Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )

Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )
Cemas


__ADS_3

Sandra melihat jam tangannya. Ia mengeluh karena lelah. "Vin, udah jam 12. Aku cape. Kita pulang yuk." ajak Sandra.


Calvin masih lahap memakan makanan didepannya. Ia mengabaikan Sandra. Setelah transit tadi di Singapura ia tidak sempat makan. Akhirnya ia membangunkan Sandra untuk menemaninya mencari makan.


"Vin.." panggil Sandra.


Calvin menatap Sandra. "Sini!" panggilnya.


"Apa?"


"Duduk disini" jawab Calvin sambil menepuk kursi disampingnya yang kosong.


Sandra bangkit dan duduk disamping Calvin. Sedangkan Calvin mengangkat beberapa benda yang ada dimeja sebelah kirinya.


"Taruh kepala kamu dimeja." ucap Calvin.


"Buat apa?"


"Tinggal diikutin apa susahnya."


Sandra menaruh kepalanya di meja. Tiba-tiba tangan kiri Calvin ditaruh dikepala Sandra. "Tidur aja, nanti aku bangunin kalo aku udah beres makan." ucap Calvin sambil mengelus rambut Sandra.


Sandra merasa nyaman dan perlahan ia mulai menutup matanya.


Hampir beberapa minggu sejak malam itu, Sandra menghindar bertemu dengan Calvin. 10 tahun ia menjaga hatinya untuk bisa lepas dari bayang-bayang Calvin. Tapi sejak perlakuan Calvin malam itu, jantungnya kembali berdetak kencang.


Sandra membawa rekap laporan yang akan ia bawa ke ruang design. Ia masuk kedalam lift dan berdiri dibelakang orang-orang. Ketika lift terbuka, ia terkejut melihat Calvin ada didepan lift. Ia bersama seorang wanita. Wanita itu tidak cantik tapi entah apa yang membuat wanita itu tampak cantik. Calvin hanya menatap Sandra sekilas. Ia tidak tersenyum sedikitpun. Tapi memang itu yang ia mau, ia tidak saling mengenal. Sandra mengangguk pelan dan berjalan menjauhi Calvin. Dari jarak sedikit jauh ia bisa mendengar Calvin tertawa dengan wanita itu. Ada perasaan aneh di dadanya.


"Kamu gak tertarik ada karyawan kamu yang cantik kayak gitu?" tanya Adriana.


Adriana adalah seorang perempuan kaya raya yang merupakan kekasih Edward saat ini. Ia menggunakan jasa perusahaan Calvin untuk membantu pengerjaan hotelnya yang baru.


"Aku belum tertarik." jawab Calvin sambil tertawa. "Edward kapan nyusul kamu?"

__ADS_1


Adriana tersenyum. "Aku yang mau jenguk dia disana. Aku terpaksa pulang pergi ke Singapura buat ketemu dia."


Tiba-tiba handphone Adriana berbunyi.


"Halo sayang.." panggil Adriana.


Calvin hanya mengerutkan keningnya. Sejak Edward pindah ke Singapura, ia berubah total. Apalagi sejak ia dan Adriana memutuskan berpacaran.


Calvin membalikkan badannya kebelakang. Ia tidak melihat Sandra disana. Sebenarnya ia begitu penasaran, kenapa Sandra menghindarinya? Sudah beberapa minggu gadis itu nampak aneh. Setiap hari pulang malam. Dan ketika pagi hari, ia tidak terlihat diruang makan. Apakah Sandra punya kekasih?


Sandra melihat jam tangannya. Ia harus pulang cepat sebelum Andre melihatnya. Setelah situasi aman, Sandra berlari keluar. Namun ketika berada dilobi, ia melihat ada taxi baru saja mengantarkan tamu. Dengan cepat Sandra masuk kedalam.


Sandra tidak pulang kerumah Calvin. Ia pulang ke apartemennya setiap sore hingga menjelang malam. Ia melakukannya agar ia tidak bertemu Calvin.


"Mam..." panggil Sandra ketika ia melakukan video call dengan mamanya.


Icha terkejut melihat keberadaan Sandra. "Kamu dimana?"


"Siapa yang ngijinin kamu tinggal disana. Cepet pulang ke rumah Tante Anita." jawab Icha cerewet.


"Nanti ma, aku disini dulu sampe agak malem. aku gak bebas diem disana!" seru Sandra.


"Enggak, pulang sekarang!"


"Don't do this to me, mam. I'm not a girl. I'm a woman."


"Before you marry, kamu masih anak gadis mama.."seru Anita.


Sandra terdiam.


"Pulang sekarang.."seru Anita.


"Ya, nanti aku pulang. Aku kangen mama, sekalinya ditelepon malah dimarahin."

__ADS_1


Anita tertawa dibalik telepon. "Habisnya kamu suka susah dikasih tau."


"Aku tau, nanti aku pulang. Aku mau makan dulu." jawabnya berbohong. "Bye, mam."


Sandra berjalan ke ayunan besar itu. Ia berbaring dan tanpa sadar ia menutup matanya. Ia tertidur karena kelelahan.


Calvin menatap jam tangannya. Ia berada didalam kamarnya tanpa melepaskan tatapannya keluar. Sandra dimana? Jam menunjukkan pukul sebelas dan ia belum pulang. Ia mencoba menghubungi handphone Sandra tapi tidak aktif.


"Kemana sih?" tanya Calvin kesal. Iapun menghubungi security kantor.


"Halo, apa ada karyawan yang lembur hari ini?" tanya Calvin.


"Gak ada pa, terakhir tadi karyawan pulang jam 7 malam." jawab salah satu satpam.


Calvin semakin gemas. Ia mengambil kunci mobil yang tergantung disamping pintu. Tapi ia berfikir ulang, bisa saja Sandra sedang dalam perjalanan pulang. Iapun berjalan kekamar Dean. Ketika dibuka, Dean sudah tidur.


"Dean!" panggil Calvin. Butuh beberapa kali untuk membangunkan Dean.


"Apa sih?" tanya Dean marah.


"Sandra belum pulang. Aku mau nyari. Kalo dia pulang duluan kamu kabarin aku!"


"Dia emang udah biasa pulang malem. Biasanya juga pulang jam 9 langsung masuk kamar." jawab Dean dengan mata tertutup.


"Ini udah jam 11 malem." seru Calvin.


Dean membuka kedua matanya. "Jam sebelas?" Iapun bangun dari tidurnya.


"Aku gak akan bangunin kamu kalo sekarang masih jam 9. Kira-kira dia pergi kemana? Kalo mama tau, pasti rame." tanya Calvin.


Dean menggelengkan kepalanya. "Dia gak pernah bilang."


"Kalo gitu aku cari dulu. Kabarin kalo dia udah pulang lebih dulu." seru Calvin sambil pergi keluar.

__ADS_1


__ADS_2