
...~Happy Reading~...
“Masalah apa yang di buat sama Ryan? Kok aku kaya merasa kurang percaya,” gumam Ryana pelan namun masih mampu di dengar oleh Raka. Tentu saja, hal itu spontan langsung membuat Raka berbalik dan menatap istrinya.
“Kamu lebih percaya kalau aku yang buat masalah, begitu?” tanya Raka dengan tatapan sedikit kesal namun membuat Ryana langsung menyengir lebar.
“Ya gak gitu Sayang kuh, tapi gimana ya, soalnya kan Ryan itu—“
“Sayang! Asal kamu tahu ya, kakak semata wayang kamu itu, sudah terlanjur mengambilbeberapa proyek baru, bukan di handle malah dia kabur gitu aja dan ambrukin ke aku semua.”
“Masa sih? Kok bisa? Biasanya kan Ryan tanggung jawab sama pekerjaan nya, masa dia—“
“Dia pergi nemuin cewek nya!” jawab Raka dengan cepat seketika membuat Ryana mengangguk paham. Menurut Ryana ya wajar jika Ryan melakukan seperti itu, karena saudara nya itu sudah menemukan tambatan hatinya setelah sekian tahun menjomblo akibat gagal nya hubungan dengan Bintang.
__ADS_1
Namun, di sisi lain ia juga sangat menyayangkan, aksihan dengan suami nya yang terpaksa harus lembur akibat ulah saudara kembar nya. Apalagi itu hanya karena cewek, sungguh keterlaluan, batin Ryana.
“Ya udah, kamu mandi dulu gih. Aku siapin makan malam, cup!” Ryana mengecup bibir suami nya kilat sebagai penyemangat akan pergi mandi.
“Dih singkat banget!” guma Raka memanyunkan bibir nya seketika membuat Ryana langsung memberengut tak kalah kesal.
Kurang ajar bukan? Tapi begtulah Raka, setiap di kash hati selalu minta jantung. Hanya kecupan singkat tak akan membuat laki laki itu puas. Seharusnya, Ryana tidak perlu mencium bibir Raka, agar laki laki itu tidak melunjak. Lain kali, tolong ingatkan Ryana agar dia tidak menggoda sang suami, apalagi kini dirinya sedang berada di fase nifas.
Sementara itu, di tempat yang berbeda. Grace sudah tiba di halaman rumah orang tuanya. Gadis itu segera turun dan bergegas untuk masuk ke dalam rumah. Namun, saat ia hendak menaiki tangga, dahi nya di buat berkerut kala mendengar suara seseorang dari arah belakang.
Walau sebenarnya Grace kurang menyukai laki laki perokok, namun apa boleh buat, namanya laki laki sangat sulit untuk di larang dan merokok termasuk sebagai candu yang tidak bisa di hentikan secara mendadak, kecuali karena kematian.
“Papa! Mas Wira, kok udah pulang?” tanya Grace langsung berlari menghampiri keduanya dan tanpa aba aba, gadis itu langsung duduk di tengah tengah suami dan ayah nya membuat keduanya kompak langsung mematikan rokok nya.
__ADS_1
“Katanya mau jemput besok, kok udah disini aja? Mana gak ada ngabarin lagi, sengaja ya mau kasih kejutan? Eh tapi kejutan apaan, kejutan kok smabil negrokok kaya gini. Padahal udah di bilang—“ Ocehan Grace langsung terhenti saat dengan tiba tiba suaminya langsung membungkam bibir itu dengan tangan.
“Bicara perlahan, jangan seperti itu!” ucap Wira sambil menghela napas nya berat.
“Grace, kamu itu sudah menikah, sudah punya anak. Seharusnya kamu bisa lebih dewasa sedikit saja, astaga!” Samto sebagai ayah kandung Grace seketika langsung memijit pelipis nya kala melihat sikap putri nya yang tak kunjung berubah.
“Anak nya gak ada Pa, udah terbang ke negeri sakura. Jadi—“
“Justru karena itu!” potong Samto lagi dengan cepat, “Anak kamu sudah kuliah di luar negeri, sudah bisa mandiri. Kenapa kamu gak bisa mandiri juga, lihat kamu sekarang? Astaga Grace Grace!”
“Emang Grace kenapa Pa?” tanya Grace dengan wajah polos nya menatap sang ayah, “Perasaan Grace gak ngapa- ngapain deh, kenapa mash salah terus sih di mata Papa, ckckck!” imbuh nya sambil menggelengkan kepala, tanpa sadar diri bagaimana posisi nya saat ini, yang mana duduk di tengah tengah antara Wira dan Samto. Yang dimana, kepala nya bersandar pada dada bidang suaminya, dan kaki nya menghadap ke arah sang ayah.
Bukankah itu sangat sopan sekali? Batin pak Samto dalam hati ingin menrutuki kelakuan putri nya.
__ADS_1
...~TO be continue ......
...Guyss, yang udah baca 2 part di atas. Mohon baca ulang ya, ada sedikit KESALAHAN TEKNIS. Maaaafffffffff bangettt, sekarang udah Mommy revisi, silahkan di baca ulang hehehe, sekali lagi maaf. Maklum mommy juga manusia udah tua lagi, jadi banyak lupa nya wkwkwkkw ... Oke bye bye, selamat membacaaaa ......