Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja
Bab 40 : Curiga


__ADS_3

Aisyah menatap Reyhan sesekali, lalu membuang wajahnya kearah dapur, ia menggigit bibir bagian dalamnya. Hatinya tidak tenang, pikirannya memaksa Aisyah untuk bertanya, namun mulutnya terasa sulit untuk membuka suara. Ia tidak bisa berbicara mengenai foto Instagram Rere, masih ada hubungan apa sebenernya mereka? "Kamu kenapa? Mikirin apa?" tanya Reyhan dengan tiba-tiba, membuat Aisyah terkejut dan menatap Reyhan.


"Gak mikirin apa-apa Mas, gimana tadi makan siangnya?"


"Lancar, Rere mulai besok jadi model produk Mas," jawab Reyhan sambil sesekali menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.


Aisyah mengangguk pelan. Ia lagi-lagi bingung harus memulai pertanyaan bagaimana. Aisyah dengan perlahan menatap Reyhan, wajah suami yang sudah lelah bekerja apakah harus ia curigai? Apakah pantas ia bertanya hubungan Rere dan Reyhan saat ini bagaimana?


"Mas, sama Rere udah kenal lama?" Pertanyaan itu sontak membuat Reyhan tersedak, ia dengan cepat meminum air putih dan menatap Aisyah dengan tatapan tidak percaya. "Aduh Mas, kenapa?" Aisyah menepuk pelan punggung Reyhan dengan khawatir.


Mata mereka bertemu, Reyhan menelan salivanya dengan susah payah. "Kenapa tiba-tiba nanya gitu Aisyah?" Gumam Reyhan. Jantungnya sedikit tidak tenang, apakah Aisyah mencurigainya? Apa yang sudah ia tahu mengenai Rere?


Aisyah tampak menunduk, memutuskan tatapan mereka dan menjauhkan tubuhnya, ia duduk di kursi samping Reyhan. "Boleh Aisyah jujur Mas?" Tanya Aisyah pelan. "Aisyah nemuin foto mas sama Rere di Instagram-"

__ADS_1


"Foto mana Aisyah?" Potong Reyhan cepat membuat Aisyah semakin gugup dan gelisah, sama halnya dengan Reyhan yang berdebar dan gelisah.


"Foto makan malam Mas sama Rere. Hari jadi kalian yang ke satu tahun," lirih Aisyah.


Reyhan mengerutkan keningnya sedikit dalam, mencoba mengingat dan matanya terbuka lebar. "Boleh Mas liat fotonya?" Aisyah tampak ragu mengeluarkan ponselnya, ia memberikan foto yang sudah ia screenshot. Dua foto yang menyakitkan bagi Aisyah.


Tampak rahang Reyhan mulai mengeras. Ia menggulirkan kedua foto itu beberapa kali lalu menatap Aisyah dengan tatapan yang menyesal. "Aisyah, mas bisa jelasin," ujar Reyhan dengan cepat. Mata Aisyah tampak sedikit berkaca, menatap Reyhan dengan sorotan mata yang memohon untuk berkata jika semua itu tidak benar.


Reyhan dengan cepat menggelengkan kepalanya, ia menarik kedua tangan Aisyah. "Mas emang pernah punya hubungan sama dia, tapi semuanya udah berakhir, kita pisah secara baik-baik, dia pilih karir dan Mas pilih nikah sama kamu. Siang tadi, kita cuma ngobrol, kita udah jadi temen biasa," jelas Reyhan dengan hati yang luar biasa panik.


"Mas beneran ngobrolin pekerjaan kan?"


Pertanyaan itu membuat Reyhan terdiam, ia memejamkan matanya sebentar. Ini yang ia takutkan! "Iya," jawab Reyhan singkat. Kebohongan nya sudah terlalu banyak, namun semua ini sudah terlambat, Reyhan tidak dapat menghentikan nya, hati Reyhan sudah terikat dengan Rere, sedangkan Aisyah terikat tanggung jawab bagi Reyhan. "Kamu percaya sama aku kan?"

__ADS_1


Mendengar itu pikiran Aisyah sedikit tenang, namun hatinya masih risau, ingin menanyakan lebih namun Reyhan terlalu letih sepulang kerja. Aisyah pun akhirnya mengangguk pelan dan tersenyum kecil dengan sedikit berat. "Percaya Mas," jawab Aisyah.


Reyhan pun tersenyum lega, menghabiskan makanannya dan mereka bersiap ke kamar. "Mas ambil dulu barang di mobil ya, kamu duluan, Mas mau mandi."


"Ya udah Aisyah siapin dulu ya Mas," pamit Aisyah. Reyhan mengangguk dengan cepat.


"Iya, makasih ya sayang." Setelah melihat Aisyah yang mulai pergi, Reyhan keluar dari rumah dan masuk kedalam mobilnya. Ia mencari kontak Rere.


Beberapa panggilan tidak di jawab membuat Reyhan gemas, ia menatap risau ke arah pintu, takut Aisyah menyusulnya keluar rumah. "Hallo Re?"


"Hallo Rey sayang," jawaban Rere begitu tenang dan lembut.


"Hapus postingan Instagram kamu yang lagi sama aku Re, sekarang!"

__ADS_1


__ADS_2