
3 bulan kemudian,
"Assalamualaikum," ucap Reyhan sambil tersenyum ramah pada beberapa orang yang tengah duduk melingkar di dalam masjid. Ia duduk di samping Aisyah dan semuanya menjawab salam yang diberikan Reyhan.
"Mas udah pulang? Kok gak ngabarin kalo mau jemput," ucap Aisyah bingung.
"Mumpung Mas lagi pulang cepet sayang," ucap Reyhan lembut.
Reyhan mulai ikut mendengarkan isi rapat tersebut dan setelah selesai mereka pun mulai pamit terlebih dahulu. Reyhan membukakan pintu mobil untuk Aisyah, "Makasih Mas," ucap Aisyah terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam mobil.
Reyhan menutup kembali pintu mobil dan mulai berjalan mengelilingi bagian kap depan mobil. "Sebenernya Mas pulang cepet karena udah gak sabar liat hadiah dari kamu," kekeh Reyhan saat ia sudah masuk dan mengenakan seatbelt nya. Hari ini adalah hari ulang tahun Reyhan, saat ia bekerja tadi pesan masuk yang diberikan Aisyah cukup membuat Reyhan tak sabar untuk menyelesaikan pekerjaan saat itu juga.
Senyum Aisyah pun mengembang, ia menggelengkan kepalanya samar. "Sebelum Aisyah kasih kadonya, kita ke super market dulu yuk Mas, aku mau bikin masakan buat makan malem kita," ucap Aisyah.
Reyhan pun mengangguk dengan cepat, menjalankan mobilnya dengan kecepatan normal dan berhenti di super market. Cukup banyak bahan-bahan yang mereka beli untuk makan malam dan kebutuhan sehari-hari, ketika sampai di kasir rupanya semua yang mereka beli mencapai 3 kantong klastik berukuran besar.
Reyhan membawa semua itu dan menaruhnya di bagasi mobil. "Gak kebanyakan bahan masakan buat seminggu?" Tanya Reyhan bingung.
"Siapa bilang buat seminggu Mas? Ini buat makan malem juga, Mama, Papa sama keluarga Umi mau ke rumah, Ayah juga sore ini nyampe Bandung," jawab Aisyah sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Kerutan di kening Reyhan pun terlihat semakin jelas. "Apa gak berlebihan sayang ngerayain ulang tahun aku sampe Ayah pulang dari khairo?" Tanya Reyhan cemas, memang ia bahagia namun ini semua tidak seperti biasanya.
Aisyah menggelengkan kepalanya, mereka berjalan masuk ke kursi depan dan menutup pintu mobil, Aisyah menoleh kearah Reyhan. "Siapa bilang makan malam ini buat ngerayain ulang tahun kamu mas?"
"Loh? Kan hari ini aku ulang tahun, emang buat apa lagi?" Tanya Reyhan bingung.
"Buat syukuran," jawab Aisyah.
Reyhan menarik nafasnya pelan lalu menghembuskannya lagi. "Iya, maksud aku syukuran ulang tahun aku kan?"
Lagi-lagi Aisyah menggelengkan kepalanya, "Sekarang kita pulang dulu aja, aku mau kasih kado special buat kamu," jawab Aisyah. Reyhan yang di liputi rasa penasaran akhirnya tak bertanya kembali, ia langsung menjalankan mobilnya menuju rumah.
Sesampainya di rumah, mereka pun membereskan terlebih dahulu barang belanjaan mereka, Reyhan membantu menyusun semuanya di dalam kulkas dan langsung menagih hadiah yang di janjikan Aisyah. "Udah beres kan? Mana hadiahnya?" Tanya Reyhan.
Mendengar itu Reyhan pun mengembangkan senyumnya, ia berjalan dengan cepat mengambil kotak tersebut dan membukanya. "Bola?" Tanya Reyhan bingung saat melihat isi kotak tersebut dipenuhi dengan tumpukan bola plastik berwarna warni.
"Cari, didalem sana ada kotak lagi," jawab Aisyah memberikan instruksi.
Reyhan pun tak banyak bertanya, ia memasukkan tangannya dalam tumpukan bola tersebut dan berhasil menemukan kotak yang dimaksud. "Kenapa gak langung kotak ini aja yang dikasih sayang?" Ujar Reyhan. Ia pun duduk di pinggir ranjang, membuka kotak persegi panjang berukuran kecil itu dengan perlahan.
__ADS_1
Reyhan terdiam seketika, ia menatap Aisyah yang tengah tertawa kecil. "Selamat ya calon Abi, Alhamdulillah tahun ini kita di kasih kepercayaan," ucap Aisyah lembut.
"Ini beneran sayang?" Tanya Reyhan tak percaya, matanya menyorotkan penuh kebahagiaan pada Aisyah. Ia menatap sekali lagi 3 test pack yang menunjukkan 2 garis, Reyhan berdiri dan memeluk Aisyah dengan erat, mencium kening Aisyah lalu kembali memeluknya dengan lembut. "Alhamdulillah, terimakasih ya Allah," gumam Reyhan penuh syukur, tak henti-hentinya ia bersyukur sudah mendapatkan kesempatan bersama Aisyah kembali dan juga memiliki keluarga kecil yang sempurna.
"Nanti mau bantu bikin masakan makan malem kan?" Tanya Aisyah dalam pelukan Reyhan.
Reyhan menganggukkan kepalanya dengan semangat. "Biar aku yang masak sayang, kamu duduk aja dan kasih arahan ke aku," ucap Reyhan.
"Gak, mana bisa kamu masak mas, ini buat keluarga kita loh, gak apa-apa aku aja yang masak, kamu bantuin aku aja ya," kekeh Aisyah.
"Semuanya udah tahu kabar kehamilan kamu sayang?" Tanya Reyhan kemudian.
Aisyah menganggukkan kepalanya dengan cepat. "Udah, dari dua hari yang lalu, dan aku inget kamu ulang tahun sebentar lagi, jadi aku gak langsung kabarin kamu tentang hal ini," jawab Aisyah.
"Ini kado terindah yang aku pernah dapetin sayang, sekali lagi makasih untuk semua yang udah kamu berikan selama ini sayang."
...~TAMAT~...
Makasih buat teman-teman yang selalu mendukung cerita ini dari awalπ€ love u guys, Tanpa kalian mungkin aku gak akan semangat nulis π Besok mulai up Queen for the king ya, jangan lupa bacaπ
__ADS_1
Oh iya, bantu tonton iklan yaπππ