Cinta Berparas Malaikat

Cinta Berparas Malaikat
Rencana Wulan


__ADS_3

Kania merasa sedih mendengar ucapan sang ayah. Sebagai istri ia pun juga mendapatkan kecurigaan yang sama dari sang mamah mertua.


“Ayah hati-hati di jalan yah?” tutur Kania yang mengetahui dimana tempat tinggal sang ayah.


Selama di rumah Kania, Derman bercerita banyak hal. Ia menyebutkan rumah yang ia tinggali selama ini. Ternyata Kania masih memiliki rumah peninggalan orangtuanya.


“Kalian juga baik-baik di sini yah? Jemi, Ayah percayakan Kania bahagia bersama mu. Jaga dia dengan seluruh jiwamu.” Jemi mengangguk patuh mendengar ucapan sang ayah mertua.


Selepas kepergian Derman, tampak Kania duduk menekuk wajahnya sedih. Di depan sang ayah ia terlihat baik-baik saja, tetapi sebenarnya Kania sangat sedih mendengar aduan sang ayah.


“Nia, kamu memikirkan hal itu bukan?” Tak ada suara yang Kania lontarkan selain anggukan kepala.


Jemi mengusap kepala Kania dengan sangat lembut. Ia mengecup penuh sayang sembari tersenyum.

__ADS_1


“Malam ini aku akan pikirkan semua yang terbaik untukmu dan keluarga kita semua. Besok aku akan putuskan semuanya. Aku janji tidak akan membawa nama kalian semua ke dalam prasangka buruk Mamah. Sekarang kita ke kamar dan istirahat yah?” tutur Jemi.


Membersihkan diri dan keduanya naik ke atas kasur. Jemi tampak mengusap kepala sang istri berusaha memberikan ketenangan.


“Terimakasih untuk semuanya yah, Mas.” ujar Kania tersenyum.


Tanpa keduanya ketahui di sisi lain tepatnya di kediaman utama milik Wulan, wanita paruh baya itu tampak tersenyum lebar menatap wanita anggun yang duduk di depannya.


Dua buah koper besar terlihat berdiri di belakang sofa besar.


Rambut panjang terlihat terjuntai indah di lekuk punggung dan dadanya.


“Aku masih sangat mencintai Jemi, Mah. Apa pun aku akan lakukan demi hubunganku dengan Jemi kembali. Apalagi mendengar cerita Mamah tentang gadis kecil itu aku juga khawatir jika Jemi akan di peralat. Aku benar- benar nggak rela, Mah.” tutur wanita yang ternyata adalah mantan istri dari Jemi.

__ADS_1


Harapannya hanya satu yaitu Jemi kembali dengan wanita yang bisa mengikuti perintahnya. Tak perduli bagaimana masa lalu keduanya sampai memutuskan untuk berpisah.


“Mamah tahu itu. Kalian sama-sama masih mencintai. Jemi hanya terlena dengan pesona gadis kecil itu. Itu alasannya Mamah minta kamu segera datang. Besok lancarkan aksi kamu. Jangan biarkan Jemi semakin jatuh dalam pesonanya. Bantu Mamah seperti Mamah membantu kamu selama ini.” Wulan berdiri dari duduknya.


Ia mengantar sang mantan menantu ke arah kamar milik Jemi. Tentu kamar yang pernah Jemi dan sang istri tempati.


“Selamat istirahat yah?” tutur Wulan.


“Selamat istirahat juga, Mah. Thanks atas semuanya.” Keduanya pun berpisah setelah berada di kamar masing-masing.


Di sini Wulan terus mengembangkan senyuman liciknya. Jemi akan berpisah cepat atau lambat dari Kania. Dan semua harta yang ia takutkan di nikmati oleh Kania dan juga keluarganya kembali aman.


Setidaknya Wulan akan meminta semuanya beralih menjadi namanya.

__ADS_1


Di sini Jemi pun tampak berbaring tanpa memejamkan mata. Pikirannya semakin gelisah.


“Apa ini jalan yang benar, Pah? Aku akan mengalihkan semua atas nama Mamah. Apa ini tidak menjadi masalah? Apa pilihan yang aku ambil sudah tepat, Pah?” tanya Jemi dalam hati.


__ADS_2