Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )

Cassandra (2nd Series Billionare Love Story )
Surprise


__ADS_3

Calvin merasa malam ini semua orang aneh. Amara meminta ijin untuk pulang cepat. Sedangkan Dave tidak bisa dihubungi sejak tadi siang. Ada apa sebenarnya? Lalu Sandra, ketika ditelepon tadi sore ia marah-marah tidak jelas. Hari ini adalah hari buruk untuknya. Hari paling tidak menyenangkan. Ia tidak yakin bisa menemukan Sandra dengan mood yang menyenangkan ketika sampai dirumah. Tanpa banyak berfikir, ia langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi menuju parkiran.


Ketika diperjalanan, Calvin sempatkan untuk membeli bunga untuk Sandra. Istrinya itu masih marah gara-gara ia yang melarangnya bekerja. Ia akan meminta maaf terlebih dahulu.


"Pa, mau ditulis apa di note nya?" tanya pegawai toko bunga itu.


"Ya?" tanya Calvin terkejut.


"Mau ditulis apa di note nya?" tanyanya kembali


"Oh ya, tulis aja "Sorry"." jawab Calvin. Ia melihat pegawai itu dengan keahliannya menulis satu kalimat dengan tulisan indahnya. Ia yakin tulisan itu yang dapat membuat Sandra memaafkannya. Ia menatap bunga mawar merah itu dan membawanya ke mobil. Ia tidak pernah berbuat romantis sebelumnya. Ia penasaran, bagaimana reaksi Sandra nanti. Iapun melanjutkan perjalanannya pulang.


Sandra dan beberapa orang duduk menunggu Calvin. Beranda telah disulap oleh Firly. Begitu pula bagian dalam apartemen. Impian Sandra menjadi nyata. Ia memberikan surprise party untuk suaminya. Ia berharap Calvin akan menyukainya. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi setidaknya ia telah berbuat sesuatu yang berkesan untuk Calvin. Itu yang dipikirkannya sejak beberapa hari yang lalu.


Ia kemudian melihat jam dinding. Jam 10 malam. Tidak ada tanda-tanda Calvin akan pulang. Ia menjadi sedikit khawatir.


"Tante, Calvin gak pernah pulang larut kayak gini." ucap Sandra cemas.


Amara tersenyum. "Calvin pasti pulang sebentar lagi. Mungkin dia lagi beli sesuatu dijalan." jawabnya tenang.


"Kamu tenang aja, Sandra. Calvin pasti pulang. rencana kamu pasti sukses." ucap Anita.


Melihat kedekatan sekretaris Calvin dan ibu mertuanya, rasanya ia ingin memiliki pertemanan seperti itu jika sekretaris Calvin nanti diganti oleh seorang wanita yang lebih muda. Tapi ia berharap sekretarisnya tidak lebih cantik darinya.


"Tenang Sandra, kita masih tungguin kok." ucap Alena disertai anggukan Dave.


"Kangen ya?" goda Edward yang sejak tadi diam.


Sandra hanya melotot.


Tiba-tiba pintu terbuka. Dean datang dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"Calvin baru pulang. Cepet ngumpet!" seru Dean cepat.


Semua orang mulai mencari posisi aman.


"Dean ngerjain orangtua.."seru Anita kesal.


"Diem.." seru Dean.


Calvin menekan bel agar Sandra membukakan pintu. Ia ingin memberikan surprise pada Sandra. Calvin melihat bunga yang dibawanya dan tersenyum. Ia menunggu beberapa saat. Setelah beberapa menit tidak dibuka, ia menyerah dan membuka pintu.


"SURPRISE!" teriak orang-orang yang ada didalam rumah. Ia melihat Dave dan Alena ada disana. Begitu pula dengan mama dan adiknya. Tak hanya itu, Amara ada disana. Dan Edward. Walaupun ia tahu Edward sedang pusing tapi ia datang. Dan tentu saja yang paling utama adalah Sandra. Sandra tersenyum bahagia. Berbeda sekali dengan Sandra yang ia temui pagi ini. Dan ada sesuatu yang membuatnya berbeda.


