Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )

Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )
Pernikahan Alena dan Dave


__ADS_3

Pernikahan antara Alena dan Dave membuat Sandra iri. Bagaimana tidak? Alena telah memiliki perfect wedding yang diidamkan oleh wanita manapun. Didalam suasana masih sangat ramai. Sejak sore ia tidak berhenti berdiri dan berada disamping Alena. Tak hanya itu, iapun harus mendampingi seorang gadis yang wajahnya mirip dengan Alena. Hanya saja wajahnya sedikit lebih barat. Menurut Alena, gadis itu adalah temannya yang baru datang dari Jepang. Tapi, selama ia berteman dengan Alena. Baru kali ini ia melihat gadis itu. Gadis itu lebih pendiam dari gadis manapun. Ia lebih banyak menunduk dan seperti ketakutan melihat banyak orang.


“Jangan ngelamun!”seru seseorang yang menyentuh bahunya dari belakang.


Sandra membalikkan badannya dan menemukan Firly berada dibelakangnya sambil membawa beberapa makanan. Ia masih sama seperti dulu. Ia ingat ketika pertama kali berkenalan dengan Firly. Firly adalah pemilik coffeshop yang biasanya ia datangi dengan Alena. Alena dan Firly telah berteman dan mereka sama-sama tahu satu sama lain. Firly seorang wanita yang easy going dan orang yang setia kawan. Wajahnya tidak terlalu cantik tapi ia banyak disukai karena kepribadiannya.


“Firly, Alena bahagia ya. Aku seneng.” bisik Sandra sambil menatap Alena yang tengah menyalami tamunya.


“Aku tinggal nunggu undangan dari kamu.”bisik Firly.


Sandra tersenyum. “Aku belum punya calonnya.”


“Calvin aja. Dia cocok sama kamu. Katanya kalian sempet saling suka waktu sekolah menengah?” ucap Firly.


“Siapa yang bilang?” tanya Sandra shock.


“Tuh, yang lagi ngobrol sama Calvin.”tunjuk Firly.


Calvin dan Edward sedang mengobrol dengan serius di tengah ruangan. Mereka baru saja mengantar nenek Dave untuk berfoto bersama sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan pesta karena kelelahan.


“Sejak Dinda telepon aku minggu kemarin, aku jadi was-was.” ucap Calvin.


Edward meminum minumannya. Ia berfikir sejenak namun sesekali ia menyorotkan pandangannya pada satu titik. “Dia balik kesini?”


“Mungkin. Katanya masih 5 bulan lagi. Sampe beres fashion show bulan januari tahun depan”


“Waktu ngejar-ngejar kamu ke Michigan aku pikir dia udah nyerah.”


Calvin menatap Edward. “Aku yang nyuruh dia buat mengejar mimpi dia jadi designer. Bukannya ngikutin aku ke Michigan. Tapi aku gak nyangka dia bakal ngehubungin aku lagi sekarang. Aku juga pikir dia udah nyerah.”

__ADS_1


Edward sesaat melupakan titik pandangannya. “Sebenernya waktu itu kalian udah putus?”


Calvin menggelengkan kepalanya. “Belum.”Ucap Calvin sedikit kesal.


"Kacau." ucap Edward.


Tiba-tiba Calvin melihat Sandra yang pergi keluar ruangan dengan kaki diseret.


“Aku pergi dulu.” Ucap Calvin sambil berjalan keluar. Edward menatap kepergian Calvin. Ia mencoba melupakan apa yang seharusnya ia lakukan dipesta itu. Tapi sebelum ia melakukan semua urusannya malam ini, ia harus membuat rencana panjang untuk Calvin.


Sandra duduk ditaman disekitar hotel itu seorang diri. Ia berkeringat karena kelelahan. Sesekali ia mengipasi wajahnya. Sandra mengelus kakinya yang sedikit sakit. Ia tadi lupa membawa semprotan penahan sakit.


“Kenapa?”tanya Calvin yang tiba-tiba duduk disampingnya.


“Aku capek. Aku pulang aja ya Vin. Kaki aku sakit, trus aku kayaknya salah makan. Aku kena alergi” Jawab Sandra sedikit panik.


