
Sandra tidak bisa tidur sejak semalam. Ia merasakan kakinya begitu sakit. Beberapa kali ia mengompres kakinya untuk meredakan sakitnya tapi sakitnya hanya bertahan sebentar saja. Iapun mencoba menelpon Alena.
"Al, maaf pagi-pagi telepon kamu" ucap Sandra mengawali pembicaraan pagi itu.
"Gak kok, aku udah dijalan. Kenapa san?"
"Al, aku mau minta nomor telepon Dokter Toni yang tadi malem kamu ceritain. Aku mau ketemu." ucapnya cemas.
"Kamu kenapa San?Kaki kamu sakit?"tanya Alena cemas. Ketika mendengar kecelakaan yang pernah menimpa Sandra beberapa tahun lalu, ia sedikit khawatir.
"Iya, kaki aku ngilu sampe gak bisa jalan." jawab Sandra sambil menahan rasa sakit.
"Gara-gara banyak jalan tadi malem sama aku?"
"Mungkin."
"Bentar aku kirimin ke kamu." ucap Alena cepat. "Maaf loh San, aku kira kamu baik-baik aja."
"Gak apa-apa Al. Emang udah waktunya aku kontrol ke dokter." jawab Sandra.
Di meja makan.
Anita baru saja akan menyuapkan makanan setelah menyadari bahwa ia kekurangan anggota keluarganya dimeja makan. “Dean, coba kamu bangunin Sandra. Apa dia belum bangun jam segini?Atau udah pergi? Biasanya dia suka bantu mama didapur kalo pagi-pagi."
Dean bersemangat dan menatap Calvin. "Aku yang dipilih mama buat bangunin Sandra. Bukan kamu." ujarnya yang kemudian langsung berlari keatas. Calvin menatap kepergian adiknya yang antusias. Ia menggelengkan kepalanya dan melanjutkan makan.
__ADS_1
Dean mengetuk kamar Sandra kencang. “Sandra..Sandra.." panggilnya pelan. Tidak ada jawaban. "Kakak ipar..”panggilnya sambil tertawa.
Pintu terbuka pelan.
"Dipanggil Sandra aja susah. Sekalinya dipanggil kakak ipar langsung dibuka." protesnya. Dean langsung menyerbu masuk kedalam kamar dan membuat Sandra berdiri tidak seimbang karena ia berdiri dengan satu kaki. Ia terjatuh. Dean yang melihat itu terkejut dan membantu Sandra duduk. “Sorry..” ucapnya. Dean melihat kaki Sandra. Tidak ada yang aneh. Tapi wajahnya sedikit pucat. Ia seperti sedang merasakan kesakitan.
“Kamu sakit?”tanyanya cemas. Ia dibantu Dean untuk duduk di ranjang.
“Iya. Dean, kamu ada kuliah hari ini?” tanya Sandra
“Sore sih. Kenapa?”
“Bisa anterin aku ke dokter? Aku barusan udah telepon dokternya. Dia ada dirumahnya sekarang.”
“Bentar. Tadinya aku mau pergi.” ucapnya sambil melihat jam. Iapun mengeluarkan handphone nya. Ia mengetik sesuatu. Sandra hanya melihatnya.
“Kamu bisa bantu aku turun kebawah? Aku gak bisa jalan, Dean.” Ucap Sandra cemas.
“Duh, bentar. Aku belum pernah gendong cewek. Aku nyuruh supir papa aja.” Jawab Dean sambil berlari keluar. Sandra menatap kepergian Dean. Padahal ia tidak meminta digendong. Ia meminta dipapah turun ke bawah.
Anita melihat Dean berlari dengan tergesa-gesa. Ia tidak melihat Sandra. “Sandra udah pergi, Dean?”
“Sandra gak kerja mah. Kakinya sakit.” Jawab Dean sambil melewati Calvin. Calvin yang sedang makan langsung menghentikan makannya dan melihat Dean. Ia bangun dari duduknya dan menarik lengan Dean.
“Trus kamu mau kemana?”tanya Calvin.
__ADS_1
“Aku mau nyari supir buat gendong Sandra. Dia minta anter ke dokter.”jawab Dean sambil berlalu.
"Emang gak bisa jalan sendiri?" tanya Calvin.
"Buat apa aku manggil supir papa kalo dia bisa jalan sendiri." jawab Dean sambil berlari keluar.
Anita berjalan cepat untuk sampai ke kamar Sandra. Ia melihat Sandra sedang duduk diranjangnya. Kakinya diluruskan. Tidak terlihat ada yang berbeda.
"Kamu kenapa Sandra?" tanya Anita sambil menghampirinya.
Sandra tersenyum. "Sandra gak apa-apa, Tante. Sandra mau pinjem Dean sebentar buat ke dokter."
"Cerita sama Tante, nanti kalo mama sama papa kamu tanya, Tante harus bilang apa?"
"Sandra beneran gak apa-apa. Ini udah biasa. Emang minggu ini harusnya Sandra kontrol." jawabnya.
Sandra sesekali meringis sambil memegang kakinya. Calvin melihatnya dibalik pintu. Ia menatap Sandra.
"Aku aja yang anter Sandra ke dokter."ucap Calvin cepat. Ia masuk kedalam kamar Sandra. Sandra mengerutkan kening.
"Gak usah Vin, kamu sibuk. Aku minta anter Dean aja." jawab Sandra.
Tiba-tiba tubuh Sandra diangkat dengan mudahnya oleh Calvin. Ia sedikit kikuk. "Gak usah Vin." ucap Sandra.
Ketika itu Dean dan supir ayahnya masuk kedalam. Calvin berjalan melewatinya.
__ADS_1
"Loh, bukannya aku yang anter? Calvin nikung nih!" seru Deankesal. Ia langsung diberikan cubitan oleh Anita.