
Sandra sudah berada di apartemennya setelah tadi Calvin mengantarnya pulang sebelum ia pergi bekerja. Malam ini Calvin akan mengajaknya keluar. Tadi ketika dijalan, Calvin terus mengingatkan agar Sandra siap pukul 7 malam. Sandra tersenyum sendiri. Ia senang. Karena hari ini hari bahagianya, ia berencana untuk membereskan apartemennya. Setelah itu, ia akan mencari pakaian untuk dipakainya nanti malam. Ia harus tampil cantik.
Calvin datang ke kantor Dave untuk memberikan perhitungan padanya karena telah membuat rencana konyol dua malam kemarin. Ia membuka pintu ruangan Dave dengan kencang. Dave menatapnya.
"Aku baru tau tadi malem dari Sandra. Kalian buat rencana konyol?" tanya Calvin kesal.
"Kita kasian sama Sandra. Dia gak pernah merasakan punya suami." goda Dave.
"Jangan gila. Kita pasangan normal." ucap Calvin membela diri.
"Kalian gak normal. Kalian belum satu kamar." seru Dave pelan.
Calvin terkejut. "Siapa yang bilang?"
"Siapa lagi yang suka curhat sama Alena." jawab Dave sambil tertawa. "Gimana perasaan kamu tidur di kamar berbeda?" goda Dave.
"Aku cuma menghargai dia. Kita menikah dengan perjanjian pra nikah dimana tidur jadi salah satu syaratnya"
"What?" tanya Dave shock. "Kamu normal kan?"
"Aku normal layaknya semua pria. Tapi aku bilang lagi, aku menghargai dia. Aku gak akan maksa dia sampai dia siap nerima aku. It's not simple either."
Dave langsung tertawa terbahak-bahak.
"Poor me.." ucap Calvin lemas. Ia pun duduk di sofa.
Icha dan suaminya baru saja pulang dari luar negeri. Mereka menyisihkan waktu untuk pergi ke apartemen Sandra sebelum pulang ke rumah. Ia membawa tas yang berisi makanan kesukaan Sandra.
Ketika ia baru sampai, ia melihat Sandra sedang membereskan apartemennya. Ia tertarik melihat kamar Sandra. Ia membuka lemari tapi ia tidak menemukan pakaian Calvin.
"Sandra.." panggil Icha.
"Iya ma.."
Icha berdiri didepan lemari pakaian Sandra sambil menatapnya. "Dimana baju Calvin? Kalian udah gak tidur bareng?" tanya Icha.
Sandra terkejut. "Bukan gitu ma.." jawab Sandra panik.
Icha berjalan ke kamar sebelah. Dan ia menemukan semua perlengkapan tidur, mandi, pakaian kerja dan semua yang berhubungan dengan Calvin ada dikamar sebelah. "Jelaskan?" tanya Icha sambil berkacak pinggang.
"Ini gak seperti yang mama liat. Kita tidur di kamar sebelah. Tapi, karena baju kita banyak, jadi dibagi dua." jawab Sandra berbohong.
__ADS_1
"Mama gak bisa kamu bohongi, Sandra. Mama tau kamu. Tolong hargai pernikahan kalian." ucap Icha cemas.
Setelah ibunya pergi, Sandra hanya bisa terdiam. Ibunya benar. Pernikahan apa yang mereka jalani? Sampai kapan mereka akan seperti ini?
Calvin mencoba menghubungi Sandra tapi tidak diangkat. Tidak seperti biasanya. Tiba-tiba Dave muncul di ruangannya.
"Katanya hari ini kencan sama Sandra?" tanya Dave.
"Iya. Kenapa?" tanya Calvin
"Sandra lagi sama Alena. Kalo kita double date gimana?" tanya Dave.
"Double date? Kalian ganggu aja. Ini acara aku sama Sandra. Kenapa kalian jadi ikut-ikutan?" protes Calvin.
"Loh, emangnya kita berdua pengganggu?" tanya Dave.
"Iya." jawab Calvin kesal. Acaranya malam ini sudah dipastikan gagal gara-gara Dave.
"Double date apa salahnya?" tanya Dave.
Calvin hanya diam. Ia malas berdebat.
“Pesanan atas nama istri saya, Alena.” bisik Dave pada pelayan.
Mereka berduapun diantar ke kursi yang sudah dipesan.
“Gimana tadi malem?”tanya Dave langsung
“Apa?”tanya Calvin sambil meminum kopinya. Padahal ia sudah tahu kalau Dave akan menggodanya.
“Jangan pura-pura, Vin. Kalian berdua tadi malem baikan kan?”
“Gak ada apa-apa.”Jawab calvin
“Jujur Dave, kamu cinta istri kamu gak?”
“Belum lah, mungkin baru 50 persen.” Jawab Calvin gugup.
Dave menatap Calvin menyelidik. Ia tidak percaya. Kemudian tatapannya pindah kebelakang Calvin.
