Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )

Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )
Kecewa


__ADS_3

Calvin menatap wanita didepannya. Dinda masih sama seperti terakhir mereka bertemu. Walaupun tidak bisa dipungkiri jika hari ini Dinda bertambah cantik. Secantik apapun wanita lain, ia tidak akan menggantikan Sandra di hatinya.


"Kapan kamu pulang?" tanya Calvin memecah keheningan.


"Aku baru pulang tadi pagi." ucap Dinda. Ia terlihat lahap memakan makanan yang ada didepannya.


Calvin menatapnya. "Kamu berubah. Kamu terlihat lebih dewasa dan mandiri."


Dinda tersenyum. "Ini semua gara-gara kamu, Vin. Aku terpacu sama ucapan kamu waktu terakhir kali kita ketemu." ucapnya.


Calvin mengerutkan keningnya. "Ucapan apa?" tanyanya bingung.


"Kamu bilang mau liat aku sukses. Sekarang aku udah sukses jadi designer. Dan aku punya kabar bagus buat kamu." ucap Dinda senang. Wajahnya terlihat berbinar.


"Apa?" tanya Calvin.


"Aku buka butik disini." jawab Dinda senang. "Aku kembali Vin, aku gak akan tinggalin kamu lagi."


Calvin berdeham. Ia merubah posisi duduknya. Tidak ada hari paling memuakkan selain malam ini. "Dinda.." panggilnya kemudian.


Dinda menatap Calvin sambil tersenyum. "Kenapa?"


"Ada sesuatu yang harus aku omongin sama kamu. Sesuatu yang mungkin bikin kamu kecewa."ucap Calvin tenang.

__ADS_1


Mimik wajah Dinda berubah seketika. Ia meminum air putih yang ada di hadapannya.


"Apa Vin? Kamu jangan bikin aku gugup. Aku baru dateng." ucap Dinda. Suaranya terdengar bergetar.


Calvin mengangkat tangan kanannya. "Aku udah menikah."


Dinda melepaskan gelas yang dipegangnya sehingga hancur berkeping-keping. Air mata mulai memenuhi pelupuk matanya ketika ia melihat tangan kanan Calvin. Sebuah cincin tersemat di jarinya. "Kamu jokes, Vin. Gak lucu sedikitpun."


Calvin berdiri dan memanggil salah satu pelayan untuk membersihkan pecahan gelas dibawah kaki Dinda. Ia melihat Dinda sedang menunduk. Ia menangis.


Setelah pelayan membersihkan pecahan gelas itu, ia kembali berbicara dengan serius. "Kamu liat aku. Aku gak jokes sama kamu. Ini real, aku udah menikah."


"Kamu tega sama aku, Vin. Aku baru dateng jauh. Kamu gak kasih kesempatan aku buat bahagia. Aku kecewa sama kamu." ucap Dinda marah. Ia berdiri dan pergi meninggalkan Calvin sendiri.


Ketika ia masuk kedalam apartemen, ia melihat pintu kamar Sandra tertutup rapat. Ia berjalan ke depan pintu kamar Sandra. Ia membukanya namun terkunci.


"Sandra, aku pulang." panggilnya. Ia masuk kedalam kamarnya dan mandi. Ia ingin melepaskan penatnya seharian ini. Ketika ia kembali ke depan kamar Sandra, pintu kamar masih tertutup rapat. Ia mengetuk pintu pelan.


"Sandra.. kamu udah tidur?" panggil Calvin. Tidak ada jawaban dari dalam. "Sandra, aku lapar. Biasanya kalo aku pulang malem gini kamu tungguin." ucap Calvin. Masih tidak ada jawaban. Iapun berbalik dan berjalan kembali. Namun baru saja ia melangkah, terdengar pintu kamar terbuka. Sandra keluar dari kamar. Tidak terlihat sedikitpun ia baru bangun tidur. Calvin tersenyum senang.


"Harusnya tadi kamu makan." ucap Sandra sambil berjalan ke dapur.


"Aku mau masakan kamu." jawab Calvin. Ia mengikuti Sandra ke dapur.

__ADS_1


"Restoran jauh lebih enak masakannya daripada masakan aku." ucap Sandra.


"Aku cuma mau masakan kamu." protes Calvin. Sandra langsung memasak dengan Calvin didepannya. Ia duduk sambil tersenyum menatapnya.


"Meeting kok sampe malem?"tanya Sandra.


"Iya. Tadi banyak yang dibahas." jawab Calvin sedikit gugup.


"Kamu meeting sama Dave?" tanya Sandra.


"Iya. Malah tadi aku ketemu Alena. Alena itu terlalu cemburu, masa Dave dijemput Alena." ucapnya sambil tertawa.


Sandra menatap Calvin sambil menggelengkan kepalanya. Ia tahu Calvin berbohong. Ia menunduk sambil melanjutkan masak.


"Kamu serius ketemu Alena?"tanya Sandra.


"Iya, aku ketemu Alena disana."


Sandra membawa piring berisi makan malam Calvin. Ia menghampiri Calvin dan menyimpannya di meja makan. Ia sedang tidak mau bercanda malam ini. Hari ini ia kecewa karena menunggu Calvin selama 2 jam. Dan mendengar penjelasan Calvin malam ini, ia kecewa dua kali karena Calvin telah berbohong padanya.


"Aku gak bisa nemenin kamu makan. Aku ngantuk." ucap Sandra sambil berjalan ke kamarnya. Ia menutup pintu dan menguncinya.


Calvin merasa ada yang berbeda pada Sandra. Apa yang terjadi pada Sandra hari ini, ia harus mencari tahu.

__ADS_1


Sandra berbaring dikamarnya dengan mata nyalang. Ia tidak bisa tidur. Kepalanya pusing. Ia terlalu kecewa, tapi ia tidak bisa marah. Calvin tidak pernah berbohong padanya. Baru kali ini ia berbohong. Jelas-jelas ia bersama dengan Alena seharian. Ia tidak mungkin membohonginya karena telah melakukan rencana itu. Untuk apa ia membeli gaun seperti itu untuk membuat Calvin terpesona padanya. Ia merasa bodoh karena mengikuti ucapan Alena. Terdengar dari kamarnya, pintu kamar Calvin tertutup. Sandra menutup matanya. Ia merasa pusing kembali menyerang.


__ADS_2