Butterfly

Butterfly
Menghabiskan Waktu Berdua


__ADS_3

Reni baru saja pulang. Sebenarnya beliau hendak menunggu hingga Rian pulang, tetapi mendadak mendapat telpon penting. Jadi, Reni memutuskan untuk segera pulang. Kini Alice duduk memandangi bingkisan yang mertuanya beri tadi.


Dia sudah mencari tahu benda yang Reni beri di internet. Alice menghembuskan napasnya begitu tahu manfaat obat tersebut. Sebenarnya itu adalah minuman herbal yang memang sangat baik untuk kesehatan apalagi untuk pasangan yang sedang melakukan program hamil.


Usia pernikahan mereka sudah menginjak bulan ke sembilan dan belum ada tanda-tanda Alice mengandung. Selama ini juga Rian sama sekali tidak membahas perihal momongan. Menerima pemberian dari Reni membuat Alice memikirkannya.


Alice tersentak kaget ketika mendengar suara pintu dibuka. Matanya spontan melihat jam di dinding dan bersamaan dengan Rian yang berjalan masuk.


"Al?" panggil Rian.


Alice menoleh dan menampilkan senyum terbaiknya untuk menyambut sang suami. Rian duduk di depan Alice, pria itu melepas jam tangan dan membuka beberapa kancing kemejanya.


Sang istri langsung sigap, Alice segera mengambil segelas air untuk Rian. Pria itu menerima pemberian sang istri dan segera meneguk habis isi gelas tersebut.


Rian menghela napas lega. Lalu, matanya tidak sengaja melihat paperbag di meja. Alice mengikuti arah pandang pria itu.


"Tadi mama ke sini, terus kasih itu," jelas Alice.


Rian mengernyit dan tangannya meraih paperbag tersebut, lalu mengeluarkan isinya. Mata Rian membulat melihat produk ditangannya. Sepertinya Rian sudah tahu fungsi produk tersebut.


"Mama yang kasih ini?" tanya Rian.


"Iya, katanya dapat dari teman. Terus dikasih ke kita."


Rian mengangguk dan mengembalikan produk tersebut ke tempatnya semula. Kemudian, ia pun pamit untuk mandi. Tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulut Rian. Alice hanya menatap kepergian suaminya.


Hembusan napas keluar dari mulut Rian. Pria itu tidak langsung masuk kamar mandi, ia duduk terlebih dulu di atas tempat tidur. Mengacak rambutnya frustasi.


"Sudah hampir waktunya," gumam Rian meraih ponsel yang tadi dia letakkan disebelahnya.


Sebuah chat dari Sandra membuatnya kembali kebingungan dan merasa bersalah. Hingga saat ini Rian masih menutup rapat mulutnya. Dia memutuskan untuk segera mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin agar beban dipundaknya bisa sedikit berkurang.

__ADS_1


Sementara itu, tidak lama kemudian Alice menyusul masuk ke kamar. Dia menyiapkan baju ganti untuk Rian. Kebiasaan pria itu yang tidak langsung membawa baju ganti ketika mandi.


Tadi Rian pulang hari sudah menjelang malam. Jadi, seharian ini pria itu tidak pulang ke rumah dan hanya mengirim sebuah chat pada Alice yang mengatakan jika dirinya akan pulang terlambat.


Alice tersentak kaget ketika tiba-tiba hawa dingin terasa menyentuh kulitnya. Bulu kuduknya seketika meremang. Sebuah lengan kekar mengukung tubuhnya dari belakang.


"Ckck, ngagetin," kesal Alice ketika tahu siapa penyebab bulu kuduknya meremang.


Tidak ada jawaban dari Rian, dagu pria itu ia letakkan di bahu Alice. Memainkan deru napasnya di sekitar leher jenjang sang istri. Tentu hal tersebut membuat sensasi geli bagi Alice.


"Ini dipake dulu," kata Alice mengangsurkan baju beserta celana ganti untuk Rian.


Rian menerima pemberian Alice, tapi langsung dibuang begitu saja. Hal itu membuat Alice membulatkan matanya dan spontan menabok lengan pria itu.


"Heh? Kok dibuang?"


"Aku mau gini dulu," kata Rian yang kini wajahnya sudah berada pada tengkuk Alice. Memberikan kecupan-kecupan kecil di sana.