“Kalo baru 50 persen gak mungkin kamu ajak kencan istri kamu. Jujur aja kenapa sih sama temen sendiri." ucap Dave kesal. Tiba-tiba ia melihat dua orang wanita masuk kedalam restoran. "Tapi kalau liat dia sekarang, kamu pasti langsung jatuh cinta.” Ucap Dave sambil menyuruh Calvin melihat kebelakang.
__ADS_1
Dua orang wanita sedang berjalan masuk kedalam dan menjadi pusat perhatian orang-orang disana. Ia menahan nafasnya. Itu Sandra bukan? Bukan..bukan.. itu bukan Sandra. Salah, tentu saja itu Sandra, istrinya. Calvin langsung berdiri.
“Aku bilang apa, kamu pasti langsung jatuh cinta mulai malam ini.” Ujar Dave. Iapun berdiri dan menghampiri kedua wanita yang sedang berjalan itu. “Ternyata kalian datang juga.” Ucapnya sambil menggenggam tangan Alena. Kemudian ia melihat kebelakang dan sedikit terkejut. “Kamu pake baju apa sih?”tanyanya yang kemudian langsung membuka jasnya dan memakaikan pada Alena. “Aku udah bilang jangan pake baju yang mengekspos tubuh kamu.” bisik Dave
Alena tersenyum dan berbisik. “Sandra mau pake baju itu kalo aku juga pake. Kamu ikhlas dulu aja yang penting mereka berdua bisa kencan." bisik Alena sambil tertawa.
“Oh, kalo itu pengecualian.” Jawab Dave.
Sandrapun duduk disamping Calvin dan terus memandang keluar. Ia sedikit malu mengingat kejadian tadi malam.
Selama berada direstoran, Alena dan Dave tak henti-hentinya mengumbar kemesraan didepan Calvin dan Sandra.
“Aduh sayang, kepala aku kok sakit ya?” ucap Alena tiba-tiba. Ia memegang kepalanya dan mengernyit karena kesakitan. Sandra langsung menghampiri Alena. “Kamu kenapa Al?”
“Aku gak tau. Beberapa hari emang gini terus. Aku belum periksa.” Ucapnya bohong.
Dave tahu permainan istrinya. Jika istrinya sakit, ia akan tahu terlebih dahulu. “Kita pulang aja kalo gitu. Biar kamu istirahat dirumah.” Ucap Dave cepat. Ia berdiri sambil merangkul bahu istrinya. “Sorry ya kita pulang duluan.” Dave melihat Calvin dan mengedipkan matanya.
Setelah kedua orang itu pergi, mereka tinggal berdua.
“Akhirnya mereka pergi. Tanpa bantuan mereka, kita bisa kok kencan berdua." ucap Calvin kesal. "Sandra, kita cari tempat lain aja. Aku tau tempat paling enak.”
Sandra menatap Calvin sambil tersenyum. “Ayo”
Calvin langsung menggenggam tangan Sandra ketika mereka berjalan keluar. Sandra tersenyum sendiri. Tanpa sepengetahuannyapun Calvin tersenyum senang. Ia tidak menyangka hari ini akan tiba seumur hidupnya. Wanita yang paling dicarinya ada disampingnya. Dan mereka adalah pasangan suami istri. Ia bersyukur dipertemukan Sandra dengan kejadian yang tidak terduga. Ia juga harus berterimakasih pada Edward yang telah membuatnya menikah dengan Sandra.
“Kita mau kemana Vin?” tanya Sandra bingung. Setahunya daerah ini adalah daera perkantoran dengan gedung-gedungnya yang menjulang tinggi.
“Kita udah sampai.” Jawabnya sambil membelokkan mobilnya. Sandra dapat melihat papan besi bertuliskan CAFE & LOUNGE. Ia mendapatkan jawabannya kenapa Calvin membawanya kesana.
“Jangan turun dulu.” Ucap Calvin cepat. Setelah mobil berhenti, ia keluar mobil dan berjalan cepat menuju pintu sampingnya. Ia membuka pintu tempat Sandra duduk. Tangannya terangkat dan Sandra menerimanya.
“Aku tunjukin sama kamu tempat rahasia aku kalo lagi sendiri. Sahabat-sahabat aku gak ada yang tau tempat ini. Tempat ini buka 24 jam.”
“24 jam?”tanya Sandra terkejut.
“Iya.”
Merekapun berjalan menuju lift. Banyak sekali pria yang menatap Sandra karena memang Sandra malam ini sangat cantik. Pakaiannya sedikit terbuka, untuk itulah Calvin berada disampingnya untuk menutupinya dengan berbagai cara.
“Aku gak terima kamu jadi tontonan. Lain kali jangan pake baju terbuka lagi selain dirumah." Bisik Calvin membuat Sandra tertawa mendengarnya.
__ADS_1