
aira yang merasa heran dengan sikap yang ditunjukan oleh tuan muda sakti kepada dirinya membuat aira membuka matanya perlahan lahan, namun tubuhnya kembali menegang karena wajah tuan muda sakti hanya berjarak beberapa centi saja dari wajahnya, dan mata tuan muda sakti seakan hendak menelannya bulat bulat."aa,, ampun tuan muda,, maafkan aku yang sudah merepotkanmu,, tolong jangan hukum aku, karena aku tidak sengaja"ucap aira dengan ketakutan yang tampak jelas di wajahnya.
"mata tuan muda sakti yang sedari awal memandang penuh keteduhan kepada aira kini membelalak dan tuan muda sakti segera menarik wajahnya menjauh dari aira. "aira,, sudah bangun kau rupanya yah,, kau memang sangat merepotkanku, coba lihat perbuatanmu kali ini sudah membuat pekerjaanku menjadi terbengkalai karena harus mengurusimu,dan aku akan menghukum dirimu atas kesalahan yang sudah kau perbuat"ucap tuan muda sakti dengan mata melotot kepada aira.
sekretaris pram yang melihat perubahan sikap yang di tunjukkan oleh tuan muda sakti kepada aira hanya bisa terbatuk batuk kecil, karena dirinya tidak menyangka tuan muda sakti akan sangat pintar bersandiwara di depan aira, sedangkan perawat yang memeriksa kondisi aira ikut merasa ketakutan mendengar suara tuan muda sakti sehingga perawat itu buru buru keluar dari ruangan tempat aira di rawat.
__ADS_1
"sekretaris pram cepat kau suruh cewek aneh ini makan agar dirinya segera pulih dan bisa segera menjalani hukumannya, oh iyaa suruh dia menghabiskan makananku karena aku jadi tidak berselera makan gara gara melihat wajahnya yang acak acakan ini"kata tuan muda sakti mengerling ke arah sekretaris pram. sang sekretaris yang sangat paham dengan bahasa tubuh tuan muda sakti segera bergegas keluar sehingga yang ada di ruangan itu hanya tuan muda sakti dan aira saja."huuh dasar manusia tidak punya rasa belas kasihan, memangnya aku sengaja seperti ini, dibayarpun aku tidak akan mau melakukan sesuatu yang bisa menimbulkan phobiaku, aku kan tadi sudah menolak untuk naik lift,tapi dia sendiri yang menarikku tapi kini dirinya juga yang marah marah tidak jelas seperti itu"umpat aira dalam hati."lagian kemana sih perginya orang orang, bisa bisa manusia ini menerkam dan menghisap darahku karena mukanya sedari tadi sudah seperti drakula,ooh tuhan tolong aku aku masih ingin hidup"ucap aira dalam hati sambil memejamkan matanya namun aira kembali membuka matanya perlahan lahan,mencoba mengintip ke arah tuan muda sakti dan ternyata tuan muda sakti sedang menatapnya dengan tatapan yang tajam seolah olah dirinya tau kalau aira sedang mengumpatnya.
"aira apa kau baik baik saja"?terdengar suara tuan muda sakti dari arah tempat duduknya,tapi aira sengaja tidak mau menjawabnya, namun kemudian telinga aira mendengar suara angkah kaki mendekati ranjangnya dan itu adalah langkah kaki tuan muda sakti,jantung aira serasa menciut namun aira merasa penasaran dengan apa yangndi lakukan oleh tuan muda sakti karena walaupun tuan muda sakti sudah berada di dekat ranjangnya, namun aira tidak merasa sesuatu terjadi atas dirinya. aira kemudian mencoba mengintip dan kali ini aira kembali bertatapan dengan mata tuan muda sakti yang jaraknya hanya beberapa centi dari wajahnya. "takk"sebuah jitakan mendarat mulus di jidat aira, membuat aira meringis kesakitan dan membuka lebar matanya.
