Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja
Bab 25 : Penyejuk Hati


__ADS_3

Namun rencana hanyalah rencana, sesampainya di kantor Reyhan sibuk dengan pekerjaannya. Beberapa berkas baru sudah menyambut Reyhan untuk diurusi. Tak ada waktu luang untuk memikirkan kata-kata yang tepat bagi Rere, waktunya benar-benar tersita oleh pekerjaannya yang selalu menumpuk. “Permisi pak Reyhan, ini laporan cabang perusahaan yang bapak minta," ucap Sinta dengan sopan sambil memberikan berkas di atas meja Reyhan.


“Terimakasih Sin," jawab Reyhan kemudian. Sekertarisnya langsung mengangguk pelan dan keluar dari ruangan Reyhan. Membuat Reyhan semakin berkutat dengan pekerjaannya yang bertambah.


Waktu bergulir dengan cepat, hingga sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatian Reyhan, Aisyah masuk dengan tas kotak makan seperti kemarin. “Assalamu’alaikum, Mas.”


“Wa’alaikumalam, Aisyah.” Reyhan dengan cepan menatap jam yang melingkar ditangannya, sudah pukul dua belas siang lebih.


“Kenapa gak chat Mas dulu kalo mau berangkat?” Mendengar itu Aisyah menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum.

__ADS_1


“Aisyah udah chat, tapi dibaca aja enggak.” Sahutnya dengan suara lembut, berjalan kearah sofa yang mengeluarkan kotak makan dari tas tempat makan itu. Reyhan menghembuskan nafasnya pelan, ia lupa ponselnya ada didalam jas yang sedang ia simpan diatas sandaran kursi dengan keadaan suara notif yang ia buat hanya getar. Ia menutup laptopnya dan berjalan kearah sofa, menghampiri Aisyah yang sedang sibuk menyiapkan segala keperluan makan siangnya.


“Kamu udah makan?” Tanya Reyhan.


“Udah Mas, Mas makan yang banyak ya, abis itu kita sholat Dzuhur,” ujar Aisyah saat kumandang azan mulai terdengan diponsel miliknya.


“Mas masih banyak pekerjaan, mung-“


“Makasih banyak udah selalu ngingetin terus mas,” ujar Reyhan lembut. “Ya udah, mas makan dulu ya, nanti kita langsung sholat.” Aisyah tersenyum senang, ia mengangguk dengan cepat dan menonton Reyhan yang tampak lahap memakan semua makanan yang ia sediakan. Setelah selesai makan mereka langsung menuju mushola yang ada dikantor, sholat bersama beberapa orang lainnya dan memanjatkan doa setelah sholat selesai.

__ADS_1


Aisyah dan Reyhan kembali kedalam ruangan, membereskan tempat makan yang akan ia bawa kembali. “Mas hari ini langsung pulang atau ada acara kayak kemaren?” Tanya Aisyah tiba-tiba.


Reyhan mengucapkan istighfar seketika, kemarin ia pulang bada Isya dari rumah sakit dan berbohong pada Aisyah bahwa Reyhan sedang lembur karena pekerjaannya yang menumpuk. “Hari ini mas langsung pulang,” jawab Reyhan cepat.


“Bener ya Mas, kalo gitu Aisyah masak nanti sore, takut kayak kemarin, makanannya keburu dingin.”


“Iya sayang. Walaupun dingin kan bisa diangetin, rasanya juga tetep enak kok.”


Aisyah tersenyum mendengar jawaban itu, namun Aisyah ingin yang terbaik untuk Reyhan, menyiapkan makanan yang baru selesai saat Reyhan pulang. “Kalo gitu Aisyah pulang dulu ya Mas, mau beli beberapa tanaman baru buat dirumah. Assalamu’alaikum.”

__ADS_1


“Wa’alaikumsalam, hati-hati ya sayang.”


__ADS_2