dengan sombongnya." tunggu, aku akan mengeluarkan jurus tangan besi untuk mencabutmu"aira sudah seperti orang gila saja berbicara sendiri dengan rumput di hadapannya.
__ADS_1
di persembunyiannya sakti tidak mampu untuk menahan gelak tawanya, tawa sakti lalu meledak seketika tapi tiba tiba ada satu tangan terjulur ke depan langsung menutup mulut tuan muda sakti.sakti terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya melihat siapa yang menutup mulutnya barusan, "heii kau sekretaris pram mengapa mengejutkanku"?tanya sakti pada sekretaris pram."maaf tuan muda aku mencarimu dari tadi kata kepala pelayan dia melihatmu menuju ke arah kebun belakang jadi aku menyusulmu kesini"kata sekretaris pram menjelaskan, "karena tuan muda sedang asik mengamati wanita itu jadi saya tidak berani mengusik tuan dan saya ikut penasaran ingin menyaksikan yang di lakukan.
"iyaa aku hanya heran saja melihat tingkah cewek gila ini"ucap tuan muda sakti,dan aku sangat senang ketika dirinya terjungal kebelakang dan merintih kesakitan, hahaha rasanya dendamku sedikit terbalaskan kata tuan muda sakti kembali tertawa.namun tawanya seketika berhenti ketika dirinya mendengar suara aira.
"heiii siapa di situ?, apakah ada orang?"aira bertanya sambil melangkah menuju tempat persembunyian tuan muda sakti bersama sekretaris pram.tanpa sadar tuan muda sakti menarik tangan sekretaris pram untuk melarikan diri bersama dirinya."haah capek juga yaa lari dari cewek gila itu"ucap tuan muda sakti sambil menoleh ke arah sekretaris pram yang tampak ngos ngosan.sekretaris pram hanya mengangguk tanda setuju dengan ucapan tuan muda sakti, dirinya masih sibuk mengatur napasnya karena dirinya tidak menyangka akan di tarik untuk melarikan diri."heii tunggu dulu"tuan muda sakti langsung teringat sesuatu, "mengapa kita berdua harus melarikan diri"?memangnya kenapa kalau cewek gila itu mengetahui kalau kita tadi menyaksikan kelakuannya yang gila itu"kata sekretaris pram berbicara sambil menatap tajam mata. sekretaris pram. "maaf tuan muda saya. sendiri tidak mengerti mengapa tuan muda harus melarikan diri karena ketahuan mengintip"ucap sekretaris pram kepada sakti.
aahh siiaalll,,, cewek gila itu selalu saja menimbulkan masalah kata tuan muda sakti menggerutu."hahaha tapi aku sangat merasa puas karena cewek sinting itu terjungkal dan kesakitan,akhirnya dia merasakan apa yang sudah aku rasakan akibat perbuatannya hahaha"sakti tertawa dengan senangnya. "rasakan itu, rumputku telah melakukan tugasnya dengan baik, membalaskan dendamku pada cewek gila itu "sakti berkata sambil tertawa tawa.tuan muda sakti lalu berjalan masuk ke dalam rumah di ikuti oleh sekretaris pram di belakangnya, mereka berdua bersiap siap akan segera berangkat ke kantor.
__ADS_1
sepeninggal sakti dan sekretaris pram, aira yang menuju tempat persembunyian sakti yaitu di antara pohon yang rimbun, tampak kebingungan karena tidak menemukan seseorang berada di sana. "heran aku, sepertinya aku tadi mendengar suara tawa seseorang dan juga suara orang bercakap cakap dari arah sini, tapi kok tidak ada yah"aira berbicara sendiri sambil matanya mencari cari kalau saja ada orang yang mengerjainya."aah tetap saja tidak ada siapa siapa di tempat ini, atau hanya perasaanku saja yah karena aku terlalu heboh sendiri"ucap aira dalam hati.
tiba tiba perasaan aira tidak enak,bulu kuduk aira berdiri, aira sekali lagi mengedarkan pandangannya."aah jangan jangan di tempat ini ada penunggunya,perasaanku kok tidak enak gini yah"ucap aira sambil mengusap tengkuknya. "sepertinya memang tempat ini ada penunggunya, buktinya tidak ada satupun pelayan rumah ini yang berani membersihkannya" kata aira. seorang diri."ooh tuhan tolooooonng aku belum mau mati, ampuunn mbaahh,, ampuuunn mbaaahh,, aku hanya main main saja jika ada kelakuanku yang tidak berkenan tolong di maafkan"ucap aira membungkukkan badannya lalu setelah itu aira langsung lari kembali ke rumah.