Sedangkan Alice tidak tinggal diam, ia berusaha melepas lengan pria itu yang masih betah melingkar didadanya. Alice berusaha agar tidak mengeluarkan suara yang membuat Rian akan semakin semangat dengan permainannya.


Alice merasakan gerakan pada kepala Rian. Pria itu sedang menggelengkan kepalanya, tanda jika menolak perintah sang istri. Sebenarnya Alice bingung dengan tingkah Rian saat ini. Kini pria itu berpindah menciumi lehernya, hal itu membuat Alice mengulum bibirnya.


"Mas Rian kenapa sih?" tanya Alice yang berusaha untuk membalikkan tubuhnya agar dapat melihat wajah sang suami.


"Ini salah satu alasan aku nggak mau punya anak dulu," jawab Rian menatap wajah Alice.


"Hah?"


Rian yang gemas melihat ekspresi kebingungan Alice langsung melayangkan kecupan di hidung wanita itu dan mencubit pelan hidung tersebut. Alice membulatkan matanya kaget dengan tindakan tiba-tiba Rian.


"Aku masih mau menghabiskan waktu berdua sama kamu. Kalo nanti kita udah punya anak, pasti waktu berdua kayak gini jadi berkurang," jelas Rian.

__ADS_1


"Tapi, mama udah pengen ...."


"Ckck, mama memang suka ngatur. Kamu nggak perlu terlalu peduliin permintaan mama. Tenang aja nanti aku bakal ngomong ke mama."


Alice menghembuskan napas pasrah dan akhirnya mengangguk setuju. Namun, apakah benar-benar tidak apa-apa jika mengabaikan keinginan mertuanya? Hal itu membuat Alice sedikit kepikiran.


"Kenapa dahinya jadi kerut-kerut gini, hmm?" tanya Rian menyentuh dahi Alice yang tanpa sadar berkerut karena terlalu larut dengan pikirannya.


Alice mendengus. "Cepet dipake bajunya, nanti kalau Mas Rian masuk angin gimana?"


"Aku kuat, nggak bakal masuk angin kalo cuma gini," ucap Rian sombong.


Membuat Alice menggelengkan kepalanya. Ia pun berjalan menuju lemari pakaiannya dan memgambil baju dari dalam sana. Sementara itu, Rian berdiri mematung memperhatikan Alice dengan seksama.


"Nggak diambil bajunya?" tanya Alice menunjuk baju dan celana yang berserakan di lantai dengan ekspresi masam. Mulai hilang kesabaran.


Melihat wajah masam Alice membuat Rian seketika menciut. Pria itu segera memungut pakaiannya. Alice tersenyum puas melihat sang suami yang menurut.


"Kamu mau ke mana?" tanya Rian yang melihat Alice melangkah hendak masuk ke dalam kamar mandi.


"Mau mandi, tadi keasyikan beres-beres rumah terus nungguin Mas Rian pulang. Jadi lupa kalau belum mandi," jawab Alice berlalu meninggalkan Rian.


SRETT!


"Eh? Ngapain, Mas?" tanya Alice ketika tiba-tiba Rian masuk ke kamar mandi saat dirinya hendak menutup pintu.


"Aku mau mandi lagi, ternyata masih kurang bersih," jawab Rian dengan ekspresi menyebalkan langsung menutup pintu kamar mandi dan menguncinya. Membuat Alice membulatkan matanya.


Suara teriakan Alice terdengar hingga luar kamar mandi, diiringi suara tawa puas Rian yang telah berhasil menggoda sang istri. Lalu, suara air yang mengalir menghentikan teriakan dan tawa pasangan itu. Digantikan dengan suara merdu dari mulut Alice yang sedang menikmati permainan sang suami.


Tanpa keduanya sadari ada sebuah panggilan yang masuk ke ponsel Rian. Layar ponsel itu berkedip beberapa kali tanpa mengeluarkan suara karena ternyata ponsel pria itu dalam mode silent. Rian lupa mengganti mode ponselnya sejak pulang tadi.

__ADS_1


Layar ponsel itu terus berkedip selama beberapa kali hingga akhirnya mati. Kemudian, disusul sebuah notifikasi chat masuk.


...🦋🦋🦋...


__ADS_2