
Aisyah memantapkan hatinya sekali lagi, dia istri Reyhan dan tidak ingin ada perceraian dalam rumah tangga ini. Aisyah sangat mencintai Reyhan dan jauh lebih berhak memiliki Reyhan dari pada perempuan itu. Apapun akan Aisyah lakukan untuk mempertahankan Reyhan tetap di sampingnya, dia harus mengajak Rere berbicara sesama perempuan, membuka pikiran Rere untuk mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. Sekali lagi Aisyah akan memberikan kesempatan untuk Reyhan memperbaiki rumah tangga ini, Reyhan harus meninggalkan Rere dan Aisyah akan mengatakan jika karir Rere cemerlang, masih banyak laki-laki lajang di kota ini yang akan mencintai Rere sepenuhnya tanpa harus mempertahankan hubungannya bersama Reyhan yang sudah menikah.
Dengan gerakan cepat, Aisyah mengambil tas dan kunci mobil, dia bergegas menuruni setiap anak tangga dan menemui Mbak Nur yang sedang berada di ruangan tengah. “Mbak, nanti kalo mau pulang gak apa-apa duluan aja, gak usah nungguin Aisyah ya. Assalamu’alaikum," pamit Aisyah.
“Wa’alaikumsalam Bu, siap."
__ADS_1
Aisyah masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin mobil dan melirik sekilas ke arah ponsel. Waktu sudah menunjukkan pukul 15.40, semakin mendekati jam bertemu semakin kencang pula debaran di hati Aisyah.
Sesampainya di Cafe, Aisyah memilih meja dekat pilar, sangat mudah di temukan Rere saat masuk ke Cafe. Aisyah memesan dua minuman terlebih dahulu, tak lama, Rere datang dengan pakaian yang lebih formal dari sebelumnya, tanpa kacama hitam yang saat itu Aisyah lihat. Ia tampak berkilau saat berjalan kearah meja, Aisyah menatap Rere tanpa ekspresi, namun ia memaksakan senyum tipis. "Assalamu'alaikum Rere, maaf sudah mengganggu waktu kamu." Aisyah dan Rere duduk bersamaan, ia menatap Rere dengan perasaan campur aduk. "Langsung aja, mengenai masalah kemarin udah berapa lama kalian bersama?"
"Dua tahun," jawab Rere tenang. "Dua tahun aku sama Reyhan bersama. Udah banyak moment yang kita lalui."
__ADS_1
"Jadi maksud kamu ngajak aku ketemu biar lepasin Reyhan?" tanya Rere, menatap Aisyah. Dengan cepat Aisyah menganggukan kepalanya. Ia sangat berharap Rere bisa mengambil jalan yang benar. Baru saja Aisyah hendang menjawab, Rere menggelengkan kepalanya pelan. "Sayangnya gak bisa Aisyah. Aku udah coba dan hasilnya aku jatuh sakit, aku gak bisa ngelepasin Reyhan."
Emosi membakar hati Aisyah seketika. "Tapi aku istri Mas Reyhan. Kamu coba ngertiin di posisi aku Re."
"Ya kamu juga ngertiin di posisi aku Aisyah. Dua tahun aku sama Reyhan, hidup aku udah bergantung sama dia, Reyhan yang selalu nemenin aku dan menjadi menyemangat aku. Tapi apa? Tiba-tiba kamu masuk dan rebut Reyhan dari aku! Tiba-tiba kamu yang jadi istrinya Reyhan dan minta aku buat lepasin Reyhan?!" Raut wajah Rere kini terlihat menahan amarah, ia menunjukkan kekesalan dan keputusasaan nya.
__ADS_1
"Tapi udah jalannya gini Re. Mas Reyhan dan aku udah menikah. Ada dua keluarga yang kami satukan. Aku mohon tinggalin Mas Reyhan sekarang juga." Aisyah menahan amarahnya, jika pun ia tahu Reyhan sudah memiliki kekasih saat itu tidak mungkin Aisyah menerima perjodohan. Ia mencoba sabar, semua ini adalah takdirnya, segala yang disesali tidak akan bisa kembali.
"Permisi." Seorang pelayan membawakan dua minuman dan menaruhnya pada meja.