
Akhir-akhir ini aku merasa ada yang aneh sama sekolah ini, ah...tidak aku benar-benar merinding, seperti ada yang sedang memperhatikanku, apakah disekolah ini ada hantu? jawabnya pasti tidak, itu tidak mungkin bukankah aku ini hantu kenapa aku takut dengan hantu? aku ini memang aneh. Ini bukan masalah ada hantu atau tidak, tapi ini benar-benar serius seperti ada orang yang diam-diam memperhatikanku dan aku tidak tahu siapa, ini benar-benar membuatku takut, aku harap dia orang baik bukan orang yang akan menangkapku dan membawaku pergi dari tempat ini dan tidak bisa bertengkar dengan Revan lagi, haa.....kenapa aku harus ingat dia? dia kan sangat menyebalkan, bukan,dia raja tega, yaa....sebenarnya tidak juga, kadang-kadang dia sangat menyenangkan, selalu menolongku dan terlebih lagi kadang-kadang dia terlihat manis.
“ Ada apa denganmu? senyum-senyum nggak jelas”, tanyanya yang melihat Hana sedikit aneh. “ Kesimpulanku tentang kamu yang memang gila terbukti sudah”. Hana memonyongkan bibirnya dan melirik Revan dingin.
“ Ahh....apa kamu tidak merasa aneh?”, tanya Hana tanpa mempermasalahkan ledekannya tadi.
“ Aneh kenapa?”, tanya Revan balik. “ Hidupku sudah cukup aneh sejak bertemu denganmu”.
“ Revan, aku serius”.
“ Lalu”.
“ Aku merasa akhir-akhir ini ada orang yang selalu memperhatikanku, itu membuatku takut”.
“ Apa dia manusia atau hantu?”. Hana menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu. “ Kalau dia manusia, dia pasti melihatku juga, mungkin dia sedang penasaran saat melihatku berbicara denganmu, lalu mulai memperhatikanmu juga”.
“ Lalu kalau itu hantu”.
“ Mungkin dia tertarik denganmu”.
“ Ahh... nggak lucu”, ujar Hana. Revan tertawa melihat reaksinya. “ Aku tidak suka denganmu!! menyebalkan!”.
__ADS_1
“ Heii.....Hana, mau kemana?”.
“ Pergi menjauh darimu, dasar menyebalkan”.
“ Wah...Hana, apa kamu marah?”, tanyanya tapi Hana tidak mengubris pertanyaannya. “ Haa...dilihat-lihat kalau Hana marah kelihatan lucu, aku menyukainya”.
“ Ada apa denganmu? kelihatannya senang sekali”, tanya Aldo yang tiba-tiba mendatangi Revan.
“ Memangnya kenapa?”.
“ Malah nanyak balik nih anak”, protesnya. “ Oh ya, kamu ingat dengan Jin? waktu itu kita datang kesekolahnya untuk latihan tanding”.
“ Jin?? ya....aku ingat, dia benar-benar hebat”.
“ Lalu?”.
“ Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengannya, sebenarnya aku sudah mengenalnya lama walaupun kami tidak terlalu dekat”, ujar Aldo. “ Lalu.....dia bertanya tentangmu, sepertinya dia tertarik dengan kehidupanmu”.
“ Benarkah??? lalu apa lagi?”.
“ Ahhh....ini benar-benar aneh, dia bertanya apa kamu pernah dekat dengan seorang wanita bernama.......”.
__ADS_1
“ Hana”, ujar Revan tiba-tiba, Aldo pun menganggukkan kepalanya. “ Bagaimana kamu bisa tahu?”, tanya Aldo.
“ Kamu tidak perlu tahu”, jawabnya.
“ Apa.....Hana itu pacaranya Jin, apa kalian berdua....., wah...pantas saja dia bertanya seperti itu”.
“ Wah....apa ini yang dinamakan teman”.
“ Makanya dijawab yang benar”.
“ Aku tidak bisa menjelaskan apapun, aku juga tidak mengerti kenapa Jin menanyakan itu padamu dan satu yang pasti aku tidak merebut siapapun”.
“ Hanya itu saja”.
“ Aku tidak bisa membuatmu percaya padaku 100%, manusia tetaplah manusia, tapi setidaknya dari 100% ada 1% sampai 99%, walaupun cuma 1%, aku sangat senang kalau ada yang percaya padaku”.
“ Wah....aku benar-benar tidak bisa mengatakan apapun lagi, kata-katamu itu membuatku merinding”, ujar Aldo.
“ Bukankah itu benar”.
“ Bodo ah....”. Mereka pun tertawa.
__ADS_1
Mengapa Jin bertanya hal seperti itu pada Aldo? kenapa tiba-tiba dia menyebutkan nama Hana? apa karena waktu itu tanpa sengaja aku menyebut nama Hana sewaktu aku mencarinya? ha...untuk apa dia melakukan itu? apa....dia cemburu, aku rasa memang benar mereka itu pacaran dan lagi orang yang ada diingatan Hana, aku rasa itu benar-benar Jin.