“Pulang? Puncak acara belum dimulai. Kita mau liat Dave sama Alena dansa." ucap Calvin. Ia menatap Sandra. Bercak merah memang bermunculan ditubuhnya yang terbuka.


"Bentar. Kayaknya mereka kasih ruangan buat kita. Bentar aku ambil dulu kuncinya.” Ucap Calvin sambil berlalu pergi.


Sandra duduk menunggu Calvin dan tak lama ia sudah kembali lagi. Ia sudah membawa kunci kamar. “Ayo.” Ucapnya. Sandra berdiri pelan. Calvin menggelengkan kepalanya. Ia langsung mengangkat Sandra dengan mudahnya.


“Vin, turunin aku. Aku malu.”protes Sandra. Ia melihat para tamu mulai menatapnya.


“Tutup aja wajah kamu.” Jawabnya sambil tertawa. Tapi ada seseorang yang menatap mereka tajam sambil menyunggingkan senyuman liciknya. Edward akan membuat malam ini gempar. Ia memikirkan Calvin. Ia harus melakukan sesuatu.


Sesampainya dikamar, Calvin menurunkan Sandra. “Sebenernya aku juga capek. Kamu istirahat dulu disana. Aku mau tidur sebentar disofa. Nanti kita bisa kesana lagi. Jangan lupa tutupin badan kamu sama selimut. Nanti alerginya hilang."


Calvin langsung merebahkan tubuhnya disofa. Ia membuka jasnya dan melepaskan kancing kemejanya beberapa buah. Iapun menutup matanya. Sedangkan Sandra berjalan ke ranjang dan ikut merebahkan diri dan menutupi dirinya dengan selimut.

__ADS_1


Di tempat acara, Anita dan Dean mencari keberadaan Sandra. Ia khawatir pada Sandra dan mau mengajaknya pulang. Dean pun ikut mencari tapi tidak dapat ditemukan. Ketika Edward melintas, Anita memanggilnya.


“Iya tante.” Jawab Edward ramah.


“Tante nyari Sandra. Dimana ya?”


“Edward tau tante, dia sekarang sama calvin dikamar.”


Anita melotot mendengar jawaban Edward. “Kamar?”


“Iya, 2 jam lalu Calvin minta kunci kamar. Mungkin selanjutnya Calvin mau menyusul Dave.” Jawab Edward. Ia melihat perubahan wajah ibunya Calvin. Ia terlihat marah. Bagus, rencananya hampir berhasil.


“Wah, Calvin udah bener-bener nikung nih ma. “ ucap Dean menggoda ibunya


Anita menatap anaknya. “Kamu itu masih kecil. Masa kamu suka sama Sandra yang usianya lebih tua?” jawab Anita kesal.


Merekapun langsung berjalan menuju kamar dimana Calvin berada. Edward yang mengantar mereka. Maafin aku Vin, aku harus selamatkan kamu dari wanita itu. Kamu bodoh karena gak bisa mutusin wanita itu. Satu jam yang lalu, Edward masuk kekamar yang ditinggali oleh Calvin dan Sandra dengan seorang pelayan wanita. Ia melancarkan aksinya tanpa bisa membuat Calvin dan Sandra terbangun.


Pintu diketuk dengan kencang. Calvin terbangun begitu pula dengan Sandra yang ketiduran. Sandra terkejut ketika menyadari bajunya acak-acakan dan sangat terbuka. Ia menutup tubuhnya dengan selimut. Sedangkan Calvin juga sama. Ia acak-acakan. Pakaiannya kusut. Ia dan Sandra saling menatap.


"Kamu liat apa tadi?"tanya Sandra panik.


"Sumpah, aku baru bangun juga." jawab Calvin panik juga.


"Trus diluar siapa?" tanya Sandra. Ia menggigit bibirnya karena gugup.


Calvin menggelengkan kepalanya. Ia berdiri dan membuka pintu. Seketika itu, Ia sangat terkejut ketika Dean dan ibunya menghambur masuk kedalam. Ia melihat keadaan Calvin dan Sandra. Tanpa basa basi, Anita menampar pipi Calvin dengan keras..


 

__ADS_1


 


__ADS_2