Cinta Berparas Malaikat

Cinta Berparas Malaikat
Permintaan Maaf


__ADS_3

Wulan tak kuasa mendengar bentakan sang anak. Dadanya tampak panas bergemuruh melihat kejadian yang terjadi tanpa ia duga. Tak pernah terpikirkan jika penolakannya selama ini justru membuat keduanya justru semakin dekat. Pernikahan telah terjadi tanpa izin darinya. Tentu saja satu-satunya tersangka adalah Kania. Wanita yang sejak kecil tak pernah ia inginkan kehadirannya.


"Kamu berani membentak Mamah, Jemi? Mamah yang sudah melahirkan kamu ke dunia ini. Mamah terluka karena wanita yang tidak kamu tahu hati aslinya." Jemi bungkam melihat manik mata sang mamah berkaca-kaca.


Semarah apa pun ia pada sang mamah tentu tak akan tega melihat wanita paruh baya itu menatapnya dengan mata yang ingin menangis. Rasa bersalah dan serba salah memenuhi pikiran Jemi saat ini.


Tak ada yang bersuara ketika wanita paruh baya itu sudah melangkah pergi meninggalkan rumah. Kini fokus Jemi hanya tertuju pada pria tua yang menjadi ayah Kania sesungguhnya.


"Maafkan ayah, Kania." Ucapan yang pertama kalinya terlontar itu sukses membuat Kania mengerutkan kening penuh tanya.

__ADS_1


Benarkah pria ini adalah ayahnya? Lalu kemana saja pria tua itu selama ini? Kania hanya diam tak mampu berkata apa pun.


"Dia adalah ayahmu, Kania. Selama ini aku hanya menjalankan permohonannya padaku." Kania beralih menatap pria yang sudah sah menjadi suaminya.


Hanya diam, Kania berusaha mencerna apa yang terjadi sebenarnya? Sesuai kah dengan apa yang mereka ucapkan dan apa yang Kania rasakan.


"Apa benar aku masih memiliki seorang ayah yang tega memberikan seluruh hidupku pada pria lain?" Pertanyaan Kania lantas membuat Jemi hanya bisa menundukkan kepala. Ia sadar dirinya telah melakukan kesalahan.


Bahkan pria yang menjadi ayah Kania pun terluka ketika mendengar pengakuan Jemi yang sudah merusak masa depan sang anak. Dengan berani Jemi meminta maaf setelah mengakui semua kesalahannya. Itulah yang membuat Ayah kandung Kania memberikan restu pada mereka. Ia sendiri pun takut jika Kania sampai hamil di luar nikah. Terlebih selama ini dirinya sendiri pun tak cukup bisa menjadi ayah yang baik untuk sang anak.

__ADS_1


Ketika harus memberikan sang anak pada pria lain untuk di jaga. Ia sadar dirinya tak pantas di sebut seorang Ayah. Pengakuan Jemi padanya sudah cukup mebuatnya yakin jika pria yang menikahi sang anak cukup bertanggung jawab.


Kania berdiri dari duduknya dengan wajah penuh kecewa. Menatap dua pria yang bersamanya saat ini dengan air mata yang terus berjatuhan.


"Dimana ibuku? Dimana ibu kandungku? Aku tidak ingin dengan kalian berdua. Kalian sama-sama pria jahat!" menangis mendengar pertanyaan sang anak.


Derman menunduk meneteskan air mata sedih mendengar pertanyaan sang anak. Sedang Jemi pun bungkam. Sadar bagaimana kecewanya Kania pada dua pria yang ia panggil ayah. Sama-sama membuatnya tak bisa percaya pada siapa pun. Harapannya hanya satu yaitu sang ibu yang bisa ia jadikan tempat mencurahkan sedih.


Kania memilih pergi setelah tak menemukan jawaban dari keduanya. Ia kecewa entah apa lagi yang mereka sembunyikan saat ini. Pria yang begitu sayang padanya selama ini bahkan tega membuatnya seolah menjadi anak yang tidak memiliki kedua orang tua kandung. Hanya menggantungkan hidup dengannya saja.

__ADS_1


__ADS_2