
Mobil yang dibawa Calvin berangkat menuju tempat yang Sandra pun tidak tahu. Pakaian yang mereka kenakan pun begitu sederhana. Hanya memakai kaos dan celana jeans dan sepatu kets dengan tipe senada, mereka pergi tanpa Sandra ketahui kemana mereka akan pergi. Mobil itu menuju tempat yang Sandra sangat kenal. Sudah melebihi 10 tahun lamanya ia tidak melewati jalan ini. Sepertinya Calvin akan memberikan surprise padanya. Tiba-tiba ia parkir di sebuah kios. Ia turun dari mobil dan diikuti Sandra. Calvin langsung memegang tangan Sandra dan membawanya masuk kedalam kios.
“Ibu, inget saya?”tanya Calvin pada wanita penjaga kios itu.
“Pasti inget. Kalo ngerokok suka ngumpet-ngumpet.” jawab wanita tua itu.
Sandra langsung tertawa. “Malu-maluin aja. Sekarang aku tau, kamu gak sebaik itu, kapten.”
“Aku gak pernah bilang kalo aku itu baik, sayang..” ucap Calvin gemas.
“Iya. Apalagi sama perempuan yang waktu disukai sama Calvin.” jawab ibu itu.
Calvin tersenyum malu.
“Emang kenapa?”tanya Sandra penasaran.
Ibu itu menghampiri sebuah tempat. Ia memukul-mukul tempat itu. “Ini disini kalo ngeliatin perempuan itu. Perempuan itu cantik.”
Calvin langsung memeluk bahu Sandra. “Ibu sadar gak siapa yang disebelah saya ini?” tanya Calvin.
Ibu itu menatap Sandra dan memperhatikannya. “Ooo, ternyata pacaran juga akhirnya?”
“Bukan pacar, ibu? Tapi istri saya.” jawab Calvin bangga.
__ADS_1
“Wah, selamat kalo gitu.” ucapnya senang.
“Kamu bikin aku malu.” ucap Sandra ketika mereka berada di mobil.
“Itu kan kenyataan. Waktu itu aku ngumpet-ngumpet liatin kamu dari jauh. Tapi itu masa lalu. Sekarang aku udah nikah sama kamu. Udah cukup buat aku.” jawab Calvin.
Sandra hanya tersenyum.
Mobil yang dibawa Calvin tiba-tiba memasuki sebuah sekolah yang terlihat berbeda. Sandra melihat papan nama dan ia terkejut. “Ini sekolah kita, Vin?”
“Yah, kita kencan disini aja. Sekalian mengingat masa lalu. Udah banyak yang berubah setau aku. Kita masuk sekarang.” ucap Calvin sambil keluar dari mobil.
Sandra turun dari mobil. Ia menatap bangunan yang sudah berubah itu. Dari gerbangnya saja sudah berubah, apalagi tampak depan sekolahnya kini telah jauh berbeda. Ia melihat seorang pria yang ia ingat adalah penjaga sekolah. Calvin menghampirinya dan memberikan beberapa lembar uang. Setelah itu, ia kembali padanya dan memegang tangannya.
Sandra melepaskan tangan Calvin dan berjalan menuju kelasnya. “Tumben gak dikunci.” ucapnya girang.
Calvin mengikutinya dari belakang. Ternyata membawa Sandra ke sekolah membuatnya senang. Ia tidak salah memilih tempat. Ia melihat Sandra duduk di bangku yang berada disamping jendela.
“Vin, kamu percaya gak kalo meja ini masih meja yang aku pake” ucap Sandra senang.
Calvin menghampirinya. “Kenapa bisa tau?”
Sandra memperlihatkan sesuatu. “Liat, ini tulisan aku.” ucapnya.
__ADS_1
Calvin melihatnya dan tersenyum. Sebuah tulisan tipe anak sekolah jaman dahulu. Ia hanya melihat huruf C kuadrat. Ia langsung berkata “C kuadrat? Calvin Cassandra?”
Sandra tersenyum malu. “Terlalu kekanak-kanakan ya?”
“Wajar, kita masih sekolah jaman itu.” jawab Calvin yang kini duduk disampingnya.
Kemudian Sandra membuka jendela. Ia tersenyum. “Waktu itu aku sering memandang kamu waktu kamu latihan basket disana.”
“Aku tau.” jawab Calvin.
“Kamu tau?” tanya Sandra terkejut.
“Aku tau semua tentang kamu.” Ucap Calvin. Kedua tangannya kini berada diantara kepala Sandra. Ia memegang palang jendela sebagai tumpuan. Sandra hanya bisa menutup kedua matanya ketika Calvin mulai mendekatkan wajahnya dan mengecup bibirnya dengan mesra.
Sandra tertawa ketika mereka melepaskan diri. “Kita kayak siswa cxbxl disini.” ucapnya tanpa menghentikan tawanya.
Calvin memeluk Sandra. “Seandainya waktu itu gak ada Dinda.” bisiknya.
Sandra melepaskan pelukan Calvin. “Kita jalan-jalan lagi. Aku gak mau denger kamu ngomongin orang itu.” Ucapnya sambil berdiri.
“Kamu duduk diluar dulu, aku mau ke mobil ambil bola basket. Aku udah lama gak main. Apa masih bisa?” tanya nya.
Tidak menunggu lama, Calvin mulai mengeluarkan keterampilannya dalam membawa bola untuk masuk kedalam ring. Ia terlihat menikmatinya. Rasanya Sandra kembali ke masa lalu. Ia melihat Calvin bermain basket seorang diri didepan kelasnya. Sesekali Calvin melihat Sandra dan tersenyum. Sandra merasa kencan kali ini kencan paling romantis dibanding pergi ke restoran mahal dan memakai pakaian mewah. Ia senang bisa datang berdua ke tempat mereka saling bertemu untuk pertama kalinya.
__ADS_1