Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )

Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )
Call Andre Kim


__ADS_3

Sandra sadar banyak sekali wanita yang bernama Dinda. Itu tidak mungkin Dinda yang mereka maksud.


“Kamu denger ucapan terakhir dia. Agak lebay sih, tapi aku pikir romantis juga.”


“Iya, dia bilang mau kembali ke sini karena mau ngejar masa depannya dia yang udah menunggu lama disini.”


“Kamu ada video nya?”


“Ada.” ucap gadis berkacamata. Ia mulai mengeluarkan laptopnya dan membuka channel youtube.


Sandra berdiri dan mendekat untuk melihat video yang sedang diputar. Tidak terlalu jelas karena ia berdiri sedikit jauh dari video yang diputar itu. Ia belum melihat desainer memberikan sambutan. Beberapa model telah keluar dari belakang panggung. Ketika semua model keluar, desainer itu keluar dengan senyuman mengembang di wajahnya. Sandra hanya terdiam melihat Dinda yang ada di video itu. Ia membeku seketika ketika mendengar Dinda berkata di akhir sambutannya. Calvin, I’m back for you. Tunggu aku..


Rasanya menyakitkan, Dinda kembali untuk menemui Calvin. Kali ini ia sendiri berada diposisi merebut kekasih seseorang. Padahal kenyataannya adalah Dinda yang menjadi perusak dari awal. Calvin dan Dinda bukan orang sembarangan. Kehidupan mereka pernah menjadi konsumsi publik walaupun tidak secara langsung.


“Sandra, kamu kenapa?”tanya Firly yang sudah ada dibelakangnya. Firly memperhatikan Sandra sejak ia baru sampai. Sandra selalu menempati tempat yang sama setiap hari. Ia curiga ada sesuatu pada Sandra.


Sandra menoleh pada Firly. Ia tersenyum hambar.


“Kamu kenapa?”tanya Firly lagi, Ia mulai merasa cemas.


“Aku gak apa-apa. Aku pulang sekarang ya.” ucap Sandra gugup. Ia berjalan ke meja nya dan membereskan tasnya. Ia berjalan dengan cepat menuju kasir diikuti Firly.

__ADS_1


Sandra menunggu taxi yang sudah ia pesan lima menit yang lalu. Cuaca hari ini sangat panas. Mobil-mobil berlalu lalang. Hari ini sangat ramai dibanding kemarin. Ia melihat beberapa mahasiswa laki-laki membawa peralatan syuting. Ia benar-benar rindu syuting. Tiba-tiba handphone nya berbunyi. Ia terkejut karena nomor luar negeri yang menghubunginya.


“Anneyong haseyo, producer-nim.” panggil seseorang.


Kedua mata Sandra berair. Ia tahu siapa yang memanggilnya seperti itu. Walaupun pria itu pernah melakukan kesalahan padanya, tapi ia tidak mau memutuskan persahabatan. Selama ia berada di korea, pria inilah yang selalu membantunya. Tidak ada yang lain. Karena mahasiswa korea kebanyakan terlalu cuek dengan urusan masing-masing, ia masih bersyukur bisa memiliki sahabat ketika disana. Hanya Andre lah yang mau repot-repot mengikuti kursus bahasa hanya agar ia bisa berbicara banyak dengannya. Pengorbanan Andre terhadapnya begitu luar biasa.


“Andre Kim.” ucap Sandra sedih.


“Wae? Kenapa kamu kedengeran sedih?” tanya Andre.


“Aku rindu syuting.”


“Gak semudah itu.”


“Producer-nim, aku cuma mau bilang sama kamu. Aku udah gak bisa dateng ke negara kamu karena kasus kemarin. Tapi aku akan dengan sangat terbuka kalau kamu ada apa-apa. Kamu tinggal datang ke korea dan pintu rumah aku selalu terbuka lebar buat kamu.”


“Gomawo, Andre..” jawab Sandra sambil tersenyum.


Calvin pulang malam hari ini. Ketika ia membuka apartemennya, setiap ruangan masih menyala. Pintu kamarnya terbuka. Ia berjalan dan Sandra tidak ada dikamar. Ia mencari ke setiap sudut.


“Sandra..”panggilnya.

__ADS_1


“Aku disini.” jawab Sandra. Ia terdengar berada di beranda.


Calvin membuka pintu beranda dan menemukan Sandra ada diantara bantal-bantal yang ia simpai di karpet. Ia mengerutkan keningnya. Tidak biasanya Sandra malam-malam berada diberanda. Iapun menghampiri Sandra dan mengecup pipinya ringan,


“Ngapain kamu disini? Udah malem, nanti kamu sakit.”


“Mumpung cerah. Kalo kayak gini, aku inget waktu di korea. DI apartemen sana aku juga punya beranda. Sama kayak disini.”


“Jadi kamu mau balik lagi kesana?”tanya Calvin yang duduk disampingnya.


Tanpa jawaban dari Calvin pun Sandra sudah tahu jawabannya. Wajah pria itu juga seketika berubah. Ia sepertinya sedih.


“Aku pengen kesana tapi aku tau dengan jelas posisi aku. Aku udah menikah. Aku kangen korea. Aku kangen acara korea dimana aku dilibatkan.” jawab Sandra.


“Bagus. Aku gak perlu capek buat melarang kamu pergi. Kalo kamu kangen, kamu tonton aja acara tv nya disini.” ucap Calvin sambil berdiri. “Aku mandi dulu.”


Sandra kembali menatap langit kota yang terlihat sangat cerah malam ini.


“Eh, Sandra. Besok kita jalan-jalan lagi mau gak? Mumpung aku libur.” ucap Calvin yang kembali dengan dasi yang sudah terbuka.


Sandra mengangguk senang. Sudah lama ia tidak pergi jalan-jalan dengan Calvin.

__ADS_1


__ADS_2