
Calvin menatap handphonenya yang terus bergetar sejak 15 menit yang lalu. Ia tidak melihat siapa yang menghubunginya. Meetingnya hanya tinggal beberapa menit saja. Salah satu karyawannya sedang melakukan penutupan. Ia mengeluarkan handphonenya dan melihat Dean yang menghubunginya. Ia mengerutkan keningnya. Ia menatap karyawannya yang sudah selesai menutup meetingnya.
"Beres nganter Sandra?" tanya Calvin sambil berjalan menuju ruangannya.
"Sandra kabur. Aku tadi dimarahin Tante Icha gara-gara cuma nganter tas pakaian aja. " ucap Dean kesal.
Calvin mengerutkan keningnya. Ia sedikit panik tapi ia berusaha untuk tenang. Ia memberikan map yang sedang dipegangnya pada sekretarisnya.
"Kenapa kamu turunin sebelum sampe rumah?" tanya Calvin.
"Dia yang minta. Dia nyuruh aku jaga rahasia. Tapi pas dapet ceramahan Tante Icha, mending aku ngomong aja." jawab Dean.
Calvin menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka Sandra akan menjadi gadis yang keras kepala. Tanpa diberitahu pun ia sudah tahu dimana Sandra berada. Ia langsung berbalik dan berlari agar cepat sampai ke mobilnya.
Sandra berdiri dengan cepat melihat pria itu sedang menatapnya marah. Ia berjalan menghampirinya.
"Vin.." ucap Sandra gugup.
"Kamu tau kalo apa yang kamu lakuin ini bikin aku marah?" bentak Calvin.
"Maaf Vin. Aku gak bermaksud bertindak sesuatu yang salah dibelakang kamu. Aku cuma mau ketemu Andre dan cari tahu tentang kebenarannya." jelas Sandra.
"Kebenarannya adalah dia mau perkosa kamu! Kamu denger jelas?" tanya Calvin marah.
__ADS_1
Sandra mengangguk. "Aku tau. Dia udah meminta maaf tadi."
"Gak ada minta maaf. Aku mau nerusin ini biar dia dipenjara disini." jawab Calvin sambil menunjuk wajah Andre. Sandra langsung menarik lengan Calvin keluar.
"Kita udah sepakat kemarin. Aku udah maafin Andre. Aku gak akan ketemu lagi sama Andre kecuali hari ini. Please, bebasin Andre. Aku gak tega liatnya." ucap Sandra ketika mereka berada di luar kantor polisi.
Tanpa berkata apa-apa, Calvin membawa Sandra masuk kedalam mobil. Sandra bingung melihat Calvin. Ketika didalam tadi, ia terlihat marah menggebu-gebu. Tapi diluar ia terlihat lebih banyak diam. Mobil mulai dijalankan. Sandra tidak tahu kemana mereka akan pergi.
"Kita mau kemana?"tanya Sandra.
"Gara-gara kamu, aku harus pergi dari kantor tanpa bawa apa-apa. Kita ke kantor dulu, trus pulang ke rumah. Bantu aku beresin baju buat dibawa ke apartemen kamu."
"Kenapa kamu tau aku ada dikantor polisi?" tanya Sandra bingung.
"Feeling. Tapi ternyata bener. Dean cuma bilang kamu turun di jalan."
Calvin tertawa ringan. "Kamu belum tau kalo Dean suka uang."
Sandra langsung cemberut. "Aku gak percaya lagi."
Calvin langsung mencubit pipi Sandra. "Makanya jangan suka macem-macem."
"Eh Vin, kamu bener bebasin Andre? Tapi tadi kamu marah." tanya Sandra penasaran.
__ADS_1
"Setiap liat dia sama kamu, aku suka langsung marah. Aku takut kamu diapaa-apain."
"Kamu cemburu?" goda Sandra.
"Aku gak perlu cemburu kamu mau sama laki-laki manapun. Asal jangan didepan aku." jawab Calvin gugup.
"Bener?" tanya Sandra.
"Iya. Laki-laki lain itu Dave, Edward, Dean, Papa kamu sama Papa aku. Cukup kan?"
Sandra langsung melirik tajam pada Calvin. "Oke, gak ada laki-laki lain selain nama-nama yang tadi kamu sebutin itu. Tapi kamu harus janji, kamu tetep harus bebasin Andre."
"Aku udah bebasin. Aku cabut laporannya tadi waktu aku kesana. Mungkin malam ini dia langsung pulang ke negaranya. Dia bakal susah buat dateng ke sini lagi?"
Sandra langsung menatap Calvin. "Kenapa?"
"Dia udah dideportasi gara-gara kasus kemarin. Kenapa nanya tentang Andre terus? Takut kehilangan?"
"Dia satu-satu sahabat aku."
"No. Sampai kapanpun laki-laki sama perempuan gak akan bisa sahabatan." ucapnya.
"Itukan menurut kamu, menurut aku enggak."
__ADS_1
"Pokoknya jangan macem-macem." ucap Calvin.
Sandra langsung terdiam. Ia memegang tasnya kuat-kuat dan menatap kedepan. Ternyata hubungannya dengan Andre harus berakhir hari ini. Ia akan kembali ke negaranya malam ini dan mereka akan sangat sulit untuk berhubungan kembali. Persahabatan dengan Andre selama beberapa tahun harus berakhir karena kejadian kemarin. Ia melirik pria disampingnya. Calvin bisa melakukan apapun.