Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )

Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )
Pertolongan Calvin


__ADS_3

Calvin baru saja keluar basement ketika ia melihat Sandra sedang ditarik oleh pria asing tadi. Mungkin pria itu akan mengajak Sandra makan siang. Tapi tentu saja, tidak dengan cara dipaksa. Sandra meronta dan menolak. Terlihat wajahnya kesal. Kali ini ia harus menjadi pahlawan. Ia membawa mobilnya menuju kedua orang itu.


Mobil Calvin melewati mereka dan berhenti. Ia dengan gagahnya membuka pintu mobilnya dan turun. Ia berdiri didepan mobil.


“Cassandra, aku mau ngomong sebentar.” Seru Calvin. Ia dapat melihat Sandra bernafas dengan lega. Iapun melihat laki-laki disamping Sandra.


“Sorry aku pinjem dulu Sandra. Ada urusan keluarga." ucap Calvin membuat kedua mata Sandra membesar.


Andre hanya mengangguk bingung pada Calvin. Ia tahu dengan pasti siapa pria dihadapannya. Tapi mengapa ia katakan urusan keluarga? Ada apa dengan mereka berdua?


“Mian ndre.. lain kali kita makan bareng.” Ucap Sandra pelan. Iapun masuk kedalam mobil sambil melihat jika ada orang melihatnya selain Andre.


Ketika didalam mobil mereka terdiam. Ia tidak membawa apa-apa hanya handphone saja.


“Mau ngobrol apa?”tanya Sandra sedikit gugup.


“Gak ada. Aku cuma mau nolong kamu aja. Kita sekalian makan diluar. Sambil ketemu sahabat-sahabat aku.” jawabnya tenang.


“Aku gak bawa dompet,Vin.”


“Memangnya aku minta kamu bayarin? Kamu tinggal duduk manis disamping aku."


“Jangan lama-lama ya Vin? Aku gak bisa telat.” Ujar Sandra. “Aku masih baru kerja disana. Nanti aku terancam.” jawabnya memelas.


Calvin tertawa terbahak-bahak. “Siapa yang berani? Apalagi kamu perginya sama yang punya perusahaan.”


Sandra terkejut dan menatap Calvin. “Jadi, bener kamu yang punya?” tanya nya pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


“Kamu gak denger waktu pagi-pagi mereka bilang 'selamat pagi pa direktur'?”


Sandra menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tapi ia tidak pandai berbohong.


Sandra membawa buku pelajaran dikedua tangannya sambil melintasi WC siswa yang sedang dipel. Ia berlari terburu-buru karena gurunya memintanya untuk cepat. Ketika ia berjalan melewatinya, tak sengaja ia terpeleset akibat licinnya lantai. Semua buku yang ia bawa terjatuh. Calvin yang saat itu berada tak jauh darinya, refleks langsung berlari untuk menolongnya. Calvin mengulurkan tangannya untuk membantu Sandra berdiri. Ketika Sandra mengangkat wajahnya. Ia terkejut.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Calvin.


Sandra menggeleng. Walaupun kakinya sakit tapi ia malu jika pria yang sedang disukainya itu mengetahuinya.


Calvin tersenyum. Jelas-jelas ia lihat kakinya memerah. Ia tidak pandai berbohong. Ia yakin kakinya terkilir.


"Bener gak apa-apa?" tanyanya. Ia mulai mengambil buku itu satu persatu.


Sandra berdiri. Ia mulai merasakan kakinya sakit. Ia mengambil buku yang diserahkan Calvin


"Makasih.." ucapnya.


"Mau keruang guru."


"Ya udah aku anter. Kamu dikelas berapa?" tanya Calvin.


"Kelas X " Jawab Sandra gugup.


Calvin tersenyum. "Sama. Kamu sepuluh mana?"


"Sepuluh A."

__ADS_1


"Oh, kalo aku sepuluh E."


"Aku juga tau kamu kelas sepuluh E. Dari jaman orientasi siswa beberapa bulan kemarin juga aku udah ngecengin kamu Vin." ucap Sandra dalam hati.


Calvin hanya tertawa melihat wajah shock Sandra.


"Aku jadi inget pertama kali ketemu kamu waktu sekolah dulu. Kamu kepeleset didepan muka aku." ucapnya sambil tertawa.


"Aku gak inget." jawab Sandra bohong.


Ketika mereka sampai, Edward dan Dave sudah ada disana. Diantara mereka ada seorang wanita. Bisa dikatakan cantik walaupun ia memakai pakaian seperti itu. Mungkin memang pelayan atau koki kedai itu. Sandra tidak terlalu fokus pada wanita itu.


“Alena? kamu disini juga?”tanya Calvin. Sandra hanya melihatnya.


“Aku dipanggil Dave langsung. Aku koki disini. Ini restoran temen aku."


“Sampe kita nikah. Aku gak mau istriku kerja. Gak sebagai dokter, ataupun sebagai koki”seru Dave.


Sandra merasa takjub. Wanita dengan pekerjaan ganda seperti itu bisa mendapatkan salah satu dari mereka bertiga.


“San, kamu belajar masak sama Alena. Jadi aku gak harus beli diluar kalo aku lapar.” Calvin mengatakannya sambil duduk dikursi.


“Kamu pikir aku pembantu kamu.” Jawab Sandra. Edward dan Dave tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Sandra.


“Loh, apa salahnya?” seru Calvin


“Tentu aja salah. Alena itu calon istri teman kamu, nah aku itu bukan siapa-siapa kamu.” Jawab Sandra membuat Calvin terdiam. Sedangkan Edward tak kuasa menahan rasa gelinya.

__ADS_1


"Ya seenggaknya kalo pembantu aku lagi libur, kamu bisa masakin aku." ujar Calvin.


Sandra langsung duduk. Ia merasa hari ini bukan hari menyenangkan untuknya.


__ADS_2