Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja
Bab 9 : Pesan Dimalam Pertama


__ADS_3

Aisyah meminum sedikit air di gelas pemberian Reyhan, kini dia beranjak berdiri dan berjalan untuk membuka koper lalu merapikan beberapa baju miliknya yang belum sempat diletakan dalam lemari. Mata Aisyah sedikit tertarik melihat tumpukan kado dari saudara dan rekan kerja Reyhan. Selintas dalam pikiran Aisya bertanya, apa saja yang ada di dalam kado-kado itu?


Selesai membereskan baju-bajunya, pintu kamar mandi pun terbuka menampilkan Reyhan yang sudah mencuci mukanya. Reyhan memakai baju tidur yang sama dengan Aisyah. Jantung Aisyah pun sedikit berdebar saat Reyhan menghampirinya, ini hari pertama dan pertama kalinya di satu ruangan bersama laki-laki selain ayahnya. Bahkan bersama anak umi Bilqis pun Aisyah tidak nyaman, ia memilih pergi menyendiri di kamarnya. "Udah beres?" tanya Reyhan.


"Udah mas. Baru aja beres." Terlihat Reyhan mengangkat tangannya dengan ragu, Aisyah sedikit menciut saat tangan Reyhan ini berada di kepalanya, menyentuh permukaan jilbabnya.

__ADS_1


"Lain kali tunggu aku ya. Jangan diselesai-in sendirian." Aisyah mengangguk pelan. Kini Reyhan mengusap lembut kepalanya. Aisyah ragu saat tadi hendak menguraikan rambutnya, ia belum terbiasa.


"Maaf ya mas. Soalnya aku bingung harus ngapain lagi," jawab Aisyah jujur. Terlihat senyum tipis yang lembut dari wajah Reyhan. Tangan Reyhan pun sudah terlepas dari kepala Aisyah, seakan ragu dan sama-sama canggung, Aisyah tahu Reyhan akan membicarakan sesuatu.


"Iya gak apa-apa. Bisa kita duduk dulu disana?" tanya Reyhan, tatapannya menuju kearah ranjang.

__ADS_1


Beberapa detik hanya terdengar suara detikan jam yang berbunyi. Reyhan mulai mendehem dan memberanikan diri berhadapan dengan Aisyah. "Aku tahu ini canggung untuk kita berdua." Terdengar ucapan itu terhenti, Aisyah menanti kelanjutan dari ucapan Reyhan. "Apa kamu mau kita pacaran dulu?" Mendengar itu sontak Aisyah mengerutkan keningnya, bukankan mereka sudah menikah? Untuk apa berpacaran?


"Maksud mas?" tanya Aisyah ragu.


"Pacaran.. ya, seperti saling mendekatkan diri dulu Aisyah, kita harus saling mengenal satu sama lain dan, ya, seperti pasangan remaja lainnya untuk menumbuhkan cinta." Aisyah tidak mengerti, entah ia harus lega atau kecewa karena mengetahui Reyhan belum memiliki perasaan apa-apa pada dirinya? Disaat Aisyah sudah jatuh hati diawal pertemuan mereka dan jatuh cinta diawal pernikahan mereka, saat Reyhan dengan lantang menyebutkan ijab kabul disitu pula cinta mulai tumbuh untuk Reyhan.

__ADS_1


"Aku ikut aja keputusan Mas." Terukir senyuman di wajah Aisyah. Sedikit terhibur dengan pikirannya sendiri. Saat ia berusaha menahan diri untuk tidak berpacaran bahkan dekat dengan pria mana pun, suaminya malah mengajaknya berpacaran diawal pernikahan mereka.


"Makasih ya Aisyah," ucap Reyhan lembut. Rupanya ucapan lembut itu membuat Aisyah sedikit jengah, Reyhan mendekatkan wajahnya, mengecup pelan kening Aisyah pelan. Seketika wajah Aisyah terasa memerah. "Kita istirahat," ujar Reyhan sambil menjauhkan kembali wajahnya. Reyhan menarik nafasnya panjang, semoga ini bisa menjadi awal yang indah untuk rumah tangganya, semoga pula cinta cepat hadir mewarnai pernikahan mereka, dan banyak semoga yang Reyhan panjatkan. Pesan kedua orangtuanya tadi akan selalu Reyhan terapkan. Ia akan berusaha selembut mungkin dan seromantis mungkin pada Aisyah, karena cinta lambat laun akan hadir seiringnya dengan waktu. Ikhlaskan semua yang sudah dilepaskan dan genggam erat apa yang sudah didapatkan.


__ADS_2