
Calvin baru saja tiba diruang meeting setelah Dave menghubunginya dengan segera. Ia melihat Dave sudah siap dengan materinya. Ketika ia melihat orang-orang, mereka bukan para pemegang saham.
"Jadi sebelum saya menikah bulan depan, saya perkenalkan calon pengganti saya selama saya cuti menikah. Kalian pasti tahu Bapak Calvin yang tampan ini kan?" ucap Dave sambil menggoda Calvin.
Calvin mengerutkan keningnya. Ia memutar-mutar ballpoint nya. Apa maksudnya?
"Bapak Calvin ini pengganti saya sementara selama saya cuti menikah."
"Why me?"tanya Calvin dengan menggunakan isyarat.
Dave hanya tertawa melihat protes Calvin. "No protest!"
"Berapa lama?" tanya Calvin ketika mereka selesai meeting.
"Gak akan lama. Seminggu. Lagian kita gak bisa ninggalin rumah lama-lama. Ada sesuatu yang harus kita urus." jawab Dave.
"Apa?"
"Urusan keluarga Alena."
"Ada apa sama Alena?" tanya Calvin.
"Nanti juga kamu tau." jawab Dave sambil berjalan keluar. Calvin mengikutinya dari belakang.
Dave telah banyak berubah sejak mengenal Alena. Dokter cantik itu bisa menyembuhkan penyakit playboy yang melekat pada sahabatnya. Tidak salah jika cinta mereka diuji saat itu. Sekarang Dave mendapatkan pujaan hatinya. Dan yang membahagiakan, ia akan menikah dengan Alena bulan depan. Masih ada waktu 3 minggu untuk membantunya sampai resepsi nanti.
Dave membalikkan badannya. Ia menatap Calvin yang diam sejak tadi.
__ADS_1
"Gimana Sandra?" tanya Dave tiba-tiba.
"Dia baik-baik aja."
"Yang nguntit itu masih ada?"
"Kalo aku liat di cctv udah agak menjauh. Harusnya dia tau diri. Udah tau Sandra gak mau tapi masih maksa." jawab Calvin kesal.
"Trus perasaan kamu gimana sama Sandra? Kamu seneng dong akhirnya orang yang kamu cari-cari selama ini ada didepan mata." goda Dave.
"Siapa yang dicari-cari?" tanya Alena. Gadis itu sudah berdiri didepan pintu. Ia mengenakan pakaian santai. Atasan kaos oblong dengan celana jeans. Tidak terlihat seperti seorang dokter.
Dave menghampiri Alena. "Ada apa kesini?" tanyanya sambil menarik tangan Alena.
"Aku gak boleh kesini? Kamu nyembunyiin cewek lain?" tanya Alena sambil menatap ke seluruh ruangan.
Dave langsung menarik bahu Alena dan memeluknya dengan erat. Ia berbisik sesuatu. Mereka berdua tertawa. Alena memang sering menggodanya seperti itu.
Dave melihat Calvin. Ia tertawa. "Gak iri bisa meluk gini Vin?"
Tiba-tiba Alena melepaskan pelukan Dave. Ia menghampiri Calvin. "Eh, tadi belum beres ceritanya. Jadi siapa yang dicari-cari? Sandra?" tanya Alena. Ia duduk dikursi disamping Calvin.
"Bukan siapa-siapa Al.." jawab Calvin sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.
Alena penasaran. Ia menatap Dave. "Siapa?" bisiknya.
"Sandra. Dulu waktu kita kuliah di Michigan.."
__ADS_1
Calvin memotong perkataan Dave. "Dulu, waktu jaman sekolah menengah. Aku ketemu Sandra waktu kita kelas 1 SMA. Trus kita ketemu terus karena kita satu angkatan. Aku suka liat dia waktu aku latihan basket dilapangan. Dia sedikit pendiem. Dia suka ngumpet-ngumpet nonton kita." jawab Calvin sambil membayangkan masa lalu. Ia tersenyum tanpa sadar. Alena menatap Dave sambil tersenyum. Mereka mengangkat alisnya.
"Trus?" tanya Alena sambil menatap Calvin.
"Ya, aku gak ketemu lagi sama dia pas kita pulang dari Bali. Dia juga gak ikutan acara prom night. Sandra langsung ilang. Akhirnya ya,, kita ketemu lagi tanpa sengaja setelah hampir 10 tahun."
Alena menyimpan jari-jarinya di dagu. "Kamu suka sama Sandra?"
"Dulu, iya." jawab Calvin cepat.
"Aku gak nanya dulu. Aku nanya sekarang." ujar Alena.
"Aku gak ikutan. Aku keluar dulu.." seru Dave. Ia berjalan keluar ruangan.
"Jujur aja, gak ada Dave. Aku tau jawaban mana yang bener dan mana yang bohong. Aku pernah belajar psikologi."
"Enggak. Kita udah berikrar sebagai teman." jawab Calvin. Wajahnya berbeda. Alena terus menatapnya.
"Kalau suatu saat perasaan itu muncul lagi gimana?"
Calvin menatap Alena. "Aku gak tau."
"Kamu tau perasaan Sandra gimana?" tanya Alena gemas.
Calvin menghela nafas. "Aku tau. Dia berusaha buat ngelupain aku selama ini. Bisa dibilang aku ini cinta pertama Sandra."
"Kamu kecewa karena Sandra berusaha lupain kamu?" tanya Alena menjebak.
__ADS_1
"Ya." Tiba-tiba Calvin salah tingkah. Ia bangun dari duduknya.
Alena tersenyum. Ia ikut berdiri. "Dokter Toni tadi ngasih tau aku, Sandra bisa operasi bulan depan."