Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )

Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )
Episode 39


__ADS_3

Calvin sedang melihat-lihat pameran yang diadakan di Flower Village. Pameran lukisan dan perhiasan yang sangat berbanding jauh. Ia melihat beberapa lukisan yang membuatnya tertarik.


"Ada yang menarik?"tanya seorang pria yang menghampirinya.


Calvin tersenyum. "Ya, pemilihan warnanya bener-bener keren."


"Ya, ini inspirasi saya waktu berlibur ke korea." ucap pria itu.


"Korea?" tanya Calvin. Tiba-tiba ia teringat Sandra. Sudah 2 hari ia tidak menghubunginya. Tapi besok ia pulang. Ia akan membelikan sesuatu terlebih dahulu agar Sandra tidak marah.


Sebentar." ucap Calvin pada pria itu. Iapun mulai menghubungi Sandra. Telepon diangkat tapi Sandra tidak bersuara.


"Halo, Sandra.." panggilnya.

__ADS_1


"Masih inget punya istri?" tanya Sandra kesal.


Calvin tertawa. Itulah Sandra yang ia kenal. "Maafin aku sayang, aku terlalu sibuk."


"Sesibuk-sibuknya kamu, masa gak ada waktu buat telepon istri." ucap Sandra kesal.


"Oke,aku salah. Maafin aku." ucap Calvin.


"Kapan kamu pulang?"


"Enggak sama sekali. Mama telepon aku terus. Nyuruh kita berdua main kerumahnya."


"Mama yang mana? Mama aku atau mama kamu?"

__ADS_1


"Mama aku lagi ada diluar negeri. Kamu pikir sendiri aja mama yang mana."


Calvin tertawa. "oke, nanti tunggu aku pulang. Kita kesana bareng-bareng."


"Bawain aku oleh-oleh. Harus pokoknya." ucap Sandra sambil menutup teleponnya. Ia tersenyum setelah menutup teleponnya.


Calvin tersenyum kembali. Ia berjalan kembali untuk melihat-lihat stand perhiasan. Selama ini ia belum pernah memberikan sesuatu pada Sandra.


Dinda menatap tiket kepulangannya ke Indonesia 3 hari mendatang. Rasanya sangat lama sekali. Akhirnya setelah beberapa tahun ia berkelana dengan profesinya, ia kembali ke rumah. Ia telah memutuskan untuk kembali dan berkarir ditanah kelahirannya. Dan tentu saja, bersatu kembali dengan Calvin. Ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan di Paris, kali ini ia harus mendapatkan apa yang ia mau disana. Bertemu cepat dengan Calvin adalah mimpinya. Ia tersiksa selama beberapa tahun tidak berkomunikasi dengan pria itu. Ia menatap dirinya dicermin. Ia sudah jauh lebih cantik dari sebelumnya. Perawatan selama ia berada di Eropa membuatnya semakin percaya diri. Calvin pasti akan terkejut ketika melihatnya dan akan semakin mencintainya. Ia mendorong beberapa koper yang akan ia bawa untuk pulang. Ia melihat jamnya dan hampir saja terlewat jam meminum obat. Untung saja. Ia berjalan cepat ke meja nakas dan membuka laci. Obat itu masih dengan setia menemaninya selama 10 tahun. Jika tidak ada Calvin saat itu, ia tidak tahu bagaimana ia akan melanjutkan hidup.


Sandra mulai membereskan apartemennya. Ia mulai mengerjakannya dari depan pintu rumahnya. Kedua lukisan kesayangannya masih tergantung kedua dinding. Lukisan itu merupakan hadiah dari salah seorang teman lamanya yang ikut menyumbang ketika ia baru saja memiliki apartemen.  Kemudian ia membereskan ruang tamu yang menyatu dengan ruang televisi. Satu sofa besar cukup untuk mereka berdua. Cukup melelahkan tapi ia senang. Besok pagi ia akan berada di lokasi syuting, jadi hari ini hari terakhir ia melakukan pembersihan total. Besok juga kemungkinan Calvin akan pulang. Ia akan memasak untuk menyambut kedatangannya. Tapi sebelum ia pergi berbelanja, ia penasaran dengan kamar Calvin. Ia belum pernah melihat isi kamarnya. Iapun membuka kamarnya perlahan. Kamar itu terasa berbeda dari sebelumnya. Ia masuk dengan mengendap-endap. Ia pun menatap ke berbagai sudut. Siapa tahu Calvin memasang cctv tanpa sepengetahuannya.


Ia membuka lemari pakaiannya. Tidak terlalu banyak pakaian. Ia hanya mengerutkan keningnya. Bagaimana bisa seorang Calvin hanya memiliki sedikit pakaian?

__ADS_1


Ia kemudian menutup kembali lemari pakaian dan berjalan menuju nakas yang ada disamping tempat tidur. Ia membuka laci dan terlihat beberapa kertas tersimpan dengan rapi disana. Ada tanda pengenal perusahaan disana. Bahkan seorang pemilikpun memiliki tanda pengenal, pikirnya.


Ia sedikit tertarik ketika melihat tanda pengenal itu. Ia membacanya. Tanggal kelahirannya membuatnya terusik. Calvin akan berulang tahun beberapa hari lagi. Ia tersenyum. Ia langsung memiliki rencana untuk mengejutkan Calvin. Kejutan yang tidak akan pernah ia lupakan.


__ADS_2