Calvin menghela nafas. Ya Tuhan, ia cantik sekali malam ini. Ia tidak bisa berhenti menatap Sandra. Sandra menghampirinya dengan membawa kue tart disertai lilin menyala. Ia tersenyum.


"Happy birthday,Vin." ucapnya. Ia menyodorkan tart itu padanya.


Calvin masih terkejut dan tak henti menatap Sandra. Entah siapa yang sudah mempunyai rencana ini.


Sandra tertawa. Ia kembali fokus pada kue tart didepannya. "Ayo, tiup lilinnya.." ucap Sandra.


Calvin meniup lilin itu sambil tersenyum. Ia belum pernah mendapat surprise seperti ini sepanjang hidupnya. Tiba-tiba Sandra mundur dan diganti oleh ucapan selamat dari yang lain.


"Congrats bro, aku lupa kalo kamu ultah. Tapi aku tau rencana istri kamu tadi siang. Sorry aku gak angkat teleponnya.." bisik Dave.


"Aku dikasih tau kemarin sama Sandra. Jadi, acara ngambek-ngambek itu cuma akting dia aja. Dan kamu tertipu." ucap Alena sambil tertawa.


Jadi, tersangka utama adalah Sandra. Dari kemarin ia berakting untuk memberinya surprise? Ia langsung mencari keberadaan Sandra. Ia dapat menemukan Sandra diantara ibunya dengan Amara. Ia memberi isyarat pada Sandra agar datang menghampirinya.


Ketika semakin dekat, Calvin langsung menarik tubuh Sandra dan memeluknya dengan sangat erat.


“Thank you, Sandra.” Ucapnya sambil mencium pipi. “My best birthday.”

__ADS_1


“Aku janji setiap ultah kamu akan berkesan. Happy birthday, maaf kalo beberapa hari ini aku marah. Habisnya kamu memang pantas digituin” Bisik Sandra.


"It's okay. Jangan sekali-kali lagi." jawab Calvin tanpa melepaskan pelukannya.


“Kapan nih makan-makannya?”Teriak Dean.


Calvin langsung melepaskan pelukannya pada Sandra. “Makan-makan?”


Sandra mengangguk sambil tersenyum. Ia menarik lengan Calvin dan berjalan menuju beranda. “C’mon guys! nyalain lampunya” teriak Sandra.


Calvin terkejut. Ia hanya melihat ada panggangan entah darimana berada diluar.


“Aku bingung. Barbeque party aja. Jadi Firly yang nyiapin." Ucap Sandra.


“Kamu nyiapin makanan sendiri?”tanya Calvin.


“Iya. Tadi siang aku ke beli banyak barang dipasar. Untung aku bisa dibantu sama ibu-ibu disana.” jawab Sandra. Ia dibalas pelukan Calvin.


Edward menghampiri mereka. “Udah, kalian mending kekamar aja. Kalian gak menghargai tamu.”


“Edward iri ya.. Makanya cari istri.” Teriak Anita. Tidak semua orang tertawa karena ia tahu situasi Edward saat ini.


“Kami harap kalian cepat-cepat ngasih kita momongan. Udah beberapa bulan kalian menikah. Udah waktunya.” Ucap Anita menggoda Calvin.


“Belum juga lima bulan nikah .” Sela Calvin.


"Mungkin malam ini on process, Tante.." goda Edward.


Sandra langsung berjalan menghindari obrolan itu. Ia malu. Ia mulai menyiapkan bahan-bahan barbeque.


"Jangan ngobrol terus! Bantu aku.." teriak Sandra. Semuanya mulai bergerak membantu Sandra. Termasuk Calvin sendiri yang tengah berulang tahun.

__ADS_1


__ADS_2