Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh
Mantan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Ada apa sih, masih pagi udah heboh?” tanya serang laki laki yang sepertinya baru saja terbangun dari tidur nya.


“Kara kepleset di kamar mandi katanya!”


Brukk!!


Seketika itu juga, ia yang masih berjalan santai di tangga seketika langsung terpleset dan hampir terjatuh kalau saja ia tidak sigap berpegangan sisi tangga.


“Kok bisa?” tanya nya terkejut.


“Ya gak tau, tadi makanya pada panik karena Kara pendarahan. Tapi sekarang udah di bawa sama Papa sama Raka ke rumah sakit,” jawab Ryana lagi yang hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat saudara kembar nya masih begitu khawatir pada mantan kekasih nya.


“Suaminya kemana? Kenapa hanya om Kenzo dan Raka?” tanya nya lagi, yang membuat Ryana hanya bisa mengangkat kedua bahu nya tanda tak tahu.

__ADS_1


Ya, laki laki itu adalah Ryan. Di saat semua orang tidur di lantai bawah, semalam saat ia pulang ia langsung menuju kamar nya yang sudah ada di lantai dua. Karena Ryan pernah tinggal di rumah itu, jadilah ia masih memiliki kamar pribadi di rumah Raka.


Dan semalem saat ia melihat Rana tertidur di sofa, ia sudah berencana ingin mengangkat tubuh adik nya itu untuk di pindahkan ke kamar.


Namun ternyata pelukan Raka begitu erat, jadilah ia mengurungkan niat dan segera pergi begitu saja ke kamar.


“Yan, kayaknya kamu masih khawatir banget sama Kara? Kamu masih suka ya sama dia?” tanya Ryana menatap saudara kembar nya dengan begitu intens, “Kara udah menikah sama Angkasa, bahkan bentar lagi dia udah punya anak. Hapus perasaan itu, buruan cari pacar biar bisa move on!”


“Lo juga Grace, buruan cari pacar biar bisa cepet move on dari bokap gue!” imbuh Ryana kini melirik ke arah sahabat nya.


“Ya elo sama sama mantan disini. Bedanya, Ryan mantan Kara, dan lo mantan Raka. Kalau Ryan masih suka sama Kara, gue jga khawatir lo masih bisa suka juga sama Raka. Dan gue gak mau, sahabat gue jadi pelakor, karena gue gak baal tega kalau mau jambak elo apalagi bunuh lo ntar,” jawab Ryana dengan wajah polos bin menyebalkan nya.


“Anjirr, mulut lo bener bener Na,” cetus Grace mendengus dan memilih untuk pergi saja.


“Ryan, kenapa gak jadian saja sama Grace. Ku rasa kalian akan cocok, karena sama sama mantan tersakiti,” celetuk seorang gadis yang sejak tadi menyimak sambil terkekeh.

__ADS_1


“Nah ide bagus itu kata Audi. Gimana Yan?” tanya Ryana yang setuju dengan perkataan sahabat nya.


Sementara itu, Ryan melihat Audi memberikan saran seperti itu, langsung memberikan nya tatapan yang begitu tajam dengan tangan yang terkepal erat.


“Gapapa Yan, kalian cocok hiihihi, aku yakin kalau—“


“Bukankah kau harus bekerja juga? Lebih baik kalian semua segera pulang, jangan seperti pengangguran disini!” saut Ryan dengan cepat dengan ekspresi wajah datar nya, lalu ia kembali menuju lantai dua untuk masuk kamar.


Hufftt, Ryana langsung menghela napas nya kasar. Ia heran mengapa kini sikap Ryan semakin tak terbaca. Laki laki itu lebih banyak diam dan bersikap dingin.


Walau terkadang, ia masih menemukan kehangatan di sikap saudara kembar nya itu, namun sikapnya lebih banyak dingin dan cuek pada semua orang.


Bahkan, beberapa waktu yang lalu, Mommy Nasya pernah curhat padanya bahwa sekarang Ryan sangat jarang pulang. Sedangkan Ryan juga tidak pulang ke rumah Raka.


Lalu tinggal dimana dia selama ini? batin Ryana bertanya tanya dalam hatinya.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2