Cinta Berparas Malaikat

Cinta Berparas Malaikat
Ambisi Awet Muda


__ADS_3

Pagi harinya ketika langit terasa begitu cerah seperti wajah Kania yang juga sangat cerah saat ini. Jemi heran melihat sang istri senyum-senyum sendiri di meja makan.


"Sayang, ada apa?" tanya Jemi yang penasaran.


"Senang saja. Rumah kita bisa damai kembali." ujarnya bersemangat untuk sarapan.


Keduanya menikmati sarapan mereka sebelum Jemi berangkat kerja dan Kania ke kampus. Mereka pergi dengan satu mobil yang lebih dulu mengantar Kania ke kampusnya. Jemi berinisiatif mengantar sang istri sampai ke depan kampus.


"Mas, sudah yah sampai di sini saja mengantarnya." tutur Kania menahan sang suami yang ingin turun dari mobil saat itu.


Jemi tampak menggelengkan kepala menolak. Ia kekeuh ingin mengantar Kania sampai ke depan kelas. Akhirnya Kania tak bisa menahan sang suami yang menggandeng tangannya turun dari mobil.


"Loh Kania, dia siapa? Kakak kamu? Bukannya kamu bilang anak tunggal yah?" celetuk salah satu teman Kania yang mendekati Kania. Mereka berjalan bersampingan sejajar dengan Jemi.

__ADS_1


"Bukan." jawab Kania.


Jemi yang ingin menjawab terhenti ketika melihat Kania membulatkan mata melarang dirinya berbicara.


"Terus benar Kakak kamu? Mau dong. Ganteng." tambah teman satunya lagi.


Jemi seolah menjadi satu tujuan para wanita yang berjalan bersamanya saat ini. Dan itu membuat Kania menampilkan wajah jeleknya seketika. Wanita itu berjalan meninggalkan sang suami serta teman-temannya lebih dulu. Jemi yang memanggilnya tak di perdulikan sama sekali oleh Kania.


"Kak, siapanya Kania sih? Kenalan dong." Jemi menggeleng heran melihat keberanian para teman sang istri. Ia memilih keluar dari kampus dan menuju kantornya.


Berbeda halnya dengan Jemi yang kini sudah berada di ruang kerjanya. Ia tersenyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana dirinya di puji tampan oleh teman sang istri. Bahkan panggilan Kakak yang mereka sematkan untuk Jemi sudah membuat wajah Jemi merona merah.


"Itu tandanya aku dan Kania masih pantas untuk di bilang pasangan yang serasi. Itu sangat bagus, aku memang sangat tampan dan awet muda." Jemi tersenyum melihat pantulan wajahnya di ponsel yang ia genggam saat ini. Ia menggerakkan wajah ke kiri dan ke kanan demi memperhatikan setiap bagian wajah itu.

__ADS_1


"Permisi, anda memanggil saya, Pak?" tanya wanita yang datang ke ruangan Jemi dengan sopannya.


"Yanti, kamu lihat wajah saya?" tanya Jemi membuat Yanti hanya mengangguk kaku.


"Lihat, apa saya masihh awet muda sekali? Apa yang bisa saya lakukan biar lebih awet muda lagi?" Yanti sang sekertaris pengganti Karin nampak tergagap menjawab pertanyaan sang bos.


"A-apa? Maksud Bapak perawatan atau apa yah, Pak?" tanyanya masih bingung.


"Iya, apa pun itu. Apa yang bisa saya lakukan saat ini, Yanti?" tanya Jemi masih terus memperhatikan wajahnya.


"Nah ini...tulis semua apa pun yang bisa saya lakukan. Kamu catat tanpa ada yang terlewatkan." Tanpa menunggu lama Yanti segera menulis serangkaian perawatan yang akan di lakukan oleh Jemi. Ia pun menyarankan beberapa produk yang sangat terpercaya khasiat serta keamanannya. Jemi sangat percaya dengan semua saran dari sekertarisnya itu.


"Skincare, treatment DNA Salmon, botok, infuse, body lotion..." Dan masih banyak lagi perawatan yang Jemi baca dari tulisan Yanti.

__ADS_1


Kepalanya pusing saat membaca begitu banyaknya hal yang harus ia lakukan dan beli.


__ADS_2