Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )

Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )
Calvin panik


__ADS_3

Calvin berlari menuju rumah sakit tempat Alena bertugas. Ini sudah menjelang malam dan ia belum bisa menemukan keberadaan Sandra. Sejak pulang dari kantornya tadi siang, ia langsung mencari ke apartemen, tapi apartemennya kosong. Tidak terlihat Sandra sempat pulang. Kemudian ia mencari kerumah orangtuanya dan orangtua Sandra tapi hasilnya nihil. Orang tua Sandra bahkan masih berada di luar negeri. Ia tetap tidak dapat menemukan istrinya.


Terpikir oleh Calvin pada Alena. Sebelum pergi kekantornya, Sandra memang bertemu Alena. Itu yang ia katakan ketika menerima pesan singkat dari Sandra. Iapun langsung pergi ke rumah sakit untuk menemui Alena. Ia berharap Alena tahu dimana Sandra berada. Hanya Alena tumpuannya kali ini. Sandra tidak memiliki sahabat lain selain Alena. Ketika tiba di rumah sakit, Calvin melihat Alena keluar ditemani Dave.


Calvin dengan cepat menghentikan mobilnya. Ia berlari menghampiri keduanya.


“Al” teriaknya.


Alena menoleh pada Calvin dan tersenyum senang. “Vin, selamat ya.” Ucap Alena ketika Calvin menghampirinya.


Calvin langsung bingung. “Selamat buat apa?”


“Selamat karena kamu mau jadi calon ayah.” Jawab Alena senang. Dave langsung tertawa dan menepuk bahu sahabatnya. Ia ikut senang mendengarnya.


“Sandra hamil?” tanya Calvin bingung.“Kamu tau dimana Sandra?” tanyanya semakin khawatir.


Alena mengerutkan keningnya. “Kamu gak seneng, Vin?” tanya Alena heran.


“Aku bukannya gak seneng. Aku khawatir karena Sandra sekarang hilang.” Jawabnya bingung.  “Cuma suami bodoh aja yang gak seneng istrinya hamil.”ucapnya.


“Hilang? Bukannya tadi kekantor kamu?” Alena semakin bingung. Tapi ia langsung mengeluarkan handphone nya.

__ADS_1


“Iya tadi kekantor aku. Cuma ada kesalahpahaman. Tadi siang Dinda kekantor dan Sandra tahu semuanya. Dia salah paham.” Jawab Calvin. “Aku gak tau lagi harus nyari kemana. Aku udah datengin semua tempat tapi hasilnya nihil. Apalagi sekarang dia hamil. Aku gak tau lagi harus gimana. Aku bingung” Tambah Calvin sambil terduduk tanah. Ia merasa khawatir dan frustasi. Khawatir karena keselamatan Sandra dan frustasi karena ketakutan ditinggalkan oleh Sandra untuk keduakalinya.


Alena langsung mencoba menghubungi Sandra dari handphonenya.


“Halo, Sandra..”bisik Alena.


“Ya Al, tolong kasih tau Calvin. Aku butuh nenangin diri. Jangan cari aku. Nanti malem aku telepon kamu” Teleponpun ditutup. Ia sedikit tertegun. Ia yakin ada yang disembunyikan Sandra.


Calvin bangkit dan mengambil handphone Alena dengan cepat. Ia mencoba menelponnya kembali tapi handphone nya langsung tidak aktif.


“Vin, nanti aku terus hubungi Sandra. Mungkin dia memang lagi pengen sendiri. Setiap kabar sekecil apapun pasti aku kabarin kamu. Kamu tenang aja.” Ucap Alena mencoba menenangkan Calvin.“Masalahnya dia lagi hamil, Vin. Gimana kalo ada apa-apa sama Sandra? Harusnya dia jangan egois. Dia gak tau aku paniknya kayak gimana” tanya Calvin kesal.


“Tapi aku yang gak bisa jaga diri.” Jawab Calvin. “Aku gak tau bakal gimana kalo dia gak ada disini. Pulang kerja, aku gak bisa liat Sandra. Bangun tidur, aku gak bisa..” ucapnya tertahan membayangkan dirinya tidak dapat menemukan Sandra.


Dave menghampiri sahabatnya. Ia tahu kesakitan akan kehilangan. Iapun pernah mengalaminya ketika Alena pergi selama beberapa bulan untuk misi kemanusiaan. Berapa lamapun sepertinya ia tidak akan tahan. Ia menoleh pada Alena. “Kamu bisa pulang sendiri? Aku panggilin taksi ya.”


“Aku bawa mobil kamu aja.” Jawab Alena


Dave menatap Alena dan perutnya. “Naik taksi aja. Aku khawatir.”


“Ya udah. Aku naik taksi. Tapi nanti kamu beliin aku sesuatu ya.” Jawab Alena sambil berjalan menuju taksi yang memang sudah standby disana.

__ADS_1


Alena sudah berada di taxi ketika Sandra menghubunginya.


"Ada apa sama kalian? Kamu belum ngomong sama Calvin kalo kamu hamil?" tanya Alena.


Sandra tertawa. "Belum. Biarin aja, Calvin harus dikasih pelajaran sedikit."


"Loh kenapa?Kasian Calvin ,Sandra. Kamu gak bisa kayak gitu."


Sandra menghela nafas. "Al, dengan begitu dia baru bisa mengerti arti kehilangan. Apalagi sekarang aku hamil." jelas Sandra.


"Mau sampai kapan kamu ngumpet?" Tanya Alena sambil menggelengkan kepalanya.


"Gak akan lama kok." jawab Sandra senang.


"Sekarang kamu dimana?"


"Aku lagi di hotel. Besok pagi aku pergi jalan-jalan. Jangan khawatir sama aku. Walaupun aku hamil, aku bisa jaga diri." jelas Sandra


"Oke, aku baru bisa tenang. Take care, San." ucap Alena ketika ia menutup teleponnya.


Pasangan itu memang pasangan paling unik. Sandra mengenal Calvin lebih lama dibanding ia dengan Dave. Cinta mereka telah diuji dengan beberapa hal. Tapi kali ini, Sandra yang menguji Calvin. Ia merasa lucu. Alena mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat. Ini adalah kehamilannya kedua setelah sebelumnya ia sempat keguguran. Mobil taxi mulai melaju menuju rumahnya. Alena hanya tersenyum sambil menyandarkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2