"aira kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku haah, apa kau sudah punya penyakit tuli sekarang? kenapa kau suka membuatku khawatir,,eeh kau selalu membuatku marah"ucap tuan muda sakti kepada aira."ampun tuan muda, aku hanya masih merasa mengantuk saja jadi aku kurang konsentrasi"jawab aira mencoba mengelak."huuh dasar pemalas, ayo bangun, duduklah di ranjangmu karena sekretaris pram sebentar lagi kembali membawakan makanan yang ku perintahkan"ucap tuan muda sakti sambil menarik tubuh aira, aira yang tidak berani membantah segera menuruti permintaan tuan muda sakti, dirinya lalu bangkit dari tidurnya dan langsung duduk di ranjangnya sambil bersandar.
__ADS_1
aira lalu dengan segera menyendok makanan yang sudah terhidang di hadapanya dan langsung memasukannya ke dalam mulut dan kemudian mengunyah makanan itu, namun aira kemudian menghentikan kunyahannya dan dengan mata melotot aira menatap kembali makanannya, "waah enak sekali makanan ini"ucap aira dan langsung melanjutkan kembali acara makannya.sekretaris pram yang menatap aira sedari tadi hanya tertawa perlahan sedangkan tuan muda sakti mendengus sambil membuang pandangannya ke arah lain, namun sebenarnya tuan muda sakti sedang menyembunyikan senyumannya yang merasa lucu dengan tingkah laku aira yang seperti kanak kanak.
tidak butuh waktu lama bagi aira untuk menghabiskan makanannya, karena aira sangat lahap menyantap habis semua makanan yang di hidangkan untuknya.setelah aira selesai makan sekretaris pram kemudian memberikan kode kepada seorang perawat yang barusan masuk untuk segera mengambil meja makan kecil yang berada di hadapan aira.dokter yang tadi menangani aira kemudian masuk dan memberikan senyuman ramahnya kepada aira."sepertinya anda sudah kembali segar nona, anda sudah bisa pulang dan beristirahat di rumah"ucap dokter tersebut setelah memeriksa kembali aira dengan stetoskopnya."benarkah dokter? terima kasih banyak sudah merawatku dengan sangat baik"ucap aira dengan mata berbinar menatap wajah dokter di hadapannya.
"iya nona, kau sudah boleh pulang tapi setelah suster mencabut infus di tanganmu ini"ucap dokter sambil melemparkan senyum ramahnya kepada aira."terima kasih banyak dokter aku sangat senang sekali"ucap aira sambil menjabat tangan dokter tersebut."tapi dokter, kita berada di lantai berapa sekarang"tanya aira sambil melayangkan pandangan matanya ke sekitar ruangan tersebut, mata aira kemudian menangkap pemandangan yang ada di balik kaca jendela ruangan tersebut.seketika tubuh aira kembali menggigil karena dirinya melihat bangunan di balik kaca itu semuanya tampak kecil dan itu berarti mereka sekarang bukan berada di lantai bawah bangunan ini.itu artinya aira akan turun ke bawah harus menggunakan lift lagi.
__ADS_1
"nona kau tidak perlu cemas bagaimana kau akan turun ke bawah"ucap dokter tersebut masih dengan senyuman ramahnya kepada aira."apakah aku di perbolehkan lewat tangga dokter"?tanya aira dengan tatapan penuh harap kepada dokter di hadapannya."tuan muda sakti yang sedari tadi duduk kemudian mendekati aira bersama dokter sehingga aira langsung menutup mulutnya, aira tidak mau tuan muda sakti mendengar kata katanya yang akan turun lewat tangga, bisa bisa tuan muda sakti tidak memperkenankannya memakai tangga dan memaksanya kembali pakai lift.
tuan muda sakti kemudian menarik tangan dokter dan mereka berdua kemudian berbicara dengan suara yang pelan sehingga aira merasa penasaran apa yang sedang mereka bicarakan, nampak wajah tuan muda sakti menegang dan tuan muda sakti mendengus seakan tidak suka akan sesuatu."apakah tuan muda sakti tidak mengizinkannya turun memakai tangga"?ucap aira bertanya tanya dalam hatinya.dokter yang ramah itu kemudian kembali mendekati aira dan lagi lagi memberikan senyuman ramahnya yang sedikit membuat aira merasa tenang. "ada apa dokter? apakah aku tidak di izinkan lagi oleh tuan muda sakti menggunakan tangga"?tanya aira dengan suara tercekat menahan tangis.