
Sandra tidak pergi ke lokasi syuting hari ini. Calvin melarangnya untuk pergi dan ia tidak bisa untuk menolaknya. Tadi pagi mereka sempat beradu mulut dengan Calvin masalah pekerjaannya. Ia bahkan langsung pergi bekerja tanpa meminum kopi yang sudah ia buatkan sebelumnya. Namun ia terngiang ucapan Calvin tadi pagi.
"Aku gak akan ijinin kamu sampai kapanpun kalo kamu pergi ke tempat itu lagi. Aku bayar semua kerugian kamu akibat pekerjaan ini. Kalo perlu, aku bayar gaji kamu melebihi gaji yang mereka kasih sama kamu. Asal kamu nurut sama aku. Kamu diam dirumah, dan tunggu aku pulang kerja."
Sandra tersenyum*. Ahh Calvin, wanita manapun gak akan nolak kalo digaji buta kayak gitu. Demi kamu yang berulang tahun besok, aku mau kasih surprise yang gak akan kamu lupakan.*
Sandra datang ke rumah sakit tempat Alena bekerja karena sudah satu bulan mereka tidak bertemu sejak acara pernikahan terakhir, Sandra menunggu Alena di lobi rumah sakit setelah sebelumnya menghubungi Alena ketika ia berada diluar.
"Sandra!" panggil Alena.
Sandra menoleh ke arah Alena. Ia baru saja turun dari eskalator. Sandra hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum. Alena berlari dan memeluk sahabatnya itu.
"Aku kangen sama kamu!" seru Alena.
Sandra hanya tersenyum. Ia melepaskan pelukannya. " Ada kabar baik?"tanyanya pada Alena.
Alena mengerutkan keningnya. "Siapa? kamu ada kabar baik?"
"Maksud aku, kamu. Gimana? udah hamil?" bisik Sandra.
Alena menatapnya dengan wajah sedih. "Telat 2 minggu." bisiknya sambil tertawa.
Sandra tersenyum dan langsung memeluk sahabatnya. "Selamat ya Al"
"Aku belum periksa, Dave juga belum tahu." jawab Alena.
"Kenapa?" tanya Sandra
"Belum pasti. Aku belum periksa." jawab Alena. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. "Trus gimana kamu?"
__ADS_1
"Gimana apanya?"
"Gimana kehidupan kamu setelah pernikahan? Pasti ada yang beda kan?"
Sandra mendesah. "Gak ada selain aku dilarang kerja sama Calvin." ucapnya kesal.
"Gara-gara apa? Aku pikir Calvin itu orangnya bebas."
"Gara-gara kemarin-kemarin aku dibully sama artis pendatang baru. Dia kebetulan datang jemput aku, dia liat semuanya. Masih untung gak ada pertempuran di lokasi syuting." jelas Sandra.
"Keren" jawab Alena dengan mata berbinar.
"Udah dong Al, jangan bahas Calvin terus. Aku lagi kesel sama dia. Kita cari makan diluar, aku belum makan siang. Udah mau sore."
"Oke, oke, nanti pulang dari mall, kita langsung ke kantor Dave ya. Dia mau meeting malam ini. Aku disuruh milih jas. Katanya kalo yang milih jas istrinya, kemungkinan meetingnya lancar."
"Dave." jawab Alena tenang.
"Dave nyuruh kamu dateng ke kantornya. Itu alasan dia aja." jawab Sandra sambil berjalan keluar.
Calvin sedang menyiapkan data-datanya. Ia terlalu fokus sampai tidak tahu jika sekretarisnya masuk.
"Jam berapa kalian meeting?" tanya Amara sambil membawakan kotak makanan.
Calvin mengangkat kepalanya. "Nanti malem."
"Makan dulu, dari pagi kamu gak keluar ruangan. Nanti kamu sakit." ucap Amara.
"Tante memang perhatian sama aku. Sandra aja bisa cuek sama aku. Dia gak pernah nanya apa aku udah makan atau belum." ucap Calvin sambil tersenyum hambar.
__ADS_1
"Kalian berantem?" tanya Amara.
Calvin mengangguk. "Aku larang dia kerja. Dia gak terima. Dia marah."
Amara tersenyum. Ia tidak pernah melihat Calvin bad mood seperti ini. "Vin, besok kamu ulang tahun, ada acara apa?"
Calvin membuka kotak makannya. "Gelap tan, aku gak yakin Sandra tau ulang tahun aku."
"Biar tante aja yang bikin acara buat kamu." ucap Amara.
"Gak usah. Tante udah tua, tante harus ngurus suami tante. Bukannya suami orang." jawab Calvin sambil tertawa.
"Ya udah deh, kamu makan dulu aja. Tante keluar dulu. Kalo perlu apa-apa tinggal panggil."
Setelah berjalan-jalan di mall sebentar untuk makan siang, Sandra dan Alena pergi ke kantor Dave. Didalam ruangannya, Dave melihat jam tangannya. Alena belum sampai sejak ia telepon satu jam yang lalu. Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk. Dua orang wanita masuk. Salah satunya tersenyum ramah padanya dan satunya hanya menyunggingkan senyuman sekilas. Dave sempat mengerutkan keningnya. Alena menghampirinya dan menyimpan kopi yang tadi ia beli di cafetaria.
"Halo, sayang." ucap Dave sambil memeluk Alena. Ia mengecup pipi Alena cepat tapi langsung dipukul oleh Alena. ia memberikan isyarat pada Dave. Dave melihat wajah Sandra yang tidak bersahabat sore ini. "Kenapa?" tanya Dave pada Alena.
"Calvin nyuruh Sandra berhenti kerja." bisik Alena.
"Sebentar lagi orangnya datang." jawab Dave sambil tertawa.
Sandra langsung menatap Dave. Benar saja, terdengar suara Calvin dan Edward diluar. Alena tersenyum, ia langsung membuka lemari dan memilih jas untuk Dave.
"Buat apa dia kesini? tadi pagi kita berantem. Aku gak mau ketemu dia." ucap Sandra sambil menutup wajahnya.
"Gak boleh gitu, Sandra. Kalian itu suami istri. Kalian harus cepat baikan." ucap Dave.
Ketika pintu terbuka, Calvin terkejut melihat Sandra ada diruang Dave. Ia terlihat sedang menatap ke arah lain. Edward langsung duduk diseberang Sandra sambil menyapanya, tapi Sandra masih terdiam. Ia tidak mau menatap Edward maupun Calvin.
__ADS_1